Pelanggaran, Pasukan Israel Turunkan Bendera Palestina dan Mengganti Bendera Israel

Pelanggaran, Pasukan Israel Turunkan Bendera Palestina dan Mengganti Bendera Israel

NewsINH, Nablus – Pasukan pendudukan Israel menurunkan bendera Palestina yang tergantung di gedung sekolah di desa Palestina Al-Lubban Ash-Sharqiya dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki dan menggantinya dengan bendera Israel.

Ayesha Nubani, kepala Sekolah Menengah Putri Al-Lubban, mengatakan tentara Israel menyelinap ke gedung sekolah pada dini hari, merobek bendera Palestina dan menggantinya dengan bendera Israel.

Ini bukan pertama kalinya pasukan pendudukan menurunkan bendera Palestina dilembaga pendidikan, namun ini pertama kalinya mereka menggantinya dengan bendera negara pendudukan dengan lambang bintang daud.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengecam langkah tersebut sebagai pelanggaran dan penargetan institusi pendidikan Palestina, terutama yang terletak di jalan pintas pemukim ilegal dan di Area C Tepi Barat yang diduduki, seperti Masafer Yatta dan Lembah Yordan.

Ia menambahkan bahwa pencopotan bendera itu adalah akibat hasutan untuk kebencian oleh pemukim sayap kanan radikal Israel yang dikenal dengan retorika supremasi Yahudi, yang dipimpin oleh Partai Otzma Yehudit sayap kanan dan pemimpinnya, Itamar Ben-Gvir, dan Religius. Pemimpin Partai Zionis, Bezalel Smotrich. Keduanya akan diangkat menjadi menteri keamanan penting dalam pemerintahan koalisi mendatang Israel.

Pasukan pendudukan baru-baru ini meningkatkan praktik represif mereka terhadap warga Palestina di Masafer Yatta, termasuk melalui penghancuran rumah dan sekolah, menghentikan pembangunan dan mencegah warga Palestina dan penggembala mengakses tanah mereka.

Pada bulan Agustus, pasukan Israel mengeluarkan perintah pembongkaran sebuah sekolah di desa Shuub Al-Batn di Masafer Yatta. Sekitar 54 anak bersekolah di sekolah yang dibuka sejak 2015 itu.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967 dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina dan pelanggaran hukum internasional terjadi setiap hari.

 

Sumber: Middleeastmonitor

Kelompok Pejuang Palestina Hamas Tanggapi Ancaman Israel terhadap Jalur Gaza

Kelompok Pejuang Palestina Hamas Tanggapi Ancaman Israel terhadap Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas menanggapi ancaman Israel setelah serangan pemboman di Yerusalem. Otoritas pendudukan Israel menuding Hamas bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Surat kabar Al-Akhbar, Lebanon, melaporkan pesan Hamas, yang diteruskan ke pendudukan Israel melalui mediator Mesir, memperingatkan, “Kembali ke kebijakan pembunuhan akan memicu api gelombang besar baru operasi kesyahidan, selain ledakan Jalur Gaza di wajah pendudukan.”

Tanggapan Hamas mengacu pada pesan mediator Mesir kepada Hamas bahwa Israel, “Akan melanjutkan pembunuhan yang ditargetkan jika hubungan antara pemboman dan Hamas terungkap.”

Sementara itu, surat kabar Israel Yedioth Ahronoth menulis, “Saat ini, tidak ada informasi tentang kaitan Hamas dengan pengeboman di Yerusalem, tetapi Shin Bet telah menggagalkan rencana pengeboman di masa lalu yang sebagian besar dijalankan langsung dari Gaza atau tidak langsung dari Turki.”

Pada saat yang sama, Shin Bet memperingatkan Israel tidak akan pernah mengizinkan eksploitasi tindakan faksi-faksi Palestina untuk meredakan blokade yang diberlakukan di Gaza.

Surat kabar Lebanon melaporkan perlawanan Palestina telah memperkuat pasukan dan organisasinya untuk siap menghadapi kemungkinan agresi Israel apapun. Kembali berkuasanya Benjamin Netanyahu di Israel telah membunyikan alarm bagi faksi-faksi pejuang Palestina.

