INH Salurkan Ribuan Paket Iftar untuk Pengungsi di Jalur Gaza

INH Salurkan Ribuan Paket Iftar untuk Pengungsi di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan seribu paket Iftar atau buka puasa setiap harinya selama ramadan untuk ribuan pengusi korban perangan genosida Israel di wilayah Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan.

“Bantuan paket iftar untuk saudara-saudara kita di Gaza ini merupakan hasil penggalangan donasi INH dari masyarakat Indonesia baik dari program agresi maupun program ramadan 2024,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Minggu (24/3/2024).

Menurutnya, untuk special ramadan 1445 hijriyah ini, pihaknya menyediakan paket iftar yang terus didistribusikan baik di titik pengungsian yang ada di wilayah Selatan Gaza maupun titik lainya seperti di wilayah Gaza Utara yang merupakan zona merah sejak terjadinya serangan militer Israel diwilayah tersebut.

“Untuk satu porsi menu iftar ini bisa dikonsumsi kurang lebih tiga orang, jadi jika setiap hari kami distribusi seribu paket itu artinya bisa mencukupi pangan kurang lebih sebanyak tiga ribu pengungsi setiap hari,” katanya.

Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menjelaskan sejak Oktober INH terus mengampanyekan bantuan darurat agresi melalui dua platform baik di website INH maupun melalui  Kitabisa. Per 21 Maret 2024, bantuan yang telah disalurkan dalam 5 bulan berkisar pada $418.146 (Rp6,5 miliar) dengan jumlah penerima manfaat 75,986 KK atau setidaknya 379.930 warga di sepanjang Jalur Gaza bekerja sama dengan berbagai komunitas kemanusiaan serta relawan lokal.

Untuk Ramadan, per 23 Maret 2024, INH menyalurkan 2000 Paket Makanan (Food Package) dan 2000 Set Pakaian (Clothes Set) untuk keluarga di Jalur Gaza utara dan selatan yang melingkupi, jabalia, bait lahia, bait hanoon, jabalia camp, shaikh radwan, shoja`yah, Rafah dan Khan Younis.

“Kedua bantuan ini merupakan salah satu kebutuhan yang paling urgen saat ini, terutama mereka yang meninggalkan rumah mereka dengan tidak membawa barang apapun bahkan pakaian, banyak warga yang berusaha kembali ke rumah mereka untuk mengambil pakaian. Namun, banyak juga yang tidak bisa karena seluruh barang-barang mereka tertimbun rata oleh reruntuhan,” Kata Luqman.

INH terus mengupayakan penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia melalui tim INH yang tersisa di Jalur Gaza walaupun dengan berbagai kesulitan dan duka yang dialami relawan kami di lapangan.

“Kami terus berkordinasi setiap hari dengan tim di lapangan, memastikan bantuan sampai dan cepat,” tambah Luqman.

Sementara itu, Shuaib Abu Daqqa Koordinator INH Gaza menyatakan banyak terimakasih kepada masyrakat Indonesia yang terus memberikan dukungan untuk masyarakat di Jalur Gaza. Menurutnya, puasa ramadan taun ini sangat kelam dan  mencengkam karena perang masih terus berlangsung.

“Kita berdiri dalam keadaan hormat dan syukur untuk Kitabisa dan rakyat Indonesia yang banyak membantu semoga menjadi berkah dan terus berdiri mendukung kami warga Jalur Gaza dalam perang ini terimakasih semoga Allah memberkahi kalian dan senantiasa diberikan kemudahan,” ucapnya.

Seperti diketahui bersama seningkatnya agresi di minggu kedua Ramadan di Jalur Gaza, Palestina membuat angka syahid mencapai 32.226 jiwa sejak 7 Oktober, serta melukai 74.598 jiwa, belum termasuk ribuan korban hilang yang terjebak di bawah reruntuhan. Rata-rata angka kematian 84 jiwa per hari.

Serangan terbaru menargetkan RS As Shifa secara intens dalam 7 hari membuat seluruh petugas kesehatan diculik, pasien dibunuh dan laporan jurnalis Gaza menyebutkan para petugas medis juga dibunuh oleh tentara Israel. Mereka juga teus menghancurkan bangunan rumah warga secara sistematis dimana pun mereka melewati area bangunan warga.

