Sejak Genosida Israel di Gaza, 6.050 Pelajar di Gaza dan Tepi Barat Dibunuh IDF

Sejak Genosida Israel di Gaza, 6.050 Pelajar di Gaza dan Tepi Barat Dibunuh IDF

NewsINH, Gaza – Kementerian Pendidikan Palestina mengungkapkan sebanyak 6.050 pelajar Palestina telah dibunuh oleh pasukan penjajah Israel (IDF) di Gaza dan Tepi Barat, jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak terjadinya perang genosida Israel sejak 7 Oktober 2023 silam.

Tak hanya itu, ratusan tenaga pengajar dan staff sekolah juga syahid dalam serangan brutal Israel ke sejumlah wilayah Palestina terutama di Jalur Gaza.

“Selain yang syahid, 10.219 siswa juga terluka. 5.994 syuhada terbunuh di Gaza, dan 9.890 orang terluka. Selain korban jiwa di Tepi Barat–56 pelajar gugur dan 329 luka-luka–105 lainnya ditahan oleh pasukan penjajah,” tulis laporan Pusat Informasi Palestina.

Kementerian menambahkan bahwa 266 guru dan administrator sekolah telah syahid dan 973 lainnya terluka di Gaza. Sementara enam orang terluka dan setidaknya 73 orang ditangkap di Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa 351 sekolah negeri dan 65 sekolah yang dikelola UNRWA telah dibom dan dirusak di Jalur Gaza; 111 di antaranya rusak berat, dan 40 hancur total. Kurang dari 60 sekolah diserang dan dirusak di Tepi Barat.

Para pejabat telah mengkonfirmasi bahwa 620 ribu siswa di Jalur Gaza kehilangan hak pendidikan karena genosida yang sedang berlangsung di wilayah kantong tersebut. Banyak dari mereka kini menderita trauma psikologis dan menghadapi kondisi kehidupan dan kesehatan yang sangat sulit.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa sejak dimulainya serangan Israel di wilayah tersebut telah meningkat menjadi 32.916 warga Palestina, dengan 75.494 orang terluka. Lebih dari 72 persen korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

 

Sumber: Republika

Penjahat Perang, 650 Pengacara Chile Adukan Israel ke ICC

Penjahat Perang, 650 Pengacara Chile Adukan Israel ke ICC

NewsINH, Santiago – Lebih dari 650 pengacara Chile mengajukan pengaduan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap pemerintah Israel dibawa kepemimpinan presiden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pengaduan tersebut dilatarbelakangi aksi kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida dan kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Langkah hukum itu diajukan oleh delegasi pengacara Chile, di antaranya pengacara Chile sekaligus mantan duta besar, Nelson Hadad, Wakil Presiden Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) Shawan Jabarin dan pengacara sekaligus profesor Chile, Rodolfo Marcone-Lo Presti.

Menurut Nelson Haddad, pengacara dari berbagai negara Amerika Latin rencananya akan bergabung dengan mereka untuk mengadukan otoritas Israel.

Sumber: WAFA/Antara

Orang Sudah Meninggal Pun Tak Punya Martabat, 16 Area Pemakaman di Gaza Dihancurkan Militer Israel

Orang Sudah Meninggal Pun Tak Punya Martabat, 16 Area Pemakaman di Gaza Dihancurkan Militer Israel

NewsINH, Gaza – Kantor berita CNN merilis hasil investigasi terbaru serangan militer Israel di Jalur Gaza, Palestina. dalam laporan yang dipublikasi pada Jumat, 19 Januari 2024 kemarin, menemukan militer Israel menghancurkan setidaknya 16 pemakaman warga Palestina di Gaza. Batu nisan hancur, tanah terbalik, dan beberapa mayat digali.

CNN mewartakan mereka meninjau citra satelit dan rekaman media sosial yang memperlihatkan kuburan yang dihancurkan. Tim investigasi CNN melihat kejadian ini secara langsung saat melakukan perjalanan dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam konvoi.