 

Sumber: Sindonews

 

Sadis, Serdadu Israel Tembak Mati Pelajar Palestina

Sadis, Serdadu Israel Tembak Mati Pelajar Palestina

NewsINH, Tepi Barat – Seorang pelajar tingkat SMA asal Palestina tewas ditembak pasukan Israel dalam sebuah serangan dan penangkapan di satu kota di Tepi Barat yang diduduki, Senin (21/11/2022) kemarin waktu setempat.

Petugas medis mengatakan tentara Israel menembak mati seorang siswa sekolah menengah atas secara brutal ini terjadi ketika pasukan Israel melakukan serangan penangkapan di satu kota Tepi Barat.

“Korban tewas ditembak secara brutal oleh pasukan Israel,” kata sumber dari petugas Medis palestina seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (23/11/2022).

Sementara itu, seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan di Jenin menahan seorang pria yang dicurigai melakukan penyergapan bersenjata, dan mereka membalas tembakan, mengenai setidaknya satu orang.

Militer Israel menuding orang Palestina menembaki mereka dan melemparkan alat peledak. Petugas medis mengatakan seorang siswa SMA tewas dalam insiden pagi itu. Kementerian Pendidikan Palestina mengatakan dia sedang dalam perjalanan ke sekolah saat itu.

Penduduk setempat mengatakan pria yang ditangkap itu menyerah setelah tentara mengepung rumahnya dan menembaki rumahnya.

Jenin dan kota tetangga Nablus telah menyaksikan serangan intensif oleh Israel sejak Maret. Serangan dan penyergapan brutal itu banyak menewaskan warga sipil Palestina. Dunia internasional hingga saat ini hanya bisa mengecam Israel tanpa memberikan sanksi nyata.

 

Sumber: Sindonews

Gawat…!!!, Israel Perintahkan Penghancuran Sekolah Palestina dan Setujui Buku Identitas Yahudi

Gawat…!!!, Israel Perintahkan Penghancuran Sekolah Palestina dan Setujui Buku Identitas Yahudi

NewsINH, Ramallah – Otoritas pendudukan Israel mengeluarkan surat perintah penghancuran sebuah sekolah Palestina di Masafer Yatta, Tepi Barat. Meski belum jelas alasan penghancuran lembaga pendiikan itu namun disinyalir tindakan ini untuk menjadikan generasi Palestina mengelami keterbelakangan dalam bidang pendidikan.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Jum’at (18/11/2022), otoritas militer Israel hari ini mengeluarkan perintah pembongkaran terhadap sebuah sekolah yang masih dalam tahap konstruksi di Masafer Yatta di selatan Tepi Barat.

Fouad al-Imour, salah seorang aktivis yang aktif di Komite Perlindungan dan Ketabahan, mengatakan militer Israel memberi tahu warga di komunitas al-Saffi di Masafer Yatta tentang perintah pembongkaran yang dikeluarkan terhadap sekolah tiga kelas tersebut.

“Sebelumnya Israel juga mengeluarkan perintah untuk menyita sekitar 320 dunum tanah di distrik Betlehem Tepi Barat yang diduduki selatan,” katanya.

Penyitaan dilakukan untuk kepentingan perluasan permukiman yang dibangun secara ilegal di tanah Palestina. Perintah tersebut akan mulai berlaku dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Israel Yifat Shasha-Biton telah menyetujui buku pelajaran baru yang mengajarkan tentang identitas Yahudi.  Buku baru yang ditujukan bagi siswa sekolah ini lebih mementingkan afiliasi dengan Yudaisme daripada penghormatan terhadap hak asasi manusia, kesetaraan, dan masalah lainnya.

Shasha-Biton menyetujui buku teks tersebut meskipun mendapat kritik keras dari dalam kementerian dan LSM pendidikan. Dia mengklaim bahwa, isi buku mata pelajaran itu tidak diubah, hanya diperbarui.

