WHO Ingatkan Israel untuk Izinkan Bantuan Kemanusian ke Gaza

WHO Ingatkan Israel untuk Izinkan Bantuan Kemanusian ke Gaza

NewsINH, Jenewa – Sikap licik ototitas Israel melakukan blokade setiap bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke wilayah Jalur Gaza, Palestina dinilai sangat merugikan bagi warga yang tinggal diwilayah konflik tersebut. Israel secara sadar dan dengan sengaja menghentikan pasokan bahan bakar dan listrik ke wilayah Gaza yang telah terkepung sejak 2007 silam. Al hasil, krisi kemanusiaan diwilah tersebut semakin memprihatinkan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menilai sikap Israel berlebihan dan mendesak otoritas Israel untuk segera mencabut larangan tersebut dan mengizinkan bahan bakar dari negara Mesir sebagai kebutuhan mendesak masuk ke wilayah Jalur Gaza.

“Bahan bakar dari Mesir dikirimkan ke Gaza sebagai bantuan kemanusiaan yang mendesak. Israel harus mencabut blokade masuknya bantuan air, makanan, dan obat-obatan ke kantong wilayah Palestina itu,” kata Tedros Adhanom Ghebreysus Direktur Jenderak WHO dalam jumpa persnya di Jenewa, Kamis (19/10/2023) kemarin waktu setempat.

Menurutnya, bantuan berupa bahan bakar itu merupakan kebutuhan mendasar. karena BBM itu digunakan untuk memasok kebutuhan generator rumah sakit, ambulans, dan fasilitas-fasilitas kesehatan seperti desalinasi.

“Kami mendesak Israel agar menambahkan bahan bakar ke dalam pasokan penyelamat jiwa yang diizinkan masuk Gaza,” kata Tedros.

Saat ini, pihaknya tengah bekerja sama dengan Masyarakat Bulan Sabit Merah Mesir dan Palestina guna mengirimkan pasokan bahan bakar ke Gaza segera setelah pintu lintas batas Rafah dibuka.

Berkaitan dengan serangan udara mematikan di Rumah Sakit Al-Ahli Baptist di Gaza utara, yang menewaskan ratusan orang dan melukai banyak orang, Tedros menyebut tindakan tersebut tak bisa ditolelir.

“Terlepas siapa yang bertanggung jawab, (serangan ke rumah sakit itu) tidak bisa ditolerir,” kata dia.

Tedros mengatakan, peluru dan bom bukanlah solusi untuk situasi ini. Dia menegaskan satu-satunya solusi adalah lewat dialog, kesalingpahaman, dan perdamaian.

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, sedikitnya 471 orang tewas dan 342 terluka akibat serangan udara Israel di sebuah rumah sakit di Gaza. Israel membantah bertanggung jawab atas serangan udara tersebut.

Gaza yang tengah menghadapi serangan bom dan blokade besar-besaran, mengalami krisis kemanusiaan akut akibat ketiadaan listrik. Sementara air, makanan, bahan bakar, dan pasokan medis kian menipis. (***)