Ya Allah, Warga Gaza Campur Pakan Ternak untuk Penuhi Kebutuhan Pangan

Ya Allah, Warga Gaza Campur Pakan Ternak untuk Penuhi Kebutuhan Pangan

NewsINH, Gaza  – Di tengah kekurangan bahan pangan yang semakin mengkhawatirkan, warga Gaza, Palestina terpaksa mencampur adonan roti dengan pakan ternak atau hewan. Upaya ini semata-mata untuk bisa bertahan hidup di tengah agresi Israel yang semakin bengis.

Dikutip dari Gazamedia, Minggu (28/1/2024),  akibat serangan militer Israel dan tertahanya pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, warga Palestina terpaksa mengambil tindakan darurat dengan mencampur pakan hewan dan pakan burung ke dalam adonan roti yang mereka buat.

Abu Alaa, seorang penduduk Gaza dan pemilik sebuah pabrik di pusat Gaza, mengatakan bahwa makanan yang tersedia untuk orang-orang di Gaza, sebetulnya tidak layak dikonsumsi.

“Orang-orang mencampur pakan burung dan makanan hewan ke dalam makanan mereka. Ini tidak benar dan tidak sehat. Orang-orang menggiling pakan hewan tersebut dan mencampurnya ke dalam roti mereka,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa ini terjadi karena kurangnya pengiriman bantuan dan juga kenaikan harga yang sangat tinggi dari harga barang yang tersedia.

Abu Anas, seorang warga setempat yang tinggal di dekat pabrik, mengatakan bahwa semua makanan yang tersedia di Gaza tidak lagi terjangkau.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jaber, warga Gaza lainnya. Menurutnya, meskipun rasanya tidak enak, dia dan yang lainnya mencampur berbagai jenis tepung dan bahan-bahan lainnya untuk membuat roti demi menyambung hidup.

Sementara itu, Mazen al-Terk, mengatakan bahwa situasi telah menjadi kritis.

“Demi Allah, kami berhenti membedakan antara makanan keledai dan makanan manusia. Kami makan apa saja, dan tidak ada yang membantu kami. Kami mengajak semua negara di seluruh dunia untuk bersatu dengan kami, karena kami tidak dapat menemukan makanan disini,” katanya.

Menurutnya, tidak ada tepung putih murni yang tersedia bagi kami selama tiga bulan sejak 9 Oktober, ketika Israel memberlakukan blokade menyeluruh. Orang-orang mengambil apa pun yang bisa ditemukan untuk dimakan. Setiap tepung yang bisa ditemukan harganya sekitar 700 sheker (3 juta rupiah-red).

Penduduk di Gaza juga mengatakan bahwa penggunaan pakan hewan ke dalam roti mereka, bersama dengan bahan lain, telah mempengaruhi kesehatan mereka, ditambah dengan kurangnya air bersih dan fasilitas sanitasi.

“Semua anak saya mengalami sakit perut dan diare, karena makanan, air, dan sampah di jalanan,” kata al-Terk.

 

Sumber: Gazamedia