Menurut pakar hukum dari Universitas Ibrani Yerusalem dan Institut Demokrasi Israel, Profesor Mordechai Kremnitzer, buku pelajaran baru tersebut menjelaskan kepada para siswa terkait gagasan tentang superioritas Yahudi. Dia mengatakan, perubahan kurikulum ini terkait dengan hasil pemilu yang didominasi oleh politik sayap kanan.

“Tidak mungkin mengabaikan dampak masif pendidikan terhadap hasil pemilu terbaru yang membawa sayap kanan dalam kekuasaan. Materi studi sipil dicuri oleh pihak sayap kanan tertentu dan dimodifikasi sesuai dengan prinsipnya,” ujar Kremnitzer, dilaporkan Middle East Monitor, Rabu (16/11/2022).

Arab48.com melaporkan, materi dalam buku tersebut tidak memasukkan sudut pandang kritis dan mengabaikan jutaan warga Palestina di bawah pendudukan Israel. Buku pelajaran itu juga tidak mengisyaratkan kurangnya kesetaraan sosial dan ekonomi di dalam Israel.

Buku pelajaran tersebut tidak menyebutkan hukum dasar yang berkaitan dengan martabat manusia dan kebebasan untuk bekerja. Tetapi mencakup penjabaran dari hukum kebangsaan Yahudi, dan keunggulan utama orang Yahudi. Materi buku ini pada dasarnya mengabaikan warga Muslim dan Kristen Israel.

Sebelumnya, surat kabar Haaretz melaporkan, pesan supremasi Yahudi mendominasi kurikulum pendidikan yang diusulkan Israel. Sejumlah sumber di Kementerian Pendidikan mengatakan, kurikulum dirumuskan selama setahun terakhir oleh lima anggota komite yang terdiri dari orang Yahudi.

Kurikulum ini diharapkan menjadi dasar untuk program kewarganegaraan sekolah menengah baru di masa depan. Kurikulum baru tersebut sedang menunggu persetujuan akhir.

“Program ini menyampaikan dengan baik pesan supremasi Yahudi kepada para siswa,” ujar Kremnitzer, dilaporkan Haaretz.

Kremnitzer menekankan bahwa, kontribusi sistem pendidikan Israel tidak dapat diabaikan ketika melihat hasil pemilu belum lama ini. Kurikulum baru akan diterapkan untuk kelas sembilan di sekolah umum non-agama, sekolah agama di komunitas umum, serta sekolah umum di komunitas Arab dan Druze.

Menurut salinan kurikulum yang diperoleh Haaretz, kurikulum bagian pertama berkaitan dengan Deklarasi Kemerdekaan Israel. Kurikulum ini fokus pada otoritas pemerintah dan sejumlah simbol dan undang-undang perwakilan. Bagian kedua menawarkan daftar topik untuk dipilih, termasuk “Israel dan Diaspora”, “Hubungan Agama-Negara”, “Konflik Israel-Arab”, dan “Bapak Pendiri”. Dalam kurikulum itu tidak disebutkan keberadaan jutaan orang Palestina atau ketidaksetaraan ekonomi dan sosial di Israel.

Kata-kata seperti kesetaraan tidak disebutkan sama sekali dalam kurikulum baru. Sedangkan dalam kurikulum saat ini, kata ” kesetaraan” muncul sembilan kali, terutama berkaitan dengan persamaan di hadapan hukum.

Sementara kata “loyal” diperkenalkan untuk pertama kalinya dalam konteks menjadi “taat hukum dan setia kepada Negara”. Daftar tujuan tidak mencantumkan kewajiban Negara untuk mengurus dan melayani warga negaranya dan bahwa kata “hak” tidak muncul dalam kurikulum baru tersebut. Sedangkan istilah “martabat manusia” telah dihapus dari kurikulum baru itu.

“Inti dari sistem demokrasi adalah manusia, bersama dengan berbagai kombinasi nilai kesetaraan dan kebebasan. Ini tidak terlihat dalam kurikulum” kata seorang pejabat Kementerian Pendidikan yang berbicara dengan syarat anonim.

