Pemukim Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

Pemukim Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

NewsINH, Tel Aviv – Pemukim Israel telah meningkatkan serangan terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat. Pada Ahad (6/11/2022), sedikitnya 50 pemukim menempatkan karavan ilegal di Khirbet Yanun, dekat Kota Aqraba, selatan Nablus, sebagai awal untuk merebut tanah dari warga Palestina.

Dikutip dari Middleeastmonitor pada Senin (7/11/2022) kemarin melaporkan, pejabat yang bertanggung jawab atas pemukiman di Tepi Barat utara, Ghassan Daghlas, mengatakan, Khirbet Yanoun sudah dikelilingi oleh lima pemukiman ilegal.

Pemukiman itu didirikan di atas tanah yang dirampas dari warga Palestina. Pemukiman ilegal ini berkembang dengan mengorbankan tanah Palestina.

Di daerah Ein Fara, barat daya Hebron di Tepi Barat selatan, pemukim telah menghancurkan jaringan irigasi dan menghancurkan tanaman pertanian. Penduduk lokal, Nasr Hajja, mengatakan, sekelompok pemukim dari pemukiman ilegal terdekat Adora telah menghancurkan ladang pertanian di daerah Ain Fara.

Mereka juga menghancurkan jaringan irigasi dan tanaman pertanian. Daerah Ain Fara merupakan sumber mata air yang digunakan oleh warga Palestina untuk mengairi tanaman mereka.

Hajja menambahkan, pemukim terus-menerus menyerang daerah Ain Fara. Mereka mendirikan tenda dan melakukan doa Talmud serta mengadakan pesta di daerah itu. Langkah pemukim Israel ini merupakan upaya untuk merebut daerah itu agar dapat memperluas pemukiman Adora.

Pemukim juga mulai membajak tanah di daerah Makhoul di Lembah Yordan utara, sebagai upaya awal untuk merebutnya dari warga Palestina. Aktivis hak asasi manusia, Aref Daraghmeh, mengatakan, para pemukim mulai membajak tanah di daerah Al-Owaisat, yang terletak di timur Khallet Makhoul.

Daraghmeh menjelaskan, tanah di Lembah Yordan utara adalah milik pribadi yang dimiliki oleh warga Palestina. Mereka tidak dapat mengaksesnya selama hampir sepuluh tahun karena tindakan pendudukan dan pemukim Israel.

 

Sumber: Memo/Republika

Pemukim Israel Garis Keras Serang Warga Palestina dan Rusak Puluhan Kendaraan

Pemukim Israel Garis Keras Serang Warga Palestina dan Rusak Puluhan Kendaraan

NewsINH, Nablus – Sejumlah pemukim Israel garis keras menyerang rumah-rumah warga Palestina di desa Burin di provinsi Nablus, Tepi Barat yang diduduki.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa Jumat (4/11/2022) Ghassan Daghlas, seorang pejabat Palestina setempat, mengatakan bahwa sekelompok pemukim Israel yang dijaga oleh tentara menyerang rumah-rumah di pinggiran desa, menembak tanpa pandang bulu, menghancurkan jendela-jendela rumah dan meneror penduduk mereka.

“Dalam penyerangan ini tidak ada cedera yang dilaporkan,” kata Daghlas.

Menurutnya, ini adalah yang terbaru dalam gelombang kekerasan pemukim yang sedang berlangsung yang menargetkan komunitas Palestina yang rentan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, terutama di provinsi utara Nablus.

Sementara itu, di utara Yerusalem, pemukim Israel merusak 23 kendaraan Palestina di desa Beit Iksa, utara Yerusalem.

Rabi’ Eid, seorang penduduk desa, mengatakan bahwa sekelompok pemukim menyelinap masuk ke desa pada dini hari, di mana mereka memotong ban dari 23 kendaraan yang diparkir di lingkungan al-Burj dan menyemprotkan grafiti kebencian dan slogan-slogan yang menyerukan pengusiran paksa penduduk desa dari rumah mereka.