“Bukti-bukti tersebut secara keseluruhan mengungkap praktik sistematis yang dilakukan pasukan darat Israel di Jalur Gaza,” demikian pemberitaan CNN.

Terbaru, tentara Israel menghancurkan tempat pemakaman di Khan Younis, Gaza selatan, tempat eskalasi pertempuran pada awal pekan. IDF mengatakan pada CNN, tindakan itu bagian dari pencarian jasad sandera yang ditahan Hamas pada serangan 7 Oktober.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan awal pekan ini ada 253 warga Israel disandera oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober. Menurut para pejabat Israel, sekitar 132 sandera masih berada di Gaza, di mana dari jumlah tersebut sebanyak 105 masih hidup, dan 27 sudah tewas.

IDF mengatakan salah satu misi utamanya di Gaza adalah menyelamatkan para sandera dan menemukan serta mengembalikan jenazah mereka, maka dari itu jenazah dipindahkan dari beberapa pemakaman Palestina.

Baca Juga: Ya Allah, 60 Ribu Ibu Hamil di Gaza Mengalami Komplikasi Kehamilan

Perihal penghancuran 16 area pemakaman, seorang juru bicara IDF mengatakan kepada CNN bahwa militer terkadang tidak punya pilihan lain selain menargetkan kuburan yang mereka klaim digunakan Hamas untuk tujuan militer.

Dalam kasus lain, militer Israel ditemukan tampak menggunakan kuburan sebagai pos militer. Analisis CNN terhadap citra satelit dan video menunjukkan buldoser Israel mengubah beberapa kuburan menjadi tempat untuk memperkuat posisi mereka.

Sebelumnya, Afrika Selatan membahas penghancuran kuburan yang dilakukan IDF di Gaza dalam argumen hukumnya saat sidang di Mahkamah Internasional (ICJ) pada 11 Januari lalu, dengan alasan Israel melakukan genosida.

“Lebih banyak kuburan massal akan digali. Lebih banyak kuburan akan dibuldoser dan dibom. Mayat-mayat akan digali dengan kejam, sehingga orang yang sudah meninggal pun tidak akan mendapatkan martabat atau kedamaian,” kata pengacara Blinne Ni Ghralaigh dalam argumennya.

Dalam dokumen kasus, Afrika Selatan menggunakan laporan terpisah New York Times pada Desember 2023 dan Al Jazeera pada Januari 2024 tentang kuburan-kuburan warga Gaza yang dihancurkan oleh IDF. Laporan organisasi pemantau HAM Euro-Med Monitor pada Desember 2023 juga menjadi rujukan. Euro-Med mengatakan pihaknya melakukan dokumentasi lapangan dan menemukan tentara Israel telah menargetkan sebagian besar pemakaman di Jalur Gaza, termasuk beberapa di Gaza utara.

 

Sumber: TEMPO/CNN/ THE NEW ARAB

Biadab, 3 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Tepi Barat

Biadab, 3 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Tepi Barat

NewsINH, Tepi Barat – Pasukan Israel semakin bengis dan keji. Tak hanya wilayah Jalur Gaza yang diserang mereka juga membunuh tiga warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Dua orang meninggal di Dura dekat Hebron, dan satu orang lagi meninggal di dekat Tulkarem.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, setidaknya tiga warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Dua warga Palestina ditembak pada hari Senin saat terjadi konfrontasi dengan militer Israel di kota Dura dekat Hebron di Tepi Barat bagian selatan,

“Mohammed Hasan Abu Sabaa, 22, meninggal setelah dia ditembak tepat di jantungnya oleh pasukan Israel,” kata Kementrian Kesehatan seperti di kutip dari Wafa, Selasa (16/1/2024).

Sementara itu, Ahed Mahmoud Mohammed, 23, meninggal setelah dia ditembak di kepala, kata direktur Rumah Sakit Pemerintah Dura. Sepuluh orang lainnya diangkut ke rumah sakit dengan luka tembak.

