Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan Udara Jet Tempur Israel

Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan Udara Jet Tempur Israel

NewsINH, Gaza –  Serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempur milik pasukan angkatan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan seorang pria berusia 58 tahun dan melukai lima lainnya pada Rabu (3/5/2023) kemarin. Padahal ketegangan antara Israel dan Hamas selaku penguasa jalur Gaza Palestina ini tergolong relatif lebih kondusif.

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (4/5/2023). Hatem anak korban yang meninggal dalam serangan itu menyatakan, jika serangan Israel mengirim pecahan peluru menembus rumah Hashil Mubarak yang berusia 58 tahun di Kota Gaza.

“Kami sedang tidur di rumah dengan aman dan sehat ketika kami mendengar ledakan yang sangat besar dari sebuah misil,” kenang Hatem ketika para pelayat memenuhi masjid di lingkungannya dan bergiliran membungkuk untuk mencium kening ayahnya yang sudah tak lagi bernyawa lagi.

“Insya Allah ia mati syahid,” katanya.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, atap rumah mereka runtuh, pecahan logam menghantam dada Mubarak hingga membunuhnya. Mubarak dilarikan ke rumah sakit dan tidak bisa diresusitasi.

Jet tempur Israel menyerang sasaran di Gaza sebagai tanggapan atas serangan roket yang diluncurkan oleh kelompok pejuang kemerdekaan di Jalur Gaza di wilayah Israel sehari sebelumnya. Namun setelah matahari terbit, kekerasan tampak mereda karena kedua belah pihak mengisyaratkan ingin menghindari konflik yang lebih luas.

Kekerasan meletus ketika seorang tahanan terkemuka Palestina Khader Adnan meninggal dalam tahanan Israel setelah mogok makan selama 87 hari. Kematian pemimpin kelompok Jihad Islam Palestina yang mempopulerkan aksi mogok makan sebagai bentuk aktivisme yang efektif, bergema di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Protes meletus di pos pemeriksaan militer Israel dan pemogokan umum menutup toko di seluruh wilayah. Warga Palestina dan kelompok HAM menyalahkan Israel atas kematiannya, menuduh otoritas penjara melakukan kelalaian medis.

Amnesty International yang berbasis di London menggambarkan perlakuan Adnan di penjara Israel sebagai tidak manusiawi dan merendahkan. Lembaga itu mengutip seorang dokter yang mengunjungi selnya dan mengatakan pihak berwenang menolak permintaannya untuk perawatan medis. Layanan penjara Israel mengklaim Adnan menolak perawatan medis sampai semuanya terlambat.

Militan Palestina di Gaza menembakkan 100 roket ke Israel selatan Selasa malam, melukai serius seorang pekerja asing di sebuah lokasi konstruksi. Militer Israel mengatakan pesawat tempurnya menyerang terowongan, lokasi produksi senjata, dan instalasi militer milik kelompok militan Hamas yang berkuasa di Gaza.

Setelah beberapa jam tenang, militer Israel mengumumkan bahwa penduduk di kota-kota selatan tidak perlu lagi berada di dekat tempat perlindungan bom.

Juru bicara Hamas Hazem Qasem berterima kasih kepada militan Palestina karena menghadapi agresi Israel dan mengakhiri putaran konflik.

Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland menyambut baik pemulihan ketenangan setelah kekerasan selama 12 jam. “Jika upaya kami gagal, kami akan berisiko berada di tengah eskalasi mematikan lainnya,” katanya.

Tapi tidak semua orang menyambut ketenangan itu. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengecam Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dia menyatakan, tindakan itu sebagai respons yang lemah terhadap tembakan roket dari Gaza.

Partai Ben-Gvir Jewish Power mengumumkan anggotanya akan memboikot semua pemungutan suara parlemen sebagai protes pada Rabu. Netanyahu membalas Ben-Gvir dengan mengatakan, hanya perdana menteri, menteri pertahanan, dan pasukan keamanan yang ditugaskan untuk menangani peristiwa keamanan yang sensitif dan kompleks di Israel.

“Jika ini tidak dapat diterima oleh Menteri Ben-Gvir, dia tidak harus tetap di pemerintahan,” kata Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Pertempuran Israel-Palestina telah meningkat selama setahun terakhir. Sekitar 250 orang Palestina meninggal oleh tembakan Israel dan 49 orang tewas dalam serangan Palestina terhadap Israel.

 

Sumber: Republika

#DonasiPalestina

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!