 

Berbagai Sumber

Pemukim Israel Teror Warga Palestina di Masafer Yatta

Pemukim Israel Teror Warga Palestina di Masafer Yatta

NewsINH, Hebron – Pemukim Israel garis mengamuk di pintu masuk desa al-Tuwani di Masafer Yatta, di selatan Hebron di Tepi Barat yang diduduki. Mereka meneror warga Palestina dan melarang mereka keluar masuk untuk meninggalkan desa.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa Jumat (18/11/2022), Rateb Jabour salah seorang aktivis lokal setempat mengatakan bahwa sejumlah pemukim Israel yang dijaga oleh tentara meneror warga Palestina di pintu masuk desa dan meneriakkan slogan-slogan rasis yang menyerukan pengusiran orang-orang Palestina.

“Para pemukim juga memblokir jalan saat mereka mengamuk, menolak pergerakan orang Palestina baik yang keluar maupun akan memasuki desa,” katanya.

Menurutnya, kejadian ini adalah yang terbaru dalam gelombang serangan teror yang didukung tentara oleh pemukim Israel di utara, tengah, dan selatan Tepi Barat yang diduduki, yang sejauh ini telah mengakibatkan cedera banyak warga Palestina dan kerusakan pada barang-barang mereka, termasuk kendaraan dan rumah-rumah mereka.

Sebelumnya Khuloud Assaf, pemimpin redaksi media terbesar Palestina juga menjadi korban intimidasi warga Israel dimana mobilnya diserang bersama dengan mobil milik  warga Palestina lainnya oleh pemukim Israel di kota Huwwara, di selatan Nablus di Tepi Barat utara.

Serangan itu mengakibatkan cedera di antara beberapa penumpang dan kerusakan kendaraan. Kejahatan pemukim maupun pasukan pendudukan Israel kerap kali terjadi disejumlah wilayah khususnya di Tepi Barat. Oleh karena itu, Palestina berharap agar dunia international ikut membantu mengatasi perdamaian dikawasan tersebut.

 

Sumber: Wafa

Dorrr…..!!! Salah Tembak, Serdadu Israel Justru Bunuh Warganya Sendiri

Dorrr…..!!! Salah Tembak, Serdadu Israel Justru Bunuh Warganya Sendiri

NewsINH, Ra’anana –  Seorang pria Israel yang dicurigai sebagai warga Palestina tewas di tembak serdadu Israel di pusat kota Ra’anana, melalui perusahaan penyiaran publik milik negara zionis  mereka mengaku salah tembak terhadap pria berusia 40 tahun tersebut.

“Seorang tentara Israel pada hari Senin menembak seorang pria yang dicurigai sebagai penyerang di Persimpangan Ra’anana,” kata Perusahaan Penyiaran Publik Israel.

Dalam laporanya, secara tegas mereka mengakui telah membunuh pria Israel yang diduga sebagai warga Palestina yang dicurigai oleh pihak tentara Israel

“Tentara Israel menembak seorang pria setelah dia secara keliru mengira dia adalah seorang Palestina yang ingin menyerangnya di pusat kota Ra’anana,”

Pria berusia 40 tahun yang menjadi korban salah tembak itu dibawa ke Rumah Sakit Meir di Kfar Saba dalam kondisi serius. Namun, setelah selang beberapa jam kemudian warga Israel ini tewas lantaran tak kuat lagi menahan luka tembak tersebut.

Tak hanya menewaskan seorang warganya, seorang pria paruh baya Israel berusia 50 tahun juga juga dilaporkan mengalami luka-luka di kakinya akibat pecahan peluru.

Disebutkan bahwa kecurigaan percobaan serangan telah dikesampingkan, saat ini pihak kepolisian Israel memulai melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Sejak awal tahun ini, Wilayah Palestina telah menyaksikan eskalasi besar, karena tentara Israel melakukan serangan terus menerus ke kota-kota dan kamp-kamp di Tepi Barat.