“Dalam insiden terpisah, Fares Khalifa, 37, ditembak mati oleh pasukan Israel di dekat Tulkarem di bagian utara Tepi Barat,” jelasnya.

Militer Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan ke arah sekitar 100 warga Palestina yang ikut serta dalam protes di mana batu bata dan bom api dilemparkan ke arah tentara. Pihak militer mengatakan pria yang tertembak itu melemparkan bom api, namun tidak memberikan bukti atas tuduhan tersebut.

Sejak perang di Jalur Gaza yang terkepung dimulai pada tanggal 7 Oktober, Tepi Barat telah mengalami peningkatan kekerasan dan serangan oleh pasukan Israel yang belum pernah terjadi sejak Intifada kedua pada tahun 2000 hingga 2005.

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), pasukan Israel telah membunuh 30 warga Palestina, termasuk tujuh anak-anak, di Tepi Barat dalam 15 hari pertama tahun ini.

Tahun lalu, 507 warga Palestina terbunuh, angka kematian tahunan tertinggi sejak OCHA mulai mencatat korban jiwa pada tahun 2005.

 

Sumber: Wafa

24 Ribu Nyawa Warga Palestina Melayang Akibat Genosida Israel

24 Ribu Nyawa Warga Palestina Melayang Akibat Genosida Israel

NewsINH, Gaza – Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 132 jenazah yang wafat dalam pengeboman Israel dalam 24 jam terakhir sudah dibawa ke rumah sakit di permukiman rakyat Palestina tersebut. Kelompok Pertahanan Sipil Gaza mengatakan 33 orang wafat dalam serangan udara di Kota Gaza.

Dalam laporan harian, Senin (15/1/2024), kementerian mengatakan rumah sakit juga menerima 252 korban luka. Kementerian menambahkan total korban jiwa dalam serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober lalu menjadi 24.100 orang. Sementara 60.834 korban luka.

Kementerian yang tidak membedakan korban jiwa kombatan dan warga sipil mengatakan dua pertiga korban tewas adalah anak-anak dan perempuan. Israel mengatakan mereka membunuh sekitar 8.000 milisi selama perang.

Sebelumnya dilaporkan, Paus Fransiskus menyamakan serangan Israel dengan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya kepada publik yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus.

“Jangan lupa berapa banyak orang yang menderita akibat kekejaman perang di berbagai belahan dunia, terutama di Ukraina, Palestina dan Israel,” kata Paus, Ahad (15/1/2024).

Fransiskus menyesalkan pada awal tahun, kita saling bertukar harapan untuk perdamaian, tetapi senjata terus membunuh dan menghancurkan. Ia mendesak untuk merenungkan fakta perang menabur kematian di antara warga sipil dan menghancurkan kota dan infrastruktur. Dengan kata lain, saat ini, perang itu sendiri adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Hal ini disampaikan usai kasus sidang genosida terhadap rakyat Palestina yang diajukan Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional (ICJ). Meskipun kasus ini kemungkinan besar akan memakan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan, pengadilan tertinggi PBB dapat memutuskan dalam beberapa minggu atas permintaan Afrika Selatan untuk memerintahkan penghentian serangan Israel dengan segera. Tidak diketahui apakah Israel akan mematuhi perintah pengadilan

 

Sumber: AP/Republika

Israel Serang Sekolah PBB Sebelum Gencatan Senjata, 30 Warga Palestina Meninggal

Israel Serang Sekolah PBB Sebelum Gencatan Senjata, 30 Warga Palestina Meninggal

NewsINH, Gaza – Israel menyerang Gaza menjelang gencatan senjata, menewaskan dan melukai puluhan orang. Serangan udara menghantam sekolah milik PBB, rumah sakit Indonesia dan bangunan tempat tinggal di seluruh wilayah Gaza, Palestina.

