Pemukim Isarel Serang dan Blokir Jalan Desa Palestina di Lembah Yordan

Pemukim Isarel Serang dan Blokir Jalan Desa Palestina di Lembah Yordan

NewsINH, Tubas – Pemukim Israel garis keras menyerang desa Farsiya, di wilayah Lembah Yordan di timur laut Tepi Barat, tak hanya menyerang yahudi ekstrim juga memblokir beberapa jalan di daerah itu untuk membatasi aktivitas warga Palestina.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Jumat (7/10/2022) Aref Daraghmeh, seorang aktivis Palestina mengatakan bahwa sekelompok pemukim Israel menyerang desa itu sejak kemarin dan secara lisan mengancam para petani dan pekerja Palestina di sana.

Para pemukim juga memblokir jalan-jalan di daerah itu, termasuk pintu masuk ke desa tetangga Ein el-Beida, menghalangi akses warga Palestina masuk dan keluar desa.

Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina dan harta benda mereka adalah rutin di Tepi Barat dan jarang dituntut oleh otoritas pendudukan Israel.

Ada lebih dari 650.000 pemukim Israel yang tinggal di pemukiman kolonial di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang melanggar hukum internasional.

Sementara itu, di Betlehem, otoritas pendudukan Israel memerintahkan pembongkaran rumah milik warga Palestina di kota al-Khader, di selatan Betlehem di Tepi Barat yang diduduki.

Ahmad Salah, seorang aktivis lokal mengatakan bahwa pasukan Israel menyerahkan Yousef Abd Mousa, seorang penduduk Palestina di kota itu, sebuah pemberitahuan yang memerintahkan pembongkaran rumahnya, dengan alasan pembangunan tak mengantongi izin.

Seperti area lain yang terletak di Area C, di bawah yurisdiksi penuh Israel, penerbitan izin konstruksi untuk warga Palestina sangat dibatasi, mereka memaksa warga Palestina yang tinggal di area ini untuk memulai konstruksi tanpa mendapatkan izin.

Kebijakan perencanaan dan pembangunan Israel di Tepi Barat menggagalkan pembangunan Palestina dan merampas tanah Palestina, kata pusat informasi Israel untuk hak asasi manusia di wilayah pendudukan, B’Tselem.

Di sisi lain, Israel dengan mudah memberikan sekitar 560.000 pemukim Yahudi di sana izin membangun dan memberi mereka jalan, listrik, air dan sistem pembuangan limbah yang tetap tidak dapat diakses oleh banyak penduduk asli Palestina.

Sumber: Wafa