Pembahasan gencatan senjata yang hingga hari ini masih belum disepakati serta bantuan kemanusiaan yang belum bisa masuk akibat blokade, membuat keselamatan warga Gaza berpacu dengan waktu. Kelaparan dan malnutrisi menjadi musuh yang menunggu di pojok ruangan, pelan-pelan mendekat. Bagi warga di Gaza utara, hal itu lain ceritanya. Kelaparan sudah hampir merata, keselamatan warga tidak terjamin karena banyak rute jalan sudah dikuasai pasukan penjajah. (***)

Ribuan Warga Gaza Serbu Pembagian Air Bersih INH di Kamp Pengungisan Al Mawasi

Ribuan Warga Gaza Serbu Pembagian Air Bersih INH di Kamp Pengungisan Al Mawasi

NewsINH, Gaza – Lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian atau INH terus berkomitmen untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, Palestina. Kali ini, bantuan kemanusiaan yang didistribusikan langsung ke Kamp Pengungsian Al Mawasi, Khan Younis Gaza Selatan berupa ribuan liter air bersih.

“Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar, dan sangat dibutuhkan saat ini oleh pengungsi disini, saat kami melakukan distribusi ribuan pengungsi sudah mengantri untuk mendapatkan jatah air bersih,” kata Muhammad Yasin penganggung jawab Program INH di Gaza, Rabu (31/1/2024).

Menurutnya, warga Gaza yang mengungsi di kamp pengungisan tersebut jumlahnya lebih dari puluhan ribu, umumnya mereka merupakan warga Gaza Utara yang mencari perlindungan dan tempat aman di wilayah Selatan. Mereka tinggal di dalam tenda-tenda berukuran 2 x 4 meter dengan kondisi serba keterbatasan.

“Untuk jumlah pengungsi disini sangat banyak, kami berusaha sekuat tenaga untuk terus membantu saudara-saudara kita yang ada di pengungsian agar bisa hidup layak dan terpenuhi kebutuhanya,” jelas Yasin.

Baca Juga: Bantuan Kemanusiaan INH Disambut Suka Cita Pengungsi Gaza

Yasin mewakili puluhan ribu warga Gaza mengucapkan terimakasih kepada para donatur dan kaum dermawan di Indonesia yang telah terlibat dalam program kemanusiaan. Indonesia dimata warga Gaza merupakan negara yang memiliki komitmen dan selalu ada untuk warga Gaza.

“Terimakasih INH, terimakasih warga Indonesia kami sangat apresiasi atas kepedulian kalian terhadap warga Gaza, Palestina,” ucapnya.

Sementara itu, Ibnu Hafidz manager program INI mengatakan,  bahwa INH sebagai lembaga kemanusiaan akan berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam penyaluran program kemanusiaan di wilayah Gaza. Menurutnya, bantuan kemanusiaan yang merupakan hasil donasi dari warga Indonesia terus disalurkan melalui relawan lokal INH di Jalur Gaza di kamp-kamp pengungsian yang ada diwilayah Khan Younis, Gaza Selatan.

Baca Juga : INH Kirim Ribuan Paket Bantuan Kemanusiaan ke Kamp Pengungsian di Gaza

Sepanjang bulan Januari 2024 ini INH sudah melakukan beberapa kali penyaluran program bantuan pangan, seperti pembagian sayur dan buah-buhan, kemudian paket sembako, dan belum lama pihaknya juga menyalurkan ribuan kilo tepung gandum untuk para pengungsi.

“Ini merupakan penyaluran program darurat bantuan pangan, semoga situasi di Jalur Gaza bisa segera kondusif segingga penyaluran program bantuan kemanusiaan bisa semakin maksimal,” katanya.

Saat ini, kata Ibnu kondisi di Gaza masih sangat mencekam, dimana roket dan bom-bom Israel masih mengancam wilayah Gaza. Tak ada tempat yang aman bagi penduduk Gaza. Kita berharap situasi dan kondisi di Jalur Gaza bisa segera membaik dan bantuan kemanusiaan bisa terus masuk ke kantong-kantong pengungsian yang tersebar dibeberapa titik.