Para pengacau datang dari pemukiman kolonial Ramot yang melanggar batas.

Eid menunjukkan bahwa lingkungan tersebut, seperti banyak desa dan kota di Tepi Barat, telah menjadi sasaran pencurian tanah yang hampir terus-menerus dan serangan pemukim yang sering dan diisolasi oleh pemukiman kolonial Israel yang dijadikan jalan pintas, dan instalasi militer.

Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina dan harta benda mereka adalah rutin di Tepi Barat dan jarang dituntut oleh otoritas Israel.

Kekerasan pemukim termasuk pembakaran properti dan masjid, pelemparan batu, pencabutan tanaman dan pohon zaitun, serangan terhadap rumah yang rentan, antara lain. Ada lebih dari 700.000 pemukim Israel yang tinggal di pemukiman kolonial di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

 

Sumber: Wafa

Pemukim Israel Tembakkan Peluru Tajam ke Warga Palestina di Yerusalem Timur

Pemukim Israel Tembakkan Peluru Tajam ke Warga Palestina di Yerusalem Timur

NewsINH, Al Quds – Seorang pemukim Israel menembakkan peluru tajam ke warga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur Silwan, Palestina. Akibat ulah pemukim itu menyebabkan kepanikan di kalangan warga sipil, situs berita Felesteen Online melaporkan.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa Selasa (11/10/2022) sumber-sumber lokal di Yerusalem melaporkan bahwa seorang pemukim menembak warga sipil Palestina di Lembah Qaddum di kota itu, dalam sebuah langkah yang dianggap berbahaya oleh sumber-sumber tersebut.

Dalam konteks terkait, kamp Shu’fat di timur laut Yerusalem telah menyaksikan protes terus-menerus dengan pasukan pendudukan Israel, yang menyerbu kamp dan menembakkan peluru logam dan berlapis karet, tabung gas air mata dan bom suara ke warga Palestina.

Sebelumnya, pasukan pendudukan menyerbu kota Anata di timur laut Yerusalem dan mengepung sebuah masjid di pinggiran kota Al-Salam, sementara penembak jitu Israel naik ke atap rumah sebelum pasukan pendudukan menyita rekaman kamera pengintai dari beberapa toko. .

Seorang tentara wanita Israel tewas dan seorang tentara pria lainnya terluka dalam serangan penembakan yang terjadi pada Sabtu malam di pos pemeriksaan militer Shua’fat di Yerusalem yang Diduduki. Operasi itu diikuti oleh protes keras antara warga Palestina dan pasukan pendudukan Israel, yang masih mencari pelaku.

Dampak dari peristiwa itu, otoritas Israel menutup gerbang di kamp pengungsi Shua’fat akibatnya ratusan ribu orang yang berada di dalamnya mengalamu kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Sumber: Middleeastmonitor

Ratusan Warga Israel Menyerbu Kompleks Al-Aqsa di Al Quds

Ratusan Warga Israel Menyerbu Kompleks Al-Aqsa di Al Quds

NewsINH, Al Quds – Ratusan pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di kota tua Al Quds atau Yerusalem Timur yang diduduki. Mereka memasuki kawasan tanah suci ketiga bagi umat muslim dengan pengawalan ketat oleh pasukan zionis Israel bersenjata lengkap.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa Selasa (11/10/2022). Dalam sebuah pernyataan, Departemen Wakaf Islam yang dikelola oleh kerajaan Yordania, yang mengawasi tempat-tempat suci di Yerusalem, mengatakan 216 pemukim memasuki situs itu dalam kelompok-kelompok di bawah perlindungan polisi Israel.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu “Gunung Kuil”, mengklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Sejak 2003, Israel mengizinkan pemukim masuk ke kompleks itu hampir setiap hari.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Ini mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. Tindakan dan langkah para pemukim yahudi kerap kali melakukan tour provokasi sehingga menyulut kemarahan warga Palestina yang berada di lokasi kota tua Al Quds.

Sumber: Middleeastmonitor