Sumber: Middleeastmonitor

Pemukim Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

Pemukim Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

NewsINH, Tel Aviv – Pemukim Israel telah meningkatkan serangan terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat. Pada Ahad (6/11/2022), sedikitnya 50 pemukim menempatkan karavan ilegal di Khirbet Yanun, dekat Kota Aqraba, selatan Nablus, sebagai awal untuk merebut tanah dari warga Palestina.

Dikutip dari Middleeastmonitor pada Senin (7/11/2022) kemarin melaporkan, pejabat yang bertanggung jawab atas pemukiman di Tepi Barat utara, Ghassan Daghlas, mengatakan, Khirbet Yanoun sudah dikelilingi oleh lima pemukiman ilegal.

Pemukiman itu didirikan di atas tanah yang dirampas dari warga Palestina. Pemukiman ilegal ini berkembang dengan mengorbankan tanah Palestina.

Di daerah Ein Fara, barat daya Hebron di Tepi Barat selatan, pemukim telah menghancurkan jaringan irigasi dan menghancurkan tanaman pertanian. Penduduk lokal, Nasr Hajja, mengatakan, sekelompok pemukim dari pemukiman ilegal terdekat Adora telah menghancurkan ladang pertanian di daerah Ain Fara.

Mereka juga menghancurkan jaringan irigasi dan tanaman pertanian. Daerah Ain Fara merupakan sumber mata air yang digunakan oleh warga Palestina untuk mengairi tanaman mereka.

Hajja menambahkan, pemukim terus-menerus menyerang daerah Ain Fara. Mereka mendirikan tenda dan melakukan doa Talmud serta mengadakan pesta di daerah itu. Langkah pemukim Israel ini merupakan upaya untuk merebut daerah itu agar dapat memperluas pemukiman Adora.

Pemukim juga mulai membajak tanah di daerah Makhoul di Lembah Yordan utara, sebagai upaya awal untuk merebutnya dari warga Palestina. Aktivis hak asasi manusia, Aref Daraghmeh, mengatakan, para pemukim mulai membajak tanah di daerah Al-Owaisat, yang terletak di timur Khallet Makhoul.

Daraghmeh menjelaskan, tanah di Lembah Yordan utara adalah milik pribadi yang dimiliki oleh warga Palestina. Mereka tidak dapat mengaksesnya selama hampir sepuluh tahun karena tindakan pendudukan dan pemukim Israel.

 

Sumber: Memo/Republika

Dua Anggota Pasukan Keamanan Palestina di Nablus Gugur di Tembak Serdadu Israel

Dua Anggota Pasukan Keamanan Palestina di Nablus Gugur di Tembak Serdadu Israel

NewsINH, Nablus – Dua warga Palestina yang merupakan anggota Pasukan Keamanan Palestina di Nablus meninggal dunia setelah di tembak Serdadu Zionis Israel, di Tepi Barat. Kedua korban gugur setelah dihujani peluru yang ditembakan oleh pasukan Israel.

Dilansir dari kantor berita Wafa, Senin (31/10/2022) Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan, dua warganya yang tewas ditembak pasukan Israel adalah Imad Abu Rashid (47 tahun) dan Sami Zabara (35 tahun). Rashid tewas setelah perut, dada, dan kepalanya tertembak. Sementara Zabara meninggal karena luka kritis akibat peluru yang menghunjam jantungnya.

Terkait tewasnya dua warga Palestina tersebut, pasukan Israel mengatakan bahwa mereka telah menerima informasi mengenai serangan penembakan dari kendaraan yang bergerak pada sasaran militer di dekat Nablus.

“Tentara yang melakukan aktivitas rutin di daerah itu mengidentifikasi dua kendaraan yang mencurigakan dan merespons dengan tembakan langsung ke arah mereka, serangan diidentifikasi,” katanya, tanpa merinci apakah ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut sejumlah sumber lokal, Rashid dan Zabara berasal dari kamp Askar, dekat Nablus. Keduanya disebut merupakan anggota Pasukan Keamanan Palestina. Sumber-sumber itu mengungkapkan bahwa Rashid dan Zabara tewas dalam konfrontasi bersenjata dengan pasukan Israel di Huwara, selatan Nablus.