“Sebagai wujud kepedulian bagi warga Palestina, INH masih membuka program kemanusiaan, open donasi dan mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan dana kemanusiaan yang dapat disalurkan melalui kami,” pungkasnya. (***)

Tak Ada Tempat Aman di Gaza Warga Bingung Cari Pengungsian

Tak Ada Tempat Aman di Gaza Warga Bingung Cari Pengungsian

NewsINH, Gaza – Mariam Abu Haleeb dan keluarganya terpaksa mengungsi lagi untuk ketujuh kalinya dalam perang yang sudah berlangsung selama empat bulan. Ia dan warga Gaza lainnya dengan mobil atau keledai melarikan diri dari malam mengerikan di Universitas al-Aqsa di barat Khan Younis di mana mereka sempat tinggal sementara.

Mereka terpaksa pindah setelah diberitahu terlalu berbahaya untuk tetap tinggal di sana. Kini mereka tidak tahu harus pergi kemana. “Yang paling menyakitkan bagi saya ibu saya yang sudah tua, saudara saya dan anak-anak mereka dikepung. Semua orang, semua orang, warga Khan Younis membutuhkan bantuan kemarin,” katanya, Senin (22/1/2024) kemarin.

“Ini ketujuh kalinya saya mengungsi, atau mungkin lebih, penyiksaan, penyiksaan, penyiksaan,” tambahnya sambil menangis.

Mohammed Abu Haleeb mengatakan banyak orang mendirikan tenda di Universitas al-Aqsa setelah militer Israel memperingatkan mereka untuk pindah dari area lain saat pasukan Israel menyerbu seluruh Kota Gaza.

“Pada sore malam, tembakan dimulai, tembakan dan serang udara dari semua arah, saya sama sekali tidak bisa bergerak bersama sembilan anak saya, ada gedung yang kami masuki dan kami tetap di sana sampai pagi, tidak ada yang bisa pergi,” katanya.

“Ada korban luka dan syahid yang tidak bisa dijangkau siapa pun,” tambahnya.

Israel mengatakan mereka mencoba tidak menyakiti warga sipil. Pasukan Israel menuduh Hamas bersembunyi di pemukiman padat penduduk, kelompok perjuangan pembebasan Palestina membantah tuduhan tersebut.

Pada akhirnya Abu Haleeb mengatakan ia melarikan diri melalui pintu belakang universitas dan bergerak ke arah Rafah di selatah pesisir Gaza. Di mana sudah hampir satu juta orang menjadi perlindungan di kota yang dihuni 300 ribu orang.

“Saya tidak tahu di mana saya harus pergi, lihat nanti,” katanya berdiri di samping mobilnya di pinggir jalan.

Seorang anak muda Ahmad Abu-Shaweesh membantu kerabat-kerabatnya mengeluarkan barang-barang dan meletakkannya di tanah. “Kami hampir tidak bisa keluar universitas di tengah tembakan, kami tidak mengira tank-tank di gerbang universitas, kami hampir tidak bisa keluar,” katanya.

Manal Abu-Jamea mengatakan ia mencari tempat perlindungan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis dan mengatakan di sana sudah tidak lagi aman, begitu pula halaman universitas. “Kami bergerak saat serangan udara dan peluru berterbangan ke arah kami, saya membawa anak-anak dan membawa mereka,” katanya dilansir laman Reuters.

Nahed Abu-Jamea mengatakan ia sudah berada di jalan selama empat jam dan tidak tahu harus pergi kemana. “Tidak ada tempat aman, biarkan kami hidup dengan aman,” katanya.

 

Sumber: Republika

Dampak Serangan Israel, Sekitar 2.000 Warga Palestina di Gaza Kehilangan Tempat Tinggal

Dampak Serangan Israel, Sekitar 2.000 Warga Palestina di Gaza Kehilangan Tempat Tinggal

NewsINH, Gaza – Akibat serangan udara Israel di Gaza yang berlangsung hampir sepekan kemarin telah menyebabkan 2.516 warga Palestina kehilangan tempat tinggal. Dalam sebuah pernyataan, otoritas Palestina menyampaikan, dari ribuan warga tersebut, ada 180 anak yang turut kehilangan tempat tinggal.

Kementerian Pembangunan Sosial di Gaza meminta organisasi Arab, Islam dan internasional untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang terkena dampak serangan Israel di Gaza, sebagaimana dilansir TRT World, Rabu (17/5/2023).