Puluhan warga Palestina tewas dan ratusan lainnya luka-luka ketika pasukan Israel meningkatkan serangan di Gaza menjelang gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat pagi waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada hari Kamis 27 korban jiwa akibat serangan di Sekolah Abu Hussein. Dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), sekolah di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara menampung banyak pengungsi Palestina.

Pasukan Israel juga melancarkan serangan baru terhadap Rumah Sakit Indonesia, menargetkan pintu masuk utama dan generator listrik.

Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian, mengatakan rumah sakit tersebut mengalami “pengeboman hebat”, dan “sebagian besar bangunan” menjadi sasaran.

Lebih dari 200 pasien, staf medis, dan pengungsi saat ini berada di rumah sakit di Beit Lahiya, yang telah dikepung selama seminggu.

Korban tewas warga Palestina akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah melonjak menjadi 14.854 orang, kata kantor media pemerintah di daerah kantong yang diblokade itu pada Kamis.

Sekitar 7.000 orang masih belum ditemukan, termasuk lebih dari 4.700 anak-anak, kata kantor media.

Belum ada tanggapan dari militer Israel mengenai berita tersebut. Israel meluncurkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza setelah mendapat serangan lintas batas oleh HAmas pada 7 Oktober, menewaskan lebih dari 14.854 warga Palestina, termasuk 6.150 anak dan lebih dari empat ribu perempuan, menurut otoritas kesehatan di wilayah kantung tersebut. Sementara itu, jumlah korban tewas Israel, mencapai 1.200 jiwa menurut data resmi.

 

Sumber: Aljazeera

Gencatan Senjata Israel dan Hamas Ditunda Hingga Jumat Besok

Gencatan Senjata Israel dan Hamas Ditunda Hingga Jumat Besok

NewsINH,Palestina – Belum genap 24 jam pengumuman gencatan senjata selama 4 hari kedepan disepakati. Pertukaran 50 sandera yang ditawan Hamas dengan 150 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel ditunda hingga hari Jumat (24/11/2023).

Gencatan senjata sementara antara kedua pihak pun juga tertunda. “Pelepasan akan dimulai sesuai kesepakatan awal antara para pihak, dan tidak sebelum hari Jumat,” kata Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi dalam sebuah pernyataan, Kamis (23/11/2023) kemarin.

Berbagai media Israel dan Arab juga melaporkan bahwa penundaan pertukaran tahanan dan sandera telah menyebabkan gencatan senjata Israel-Hamas tertunda.

Seorang sumber Israel mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa pertempuran di Gaza tidak akan berhenti selama belum ada batas waktu yang pasti untuk perjanjian dengan Hamas.

BBC juga melaporkan bahwa sumber pemerintah Israel mengatakan akan ada penundaan gencatan senjata, yang diperkirakan akan dimulai pada pukul 10.00 pagi pada hari Kamis dan pembebasan sandera diperkirakan akan dimulai segera setelahnya. Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan kepada kantor berita AFP pada Kamis pagi bahwa pertempuran antara Israel dan Hamas tidak akan berhenti “sebelum hari Jumat”.

Dilain pihak, Pemerintah Iran memperingatkan ancaman meluasnya perang Israel-Hamas di Gaza jika gencatan senjata tidak diperpanjang. Peringatan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian saat mengunjungi Beirut, Lebanon, pada Rabu kemarin.

“Jika gencatan senjata ini dimulai besok, jika tidak dilanjutkan, kondisi di kawasan tidak akan sama seperti sebelum gencatan senjata dan cakupan perang akan meluas,” katanya kepada saluran televisi Al-Mayadeen.

“Kami tidak berupaya memperluas cakupan perang,” ujarnya.

“Jika intensitas perang meningkat, setiap kemungkinan akan memperluas cakupan perang,” paparnya, yang dilansir Al Arabiya, Kamis (23/11/2023).

Israel dan Hamas pada Rabu mengatakan mereka telah menyetujui gencatan senjata selama empat hari dalam perang Gaza. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Hamas akan membebaskan sedikitnya 50 sandera yang mereka tawan dalam serangan mematikan ke Israel pada 7 Oktober.

Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sedikitnya 150 tahanan Palestina dan mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Gaza setelah lebih dari enam minggu melakukan pengeboman.

Amir-Abdollahian mengatakan Iran melihat dua pilihan yang diambil Israel. “Pertama, gencatan senjata kemanusiaan yang berubah menjadi gencatan senjata permanen,” katanya.

“Kedua adalah dengan mengancam rakyat Palestina, maka rakyat Palestina akan memutuskan sendiri,” ujarnya. “[Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu tidak dapat mewujudkan mimpinya untuk menghancurkan Hamas,” imbuh diplomat top Iran tersebut.

“Kami mendukung keputusan apa pun yang diambil Hamas,” sambung Amir-Abdollahian.

Dalam kunjungan keduanya ke Lebanon sejak perang Israel-Hamas dimulai, diplomat Iran itu bertemu dengan pejabat senior Lebanon dan Palestina. Sementara itu, di perbatasan antara Lebanon dan Israel telah terjadi peningkatan baku tembak, terutama antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, serta kelompok-kelompok Palestina.

Hal itu meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas. Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati menekankan perlunya gencatan senjata total dan menghentikan agresi Israel di Gaza. “Mikati juga mendesak negara-negara berpengaruh untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya terhadap Lebanon selatan, dan menghentikan penargetan terhadap warga sipil dan jurnalis pada khususnya,” kata Kantor Mikati.

 

Sumber:Sindonews

 

Israel Putus Aliran Listrik, Jalur Gaza Gelap Gulita

Israel Putus Aliran Listrik, Jalur Gaza Gelap Gulita

NewsINH, Gaza – Pertempuran dahsyat yang berlangsung di Jalur Gaza, Palestina antara pasukan pejuang kemerdekaan Palestina dengan militer Israel berdampak terhadap krisis energi dikawasan tersebut. Alih-alih balas dendam, otoritas Israel justru memutus pasokan listrik dan mengakibatkan Gaza gelap gulita.

“Warga Palestina berada dalam kegelapan total setelah Israel memutus aliran listrik. Ini terjadi setelah kelompok pejuang Hamas yang bertempur melawan Israel,” kata Muhammad warga yang tinggal di Jalur Gaza, Selasa (10/10/2023).

Warga Palestina mencari orang-orang terkasih di tengah reruntuhan dan kegelapan total, saat malam tiba dan Israel memutus semua aliran listrik ke daerah kantong penduduk  yang terkepung.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, menteri energi Israel mengumumkan untuk memutus aliran listrik di Jalur Gaza.

“Kami khawatir hal ini dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi orang-orang yang terluka dan mencari perawatan di rumah sakit,” sebut pejabat Kementerian Kesehatan Palestina.

Hingga hari ke empat pasca pertempuran hari pertama pada Sabtu (7/10/2023) kemarin Israel terus membombardir Gaza dengan dalih sebagai tanggapan atas serangan yang diluncurkan pasukan pejuang kemerdekaan Palestina.

Serangkaian serangan udara Israel menghantam pusat Kota Gaza, yang berpenduduk sekitar setengah juta orang.

Serangan tersebut terjadi setelah juru bicara militer Israel mendesak warga Palestina di Gaza untuk mengevakuasi rumah mereka dan memerintahkan agar pihak yang mengkritik Israel mengecam hal tersebut, karena tidak ada protokol evakuasi atau tempat perlindungan di wilayah kantong yang terkepung.

Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia dari kedua belah pihak telah mencapai lebih dari 1.200 jiwa. Korban yang meninggal di pihak Palestina didominasi anak-anak, wanita dan pria dewasa.

 

Sumber: Middle East Eye

Pekerja RS Indonesia di Gaza Meninggal dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Pekerja RS Indonesia di Gaza Meninggal dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Seorang pekerja Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina ikut menjadi korban kebrutalan tentara zionis Israel dalam penyerangan yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023).

