Warga Palestina: “Kami Takut, tapi Israel Lebih Takut”

Warga Palestina: “Kami Takut, tapi Israel Lebih Takut”

NewsINH, Al Quds – Meningkatnya konflik Israel-Palestina yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran publik di Yerusalem Barat, tempat tinggal warga Israel, dan Yerusalem Timur yang diduduki, tempat tinggal warga Palestina, dan juga telah mengubah kebiasaan masyarakat.

Ketegangan meningkat pesat di wilayah tersebut setelah pasukan pejuang kemerdekaan Palestina Hamas melancarkan operasi yang diberi nama “Badai Al-Aqsa” pada Sabtu (7/10/2023) lalu menyerang dan menembakkan rentetan roket dan menyusup ke Israel melalui darat, udara, dan laut.

Warga Palestina dan Israel di wilayah tersebut langsung bereaksi terhadap perkembangan terkini dari Gaza hingga perbatasan Lebanon.

Sejak hari pertama konflik Israel-Palestina berkobar, sirene serangan berulang kali dibunyikan di Yerusalem. Suara ledakan terdengar ketika rudal yang ditembakkan dari sistem pertahanan udara Israel “Iron Dome” menghancurkan roket yang ditembakkan dari Gaza di udara.

“Kami takut, tapi Israel lebih takut,” kata seornag warga Palestina seperti dikutip dari Anadolu Agency.

terlihat antrian panjang terbentuk di pasar, pendidikan tatap muka ditangguhkan. Di Yerusalem Timur dan Yerusalem Barat yang diduduki, orang-orang bergegas ke supermarket dan mulai membeli makanan pokok dan kebutuhan pokok untuk persediaan selama peperangan berlangsung. Sementara rak-rak di pasar kosong, keranjang-keranjang penuh, dan antrian panjang terbentuk di kasir.

Meskipun pendidikan tatap muka ditangguhkan di Yerusalem Timur dan Yerusalem Barat, pendidikan jarak jauh juga dimulai di kota-kota lain di Israel. Banyak bisnis yang tutup, mobilitas menurun
Banyak bisnis di kota tidak membuka tutup sepanjang hari.

Mobilitas masyarakat menurun di Jalan Jaffa, salah satu tempat tersibuk di Yerusalem Barat. Polisi Israel mengambil tindakan pencegahan ekstrem di kedua sisi Yerusalem.

Meskipun lalu lintas manusia dan kendaraan padat di Yerusalem, hanya ada sedikit aktivitas di jalan-jalan kota pada pagi dan sore hari.

Situasi meningkat di Jalur Gaza menyusul serangan kelompok kemerdekaan Palestina, Hamas, di kota-kota Israel di dekat wilayah pantai. Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran di Gaza dan menempatkan daerah kantong tersebut yang telah di blokade total bertahun-tahun lamanya.

Lebih dari 1.900 orang tewas dalam pertempuran sengit tersebut, termasuk sedikitnya 900 warga Palestina dan 1.000 warga Israel.

Israel juga telah memutus pasokan air dan listrik ke Gaza, sehingga memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan diwilayah Jalur Gaza. Sebagai rumah tempat tinggal bagi hampir 2,2 juta orang, Jalur Gaza telah terguncang di bawah pengepungan Israel yang melumpuhkan sejak tahun 2007. ***

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!