Israel melakukan serangan udara selama lima hari di Gaza yang terkepung pada pekan lalu. Akibatnya, 33 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan. Kelompok-kelompok Palestina membalas dengan tembakan roket ke Israel, yang menewaskan sedikitnya dua orang Israel.

Tentara Israel mengatakan serangannya sebagai tanggapan atas tembakan roket dari wilayah Palestina menyusul kematian seorang pemogok makan Palestina di sebuah penjara Israel awal bulan ini. Kekerasan terhenti pada 13 Mei di bawah gencatan senjata yang ditengahi Mesir. Pada Ahad kemarin, Kantor Media Pemerintah yang dikelola Hamas mengatakan bahwa 2.041 unit rumah rusak dalam serangan Israel di Gaza yang terkepung.

Sementara itu, sebanyak 86 warga Palestina terluka oleh tentara Israel selama serangan di kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki. Sebagian ada yang mengalami luka berat karena menjadi sasaran tembakan.

“Staf Bulan Sabit Merah Palestina menangani 86 orang cedera selama bentrokan yang terjadi antara warga Palestina dan tentara Israel di sekitar Makam Yusuf, sebelah timur Nablus,” kata Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) dalam sebuah pernyataan pada Rabu (17/5/2023) waktu setempat.

Tentara Israel juga memukuli pemuda Palestina yang melawan serangan pasukan Israel di area Makam Yusuf, sebelah timur Nablus. “Di antara korban luka, ada yang luka berat akibat peluru tajam, lima luka berat akibat peluru logam dan tabung gas, serta 80 lainnya akibat inhalasi gas air mata,” tambah PRCS.

Saksi mata menambahkan, bentrokan juga terjadi antara orang-orang bersenjata Palestina dan tentara Israel, yang menggunakan peluru tajam dan logam serta tabung gas air mata. Situs ini telah lama menjadi pusat kekerasan.

Orang-orang Yahudi percaya bahwa situs itu adalah tempat pemakaman patriark Yusuf yang alkitabiah. Muslim, bagaimanapun, menentang pernyataan ini, dengan mengatakan seorang ulama Islam bernama Sheikh Yussef Dawiqat dimakamkan di situs tersebut dua abad lalu.

Ketegangan telah memuncak di Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa bulan terakhir di tengah serangan berulang Israel ke kota-kota Palestina. Menurut catatan Palestina, lebih dari 160 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal tahun ini. Setidaknya 20 orang Israel juga tewas dalam serangan terpisah selama periode yang sama.

 

Sumber: TRT Word/Republika

#DonasiPalestina

Sindikat Jurnalis Palestina Kecam Israel Larang Media Asing Masuk ke Jalur Gaza

Sindikat Jurnalis Palestina Kecam Israel Larang Media Asing Masuk ke Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Sindikat Jurnalis Palestina (PJS) mengutuk keras atas larangan yang diberlakukan oleh pasukan pendudukan Israel, terhadap kru atau awak media asing ke Jalur Gaza melalui Beit Hanoun. Larangan keras Israel ini disinyalir untuk mengaburkan informasi dan fakta yang terjadi atas tindakan agresi yang dilakukan oleh pasukan Israel di Jalur Gaza.

Dikutip dari kantor berita Palestina, Wafa Kamis (11/5/2023) PJS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa larangan terus pendudukan atas masuknya awak media asing ke Jalur Gaza adalah upaya Israel yang menyedihkan untuk mengaburkan citra dan menutupi kejahatan terus-menerus pendudukan terhadap rakyat Palestina, yang sejauh ini menyebabkan pembunuhan lebih dari dua puluh orang, puluhan luka-luka, termasuk wanita dan anak-anak, dan pemboman dan teror rumah-rumah warga.

Ini menyerukan organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional untuk bergerak cepat dan mendesak untuk menghentikan agresi Israel terhadap Palestina dan mengutuk praktik sistematis Israel, termasuk mencegah jurnalis memasuki Jalur Gaza dan membatasi kebebasan kerja jurnalistik serta hak jurnalistik untuk bergerak dan bepergian.

Seperti diberitakan sebelumnya, agresi Israel di Jalur Gaza telah terjadi pada Selasa (9/5/2023) dinihari. Dimana roket-roket yang diluncurkan dari Israel menghancurkan rumah-rumah warga Palestina. Sedikitnya telah terkonfirmasi 13 orang meninggal dunia termasuk 4 wanita dan 4 orang lainya merupakan anak-anak yang tak berdosa.