Saksi mata mengatakan, serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel sejak dinihari tadi telah menyasar sebuah rumah sakit di Beit Lahyia, utara Jalur Gaza.

“Satu rudal Israel menghantam Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, menewaskan seorang pekerja dan melukai lainnya serta menyebabkan kerusakan pada peralatan penting rumah sakit,” kata saksi mata tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina membenarkan adanya korban tewas dan sejumlah orang terluka dalam serangan udara Israel yang melanda Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara.

Satu orang yang menjadi korban tewas serangan itu merupakan tenaga medis Palestina. Serangan Israel menghancurkan beberapa bagian rumah sakit.

Serangan udara Israel merupakan balasan dari serbuan ribuan roket yang ditembakkan pejuang Hamas ke Negeri Zionis tersebut pada Sabtu (7/10) pagi waktu setempat.

Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata kelompok perlawanan Palestina Hamas, mengumumkan dimulainya operasi dengan roket yang menargetkan lokasi musuh seperti bandara, dan instalasi militer Israel.

“5.000 roket dan peluru ditembakkan dari Gaza menuju Israel dalam 20 menit pertama operasi,” kata Brigade Al-Qassam dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu.

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, pertama kali dibuka pada 27 Desember 2015. Dana pembangunannya berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia menghabiskan dana sekitar US$9 juta. Kapasitas rumah sakit ini adalah 110 tempat tidur. Lokasinya di sebuah puncak bukit di luar Jabalya, kamp pengungsi terbesar di Jalur Gaza.

 

Sumber: Wafa/CNNIndonesia

 

Bahaya,…!!! Perlahan Israel Akan Kuasai Tepi Barat dari Palestina

Bahaya,…!!! Perlahan Israel Akan Kuasai Tepi Barat dari Palestina

NewsINH, Palestina – Lemahnya dukungan dunia international dalam memandang sengketa kawasan di Palestina dinilai menjadi pemicu Israel terus mengepakan sayapnya di negeri para nabi tersebut. Semakin hari wilayah Palestina di Tepi Barat semakin tergerus dan diambil alih oleh Israel.

Dilangsir dari republika, Jumat (15/9/2023), Wilayah Tepi Barat milik bangsa Palestina terus menerus digerogoti pemerintahan sayap kanan. Tidak tertutup kemungkinan Israel bakal mengambil langkah ekstrem dengan mencaplok Tepi Barat secara permanen. Jika hal itu terjadi, mimpi dua negara sebagai solusi perdamaian di Palestian hampir dipastikan tak akan terwujud.

Tepi Barat adalah satu dari dua wilayah utama Palestina yang diduduki selain Yerusalem Timur. Sementara wilayah Jalur Gaza masih dalam blokade permanen oleh Israel.

Komunitas internasional mengakui bahwa Tepi Barat semestinya adalah hak bangsa Palestina. Belakangan, Israel kian gencar melakukan tindakan-tindakan yang mengabaikan konsensus internasional tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu diam-diam telah mengambil sejumlah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memperkuat kendali Israel atas wilayah pendudukan Tepi Barat. Sedangkan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengambil alih kekuasaan baru atas wilayah pendudukan dalam perjanjian koalisinya dengan Netanyahu.

Smotrich bergerak cepat menyetujui ribuan pemukiman baru Yahudi, melegalkan pemukiman liar yang sebelumnya tidak sah, dan mempersulit warga Palestina untuk membangun rumah. Sebagai menteri pemerintah pertama yang mengawasi kehidupan sipil di Tepi Barat, peran Smotrich merupakan pengakuan bahwa pendudukan militer Israel selama 56 tahun tidak bersifat sementara tetapi permanen.

“Jika Smotrich mempertahankan posisi ini selama empat tahun, kita tidak akan bisa kembali lagi,” kata Ilan Paz, mantan kepala Administrasi Sipil Israel, sebuah badan militer yang mengawasi urusan sipil di Tepi Barat.