Pada Selasa (25/10) lalu, sebanyak lima warga Palestina juga tewas saat pasukan Israel menggelar operasi di beberapa titik di Nablus. Bentrokan dengan aparat Israel juga turut menyebabkan 21 warga lainnya terluka.

Sejumlah saksi mata, seperti dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA, mengungkapkan, saat pasukan Israel melaksanakan operasinya, terdengar rentetan tembakan dan ledakan kemudian diikuti asap yang membubung. “Bentrokan sengit pecah sebagai akibat antara warga Palestina dan tentara (Israel), karena lebih banyak pasukan dibawa ke Nablus didukung oleh pesawat nirawak (drone),” demikian Wafa menulis dalam laporannya.

Menurut keterangan saksi-saksi, pasukan Israel kemudian mengambil alih atap yang menghadap ke pusat kota. Mereka pun menembaki anggota pasukan keamanan Palestina. Sejumlah saksi juga mengungkapkan bahwa pasukan Israel sempat mengepung sebuah rumah. Dari dalam rumah tersebut, beberapa pemuda Palestina melepaskan tembakan ke arah mereka.

Pada saat yang sama, sebuah misil ditembakkan ke sebuah mobil di lingkungan Nablus. Seorang warga tewas hingga tubuhnya hangus akibat serangan tersebut. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah sakit Rafidya.

Karena ambulans Bulan Sabit Merah Palestina dicegah pasukan Israel memasuki Nablus, warga Palestina bahu membahu membawa korban luka dan tewas lainnya ke rumah sakit. Menurut militer Israel, operasi di Nablus bertujuan menggerebek tempat persembunyian yang digunakan untuk meracik bahan peledak.

Tempat persembunyian itu juga diklaim merupakan markas Den of Lions. Mereka adalah kelompok yang telah terlibat dalam konfrontasi bersenjata dengan pasukan Israel selama beberapa pekan terakhir. Pasukan Israel mengaku berhasil meledakkan tempat peracikan bahan peledak dalam operasinya di Nablus.

 

Sumber: Wafa/Republika

 

Kamp Pengungsi Palestina Dikepung, Ribuan Yahudi Fanatik Ritual di Komplek Al Aqsha

Kamp Pengungsi Palestina Dikepung, Ribuan Yahudi Fanatik Ritual di Komplek Al Aqsha

NewsINH, Al Quds – Pengepungan Israel di kamp pengungsi Shufat dan kota Anata di dekat timur laut Yerusalem telah memasuki hari keempat. Sementara itu ribuan umat Yahudi fanatik juga menyerbu tempat suci ketiga bagi umat Islam yakni Masjid Al-Aqsa di kota tua al Quds untuk melakukan ritual yang dianggap ilegal menurut berbagai sumber.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa Rabu (12/10/2022), kehidupan ribuan warga Palestina di kamp pengungsi Shufat dan Anata semakin memprihatinkan setelah otoritas pendudukan Israel memutuskan untuk secara kolektif menghukum lebih dari 130.000 warga Palestina dari dua lingkungan ini dengan mengunci secara masal.

Tindakan otoritas Israel menyusul setelah terjadinya serangan penembakan di pos pemeriksaan tentara di pintu masuk kamp tersebut pada Sabtu malam pekan lalu yang menyebabkan satu tentara tewas dan satu tentara lainya terluka parah.

Sejak malam kejadian itu, pasukan Israel menutup pos pemeriksaan yang mengarah ke Yerusalem Timur yang diduduki dan semua jalan akses yang menuju ke dua lingkungan itu dikunci untuk mencegah semua orang Palestina, termasuk pelajar, orang sakit, orang tua, dan karyawan untuk meninggalkan lingkungan tersebut.

Tindakan konyol Israel ini digambarkan sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasalnya, ribuan orang Palestina itu mengalami kesulitan diberbagai bidang.

Tak hanya mengunci akses keluar masuk wilayah tersebut, pasukan pendudukan Israel juga terus melakukan pencarian dan masuk ke rumah-rumah warga serta menahan orang-orang Palestina secara acak dengan dalih mencari orang di balik serangan tersebut.