 

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina

Kementrian Kesehatan Palestina: 13 Orang Orang Meninggal dalam Serangan Israel di Gaza

Kementrian Kesehatan Palestina: 13 Orang Orang Meninggal dalam Serangan Israel di Gaza

NewsINH, Jalur Gaza – Jumlah korban meninggal dunia akibat serangan udara yang dilancarkan militer Israel di Jalur Gaza hingga kini bertambah menjadi 13 orang. Dari jumlah tersebut 4 orang diantaranya anak-anak dan 4 orang lainya merupakan wanita.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Rabu (10/5/2023). Agresi militer Israel yang berlangsung sejak Selasa dini hari kemarin menambah luka mendalam bagi bangsa Palestina. Pasalnya, banyak warga sipil yang tak berdosa ikut menjadi korban kebrutalan serdau Israel.

“Setidaknya 13 warga Palestina, termasuk empat anak dan empat wanita, tewas pagi ini dan 20 lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel yang mengantarkan agresi baru di Jalur Gaza yang terkepung,” tulis laporan kantor berita tersebut.

Koresponden Wafa mengatakan serangkaian serangan udara Israel menargetkan beberapa rumah dan bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza yang terkepung, mengakibatkan terbunuhnya Jihad Ghannam, 62, Khaled Al-Buheiti, 44, dan Tareq Izz al-Din dan anggota keluarga lainya termasuk anak-anak dan perempuan.

Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi dalam laporan awal 12 tewas dan 20 luka-luka.

Setelah dilakukan pemutahiran data total yang terbunuh menjadi 13 dan mengatakan di antara mereka ada empat anak dan empat wanita, dan bahwa 20 orang terluka, beberapa di antaranya kritis, di antaranya tiga anak dan tujuh wanita.

Berikut daftar jumlah 12 orang korban meninggal dalam serangan di Jalur Gaza yang dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa Medical Complex:
1- Tariq Ibrahim Muhammad Ezz El-Din
2- Ali Tariq Ibrahim Ezz El-Din
3- Mayar Tariq Ibrahim Ezz El-Din
4- Khalil Salah Khaled Al-Bahtini
5- Youssef Jamal Saber Khaswan
6- Jamal Sabre Muhammad Khaswan
7- Dania Alaa Atta Adass
8- Hajar Khalil Salah Al-Bahtini
9- Mervat Saleh Muhammad Khaswan
10- Laila Majdi Mustafa Al-Bahtini
11- Jihad Abdul Hafez Ghanem
12- Wafaa Shadeed Al-Ghannam

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina

Jerman Kecam Tindakan Arogansi Israel Hancurkan Sekolah Milik Palestina

Jerman Kecam Tindakan Arogansi Israel Hancurkan Sekolah Milik Palestina

NewsINH, Berlin – Jerman mengecam penghancuran sekolah Palestina oleh Israel. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Christofer Burger menyatakan pada Senin (8/5/2023) kemarin, tindakan penghancuran fasilitas pendidikan yang didanai Uni Eropa itu sebagai hambatan dalam proses perdamaian.

“Kami melihat penghancuran seperti itu sebagai hambatan dalam proses perdamaian. Ketika sekolah dibongkar, hak atas pendidikan terhalang. Kami pada dasarnya prihatin tentang ini,” kata Burger dikutip dari Anadolu Agency.

“Dari sudut pandang kami, masalah hukum humaniter internasional harus dipertimbangkan (oleh Israel), khususnya perlindungan penduduk sipil,” kata perwakilan Jerman itu.

Tentara Israel merobohkan sekolah yang didanai donor di Jubbet Adh Dhib dengan buldoser pada Ahad (7/5/2023). Pejabat setempat menyatakan, penghancuran ini dilakukan karena fasilitas itu dinilai tidak memiliki izin bangunan.

Menurut juru bicara utama Komisi Eropa untuk urusan luar negeri Peter Stano, otoritas Israel telah melakukan pembongkaran meskipun ada permintaan dari Uni Eropa untuk tidak melanjutkannya. “Uni Eropa meminta Israel untuk menghentikan semua penghancuran dan penggusuran,” katanya.