Netanyahu menawarkan konsesi besar kepada anggota parlemen yang propemukim seperti Smotrich untuk membentuk koalisi pemerintahannya tahun lalu. Perjanjian koalisi tersebut membentuk sebuah badan pemukim Israel baru, yang dipimpin oleh Smotrich, di dalam Kementerian Pertahanan untuk mengelola pembangunan Yahudi dan Palestina di 60 persen wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel.

“Ini semacam revolusi, pengalihan kekuasaan dari militer, dengan kewajiban hukumnya untuk mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat yang diduduki, kepada mereka yang hanya berkomitmen untuk kepentingan Israel,” kata pengacara hak asasi manusia, Michael Sfard.

Smotrich mengatakan, dia berupaya melipatgandakan populasi pemukim, membangun jalan dan lingkungan, serta menghapus perbedaan antara kehidupan warga Israel di Tepi Barat dan di wilayah Israel. Smotrich berharap bisa menghancurkan harapan kemerdekaan Palestina.

Sebagai menteri keuangan, Smotrich dapat menyalurkan dana pembayar pajak untuk proyek infrastruktur Tepi Barat. Anggaran Israel pada 2024 merupakan anggaran tertinggi sepanjang masa sebesar yaitu mencapai 960 juta dolar AS atau seperempat dari seluruh dana Kementerian Perhubungan. Dana ini digunakan untuk pembangunan jaringan jalan raya yang menghubungkan Israel dengan Tepi Barat.

Smotrich dan para pendukungnya melihat Tepi Barat sebagai tanah air orang-orang Yahudi sesuai dalam kisah yang tertulis di Taurat. Dia membayangkan sebuah negara tunggal yang membentang dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania.

“Kami merasa negara tidak pernah memprioritaskan kami karena tempat tinggal kami. Smotrich mengubah hal itu,” kata juru bicara Smotrich, Eitan Fuld.

Sekitar setengah juta pemukim tinggal di Tepi Barat, yang direbut Israel bersama dengan Yerusalem timur dan Gaza dalam perang Timur Tengah pada 1967. Komunitas internasional menganggap pemukiman tersebut ilegal.

Para ahli dan pejabat mengatakan, kebijakan Smotrich telah memperburuk penderitaan warga Palestina dan menambah keberanian para pemukim yang melakukan kekerasan. Kebijakan Smotrich juga menimbulkan kekacauan di dalam institusi militer Israel. Perluasan pemukiman baru-baru ini juga telah memperburuk hubungan pemerintahan Netanyahu dengan Gedung Putih.

“Smotrich mengambil alih Administrasi Sipil, satu-satunya alat yang dimiliki Israel untuk menenangkan keadaan. Tepi Barat akan meledak,” kata mantan komandan militer Tepi Barat Gadi Shamni.

Menurut data PBB, serangan pemukim telah melonjak lebih dari 30 persen tahun ini, dibandingkan 2022. Pemerintah Israel telah menyetujui pembangunan 13.000 unit pemukiman Yahudi dan melegalkan 20 pemukiman liar yang dibangun tanpa izin.

Di bawah Smotrich, pihak berwenang Israel terus melakukan pembongkaran bangunan milik Palestina yang dibangun tanpa izin. Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), badan Israel yang mengurusi wilayah pendudukan mengakui, pada Juli mereka menolak lebih dari 95 persen permintaan izin Palestina.

Menurut kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem, penghancuran bangunan Palestina tahun ini sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu, yang merupakan jumlah pengrusakan terbesar setidaknya sejak 2006. Sementara itu, pihak berwenang Israel telah mengurangi upaya untuk mengevakuasi pemukiman liar.

“Ini adalah pemerintahan terbaik yang pernah kami miliki,” kata seorang pemukim, Shulamit Ben Yashar (32 tahun) dari pemukiman liar Asa’el di perbukitan gersang di selatan Hebron.