Sementara itu, dengan persenjataan ala kadarnya sejumlah remaja Palestina mencoba melakukan perlawanan atas kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Israel mereka menerobos ke lingkungan mereka dan menyerang dengan menggunakan batu dan botol, sementara tentara zionis Israel merespons dengan tembakan gas air mata.

Provokasi Israel terhadap Palestina juga dilakukan melalui Kota Tua Yerusalem atau Al Quds di mana lebih dari 100 orang Yahudi fanatik menyerbu Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah satu situs suci bagi umat Islam. Mereka melakukan ritual ilegal di tempat suci khusus Muslim sementara polisi menjauhkan warga Palestina dari mereka.

Para fanatik berusaha untuk mengubah status quo yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Masjid dengan memaksa pemerintah sayap kanan Israel untuk mengizinkan mereka secara bebas melakukan ibadah di dalam halaman kompleks Masjid Al-Aqsha dengan tujuan akhhir merebut dan membangun sebuah kuil Yahudi di situs tersebut. Langkah dan tindakan para pejabat Israel ini bisa memicu ledakan dan perselisihan antar agama di kota suci tersebut.

Sementara itu, polisi Israel menyerang warga Palestina di Kota Tua Yerusalem ketika orang-orang fanatik Yahudi berbaris di lorong-lorongnya dan memprovokasi penduduk Palestina dan pemilik toko, menangkap beberapa orang.

 

Sumber: Wafa

PBB: Perang Telah Membunuh 1,5% Populasi Suriah

PBB: Perang Telah Membunuh 1,5% Populasi Suriah

NewsINH, Jenewa – Perang saudara yang berlangsung di Suria sejak Maret 2011 silam telah menewaskan sebanyak 306.887 warga sipil. Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyebutkan jumlah kematian tersebut sekitar 1,5 persen dari populasi penduduk Suriah sebelum terjadinya peperangan.

Konflik Suriah muncul dari protes damai terhadap pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad pada Maret 2011 dan berubah menjadi konflik berlarut-larut yang menyedot perhatian dunia. Upaya peredaman terus dilakukan selama bertahun-tahun, tetapi kekerasan terus berlanjut

Korban tewas terbaru berdasarkan delapan sumber informasi dan mencakup 10 tahun pertama konflik hingga Maret 2021, rata-rata berjumlah 83 kematian setiap hari, 18 di antaranya adalah anak-anak.

“Jumlah korban sipil dalam 10 tahun terakhir mewakili 1,5 persen dari total populasi Republik Arab Suriah pada awal konflik, meningkatkan keprihatinan serius atas kegagalan pihak-pihak dalam konflik untuk menghormati kemanusiaan internasional. Norma hukum tentang perlindungan warga sipil,” tulis laporan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Namun, diperkiraan jumlah itu tidak dianggap mewakili “hanya sebagian dari semua kematian”, kata laporan itu, karena kasus kematian yang didata hanya mencakup mereka yang meninggal sebagai akibat langsung dari perang dan bukan kematian tidak langsung karena kurangnya perawatan kesehatan atau akses ke makanan atau air. Juga tidak termasuk kematian non-sipil.

Penyebab utama kematian warga sipil adalah dari apa yang disebut “senjata ganda” (35,1 persen) yang mencakup bentrokan, penyergapan dan pembantaian, sebuah laporan PBB yang menyertai pernyataan itu menunjukkan. Penyebab kematian kedua adalah oleh senjata berat (23,3 persen).

Kepala hak asasi PBB, Michelle Bachelet, mengatakan analisis terbarunya akan memberikan “rasa yang lebih jelas tentang tingkat keparahan dan skala konflik”.

PBB mengatakan tahun lalu bahwa setidaknya 350.209 orang telah tewas di Suriah sejauh ini. Namun, Francesca Marotta, yang bertanggung jawab atas metodologi di kantor hak asasi PBB, mengklarifikasi pada hari Selasa bahwa angka-angka itu juga termasuk non-sipil.

 

Sumber: Middleeastmonitor