Stano menekankan, tindakan Israel ilegal menurut hukum internasional. “Hanya menambah penderitaan penduduk Palestina dan berisiko mengobarkan ketegangan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Stano, otoritas Israel tampaknya mengikuti tren mengkhawatirkan serupa. Tel Aviv telah menghancurkan atau menyita 954 bangunan dan menggusur 1.032 orang tahun lalu.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap wilayah pendudukan menurut hukum internasional, sehingga membuat semua penghancuran dan pemukiman Yahudi menurut hukum internasional adalah tindakan ilegal. Sebagian besar komunitas internasional, Uni Eropa tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang didudukinya sejak 1967.

 

Sumber: Republika

#DonasiPalestina

9 Warga Palestina Meninggal dalam Agresi Israel di Jalur Gaza

9 Warga Palestina Meninggal dalam Agresi Israel di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Israel kembali melakukan agresi dengan mengerahkan jet-jet tempur mereka ke Jalur Gaza, Palestina. Setidaknya 9 warga Palestina termasuk anak-anak meninggal dalam serangan mematikan tersebut.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Selasa (9/5/2023) setidaknya sembilan warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan meninggal dan banyak lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel yang mengantarkan agresi baru di Jalur Gaza yang terkepung.

Dalam laporanya, serangkaian serangan udara Israel menargetkan beberapa rumah dan bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza yang terkepung.

Beberapa nama korban meninggal diantaranya, Jihad Ghannam (62), Khaled Al-Buheiti (44), dan Tareq Izz al-Din. Selain itu sejumlah anggota keluarga mereka termasuk anak-anak dan perempuan ikut menjadi korban dalam agresi tersebut.

Jumlah akhir korban belum dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Palestina di tengah kekhawatiran bahwa banyak korban dapat terkubur di bawah reruntuhan saat operasi penyelamatan sedang berlangsung.

Serangan udara itu terjadi saat ketegangan meningkat antara Israel dan militan di Jalur Gaza, yang diperintah oleh kelompok militan Hamas. Ketegangan itu terkait dengan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat yang diduduki, di mana Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari selama beberapa bulan terakhir untuk menahan warga Palestina yang diduga merencanakan atau melakukan serangan terhadap warga Israel.

Untuk mengantisipasi serangan roket Palestina sebagai tanggapan atas serangan udara tersebut, militer Israel mengeluarkan instruksi yang menasihati penduduk komunitas dalam jarak 25 mil (40 kilometer) dari Gaza untuk tetap dekat dengan tempat perlindungan bom yang telah ditentukan.

Pekan lalu, militan Gaza menembakkan beberapa salvo roket ke Israel selatan, dan militer Israel menanggapi dengan serangan udara setelah kematian seorang anggota senior Jihad Islam yang mogok makan dalam tahanan Israel. Baku tembak berakhir dengan gencatan senjata rapuh yang dimediasi oleh Mesir, PBB, dan Qatar.

Serangan udara tersebut mirip dengan yang terjadi pada tahun 2022 di mana Israel membom tempat-tempat yang menampung komandan kelompok Jihad Islam, memicu serangan selama tiga hari yang membuat kelompok tersebut kehilangan dua komandan utamanya dan lusinan militan lainnya.

Israel mengatakan penggerebekan di Tepi Barat dimaksudkan untuk membongkar jaringan militan dan menggagalkan serangan di masa depan. Orang-orang Palestina melihat serangan itu sebagai kubu lebih lanjut dari 56 tahun Israel, pendudukan terbuka atas tanah yang mereka cari untuk negara merdeka di masa depan.

Sebelumnya, Israel juga melakukan serangan udara pada awal bulan ini dimana serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempur milik pasukan angkatan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan seorang pria berusia 58 tahun dan melukai lima lainnya.

 

Sumber: Wafa/Arabnews

#DonasiPalestina

Israel Tangkap Dua Warga Palestina dari Komunitas Alzoyedeen di Tepi Barat

Israel Tangkap Dua Warga Palestina dari Komunitas Alzoyedeen di Tepi Barat

NewsINH, Hebron – Pasukan keamanan Israel kembali melakukan aksi penangkapan terhadap dua warga Palestina di komunitas Alzoyedeen, sebelah timur kota Yatta di distrik Hebron Tepi Barat bagian selatan.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Kamis (4/5/2023). Bahwa tentara Israel yang membawa senjata lengkap dan langsung menangkap dua orang warga sipil Palestina, termasuk juru kamera kantor berita Wafa, Mashhour Wihwah dari komunitas Tepi Barat selatan.

