Krisis Kemanusiaan, PBB Seruhkan Dunia Internasional Kumpulkan Bantuan untuk Gaza

Krisis Kemanusiaan, PBB Seruhkan Dunia Internasional Kumpulkan Bantuan untuk Gaza

NewsINH, Hamilton – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan pihaknya akan meluncurkan seruan global untuk mengumpulkan bantuan senilai 2,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 45,7 triliun untuk Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Wilayah Palestina yang Diduduki Andrea De Domenico mengatakan dua juta yang selamat dari genosida Israel di Gaza tengah berjuang untuk hidup setiap hari.

Namun, hanya sedikit bantuan yang bisa dibawa ke wilayah kantong yang penduduknya sejak lama hidup dalam blokade Israel itu.

“Kenyataannya hanya ada sedikit bantuan yang bisa kita bawa ke Gaza untuk mengatasi pengungsian dan kelaparan,” kata De Domenico, mengutip Anadolu, Rabu (17/4/2024).

De Domenico menuturkan seruan global untuk dana bantuan akan diluncurkan pada Rabu. Seruan tersebut adalah “untuk mendukung tiga juta orang yang teridentifikasi di Tepi Barat dan Gaza.”

Sebanyak 90 persen dari bantuan tersebut akan disalurkan ke Gaza dan PBB pada awalnya berencana meminta dana empat miliar dolar AS (Rp 65,2 triliun) tetapi dikurangi karena terbatasnya kemampuan distribusi bantuan.

Kelaparan di Gaza, katanya, disebabkan oleh tidak adanya makanan, kebersihan, air dan fasilitas kesehatan.

“Ketidakpastian menjadi kenyataan sehari-hari bagi masyarakat di Gaza,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan keluarga yang datang ke selatan Gaza telah mengungsi sebanyak tujuh kali dan dua hari lalu timnya melihat ribuan orang mengantre ke arah utara.

Terkait desas-desus pasukan Israel telah mengizinkan atau akan mengizinkan orang untuk kembali ke Utara, ia membenarkan bahwa beberapa warga memang menerima panggilan telepon yang dimaksudkan untuk menyarankan agar mereka dapat kembali.

“Lalu ketika ribuan orang muncul, militer Israel langsung menembaki lokasi tersebut karena mereka cukup kaget dengan jumlahnya,” sambungnya.

Tak hanya itu, PBB juga menilai Israel melakukan kombinasi strategi untuk menghindari narasi “kami menghalangi bantuan.”

Bahkan