Demam renovasi memuncak di taman bermain Asa’el ketika para ibu menceritakan rencana mereka untuk menukar karavan bobrok dan generator yang rusak dengan beton dan jaringan listrik nasional Israel. Sementara tetangga mereka di Palestina menghadapi pengusiran oleh otoritas Israel dan peningkatan serangan dari pemukim ilegal Yahudi. Penduduk di daerah pedesaan mengatakan, Smotrich dan sekutunya telah memeras kehidupan komunitas mereka.

“Kami hampir tidak bisa bernapas,” kata seorang warga Palestina, Sameer Hammdeh (38 tahun).

Bulan lalu, dua ekor unta milik Hammdeh mati setelah tersandung kabel yang dipasang oleh pemukim Yahudi. Warga Palestina mengatakan, provokasi pemukim mencerminkan rasa impunitas yang ditanamkan oleh pemerintah.

Smotrich dan sekutunya berjanji untuk mempercepat laju pembangunan pemukiman. Pada Juli, pemerintah memangkas enam tahap persetujuan yang diperlukan untuk kemajuan pemukiman menjadi dua tahap yaitu melalui persetujuan Smotrich dan komite perencanaan.

“Hal ini memungkinkan untuk membangun lebih banyak lagi,” kata Zvi Yedidia Sukkot, anggota parlemen dari partai Zionis Religius Smotrich.

Partai tersebut telah mengusulkan alokasi 180 juta dolar AS untuk merenovasi perumahan pemukiman, termasuk membangun rumah sakit dan sekolah baru. Pihak berwenang sedang membangun dua jalan pintas baru yang bernilai jutaan dolar untuk mengalirkan pemukim Israel ke kota-kota Palestina.

Salah satu jalan mengitari Hawara, sebuah kota yang menjadi titik konflik di mana para pemukim membakar puluhan rumah dan mobil secara awal tahun ini menyusul penembakan mematikan terhadap dua pemukim. Saat itu, Smotrich mengatakan kota tersebut harus dihapus.

“Pemerintah kami akhirnya menyadari bahwa penarikan diri dari tanah adalah sebuah bentuk teror,” kata Rabbi Menachem Ben Shachar, seorang guru di seminari yeshiva yang baru dibangun di Homesh, salah satu dari empat pemukiman liar yang dievakuasi Israel pada 2005.

Anggota parlemen tahun ini mencabut undang-undang yang melarang pemukim mengunjungi situs tersebut. Lebih dari 50 siswa berdoa di yeshiva pada kunjungan baru-baru ini. Keputusan seperti itu telah meresahkan lembaga pertahanan Israel. Para pemukim mengatakan, pada Mei pasukan Israel mencoba menghentikan mereka mengangkut peralatan konstruksi berat untuk membangun yeshiva baru. Namun ketika Smotrich mendesak, pemerintah tiba-tiba memerintahkan pasukannya mengizinkan pemukim untuk membangun.

“Eselon politik memerintahkan eselon militer untuk tidak mematuhi hukum,” kata Nitzan Alon, pensiunan jenderal yang pernah memimpin wilayah Tepi Barat.

Militer dan COGAT menolak mengomentari insiden itu. Namun seorang pejabat keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, intervensi Smotrich telah menghentikan beberapa rencana pembongkaran pemukiman liar.

Bulan lalu, tarik-menarik antara pendukung Smotrich dan orang-orang militer yang mengutamakan keamanan terungkap, ketika pihak berwenang Israel terekam sedang memompa semen ke sumur-sumur di selatan Hebron. Langkah ini secara permanen menutup sumber-sumber air Palestina di musim panas.

Rekaman itu menyebar di media sosial, dan COGAT tertangkap basah. COGAT berjanji bahwa setiap pembongkaran tangki air di masa depan akan diperiksa berdasarkan manfaatnya.”Pasukan Smotrich melewati semua batas. Mereka tidak peduli,” ujar Paz.

 

Sumber: Republika