Menurut keterangan koresponden kantor berita tersebut, tentara yang terkenal kejam memborgol Wahwah dan memasukkannya ke dalam kendaraan militer saat dia berusaha untuk menghalau serangan pemukim Israel, yang terus melakukan teror dan amukan terhadap masyarakat, yang meliputi bangsa Arab As-Saray’a, An-Najada, Al -Hathalin, dan Ad-Deerat, sebagai sarana untuk mengusir mereka dan merampas tanah mereka untuk memberi ruang bagi pembangunan pemukiman kolonial.

Sebelumnya pada hari Rabu (3/5/2023) kemarin, tentara Israel juga menahan tiga penggembala Palestina saat mereka sedang menggembalakan ternak mereka dan menahan beberapa waktu termasuk beberapa aktivis solidaritas internasional di komunitas tersebut.

Pada Mei 2022, pengadilan tinggi Israel memberi lampu hijau kepada tentara untuk secara paksa mengusir sekitar 1.300 warga Palestina yang tinggal di dua belas desa atau dusun yang membentuk wilayah Masafer Yatta, yang sangat bergantung pada peternakan sebagai sumber mata pencaharian utama, menandai salah satu yang terbesar. pengusiran yang dilakukan oleh Negara Israel dalam beberapa dekade terakhir.

Terletak di Area C Tepi Barat, di bawah kendali penuh administrasi dan militer Israel, daerah tersebut telah berulang kali menjadi sasaran pelanggaran Israel oleh para pemukim dan tentara yang menargetkan sumber utama kehidupan mereka seperti poeternakan dan pertanian.

“Itu telah ditetapkan sebagai zona militer tertutup Israel untuk pelatihan sejak 1980-an dan karenanya disebut sebagai Zona Penembakan 918,” jelasnya.

Pelanggaran Israel terhadap daerah tersebut termasuk penghancuran kandang ternak, rumah dan bangunan tempat tinggal. Penerbitan izin konstruksi oleh Israel untuk warga lokal Palestina di daerah tersebut tidak ada sebagai dalih aksi pengusiran secara paksa untuk memperluas wilayah Israel diatas tanah Palestina.

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina

Tentara Israel Bunuh Seorang Pemuda Palestina di Salfit

Tentara Israel Bunuh Seorang Pemuda Palestina di Salfit

NewsINH, Salfit – Seorang pemuda Palestina ditembak mati oleh tentara pendudukan Israel di dekat kota Salfit di Tepi Barat yang diduduki. Korban meregang nyawa setelah ditembak dari jarak yang sangat dekat.

Kementerian Kesehatan Palestina seperti dikutuip dari klantor berita Palestina, Wafa, Jumat (28/4/2023) mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa Ahmad Yaaqob Taha, seorang warga Palestina berusia 39 tahun, ditembak mati oleh tentara pendudukan Israel dari jarak dekat di dekat kota Salfit, Tepi Barat.

Video insiden yang beredar di media sosial menunjukkan seorang tentara pendudukan Israel meminta pemuda itu untuk keluar dari mobilnya di bawah todongan senjata, dan dengan cepat setelah pemuda itu keluar dari mobil, tentara itu melepaskan tembakan ke arahnya membuat korban langsung tersungkur kebawah.

Pasukan pendudukan Israel mengklaim Taha yang merupakan seorang penduduk kota Bidya di provinsi Salfit Tepi Barat, telah berusaha untuk menikam tentara Israel di sebuah persimpangan di luar pemukiman kolonial Israel di Ariel.

“Mereka menuduh korban melakukan penyerangan dan dianggap membahayakan oleh otoritas pendudukan mereka beralibi atau membenarkan pembunuhan berdarah dingin terhadap warga Palestina,” katanya.

Tercatat, setidaknya 105 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel sepanjang tahun ini, termasuk seorang wanita tua dan setidaknya terdapat delapan anak-anak yang menjadi korban pembunuhan Israel.

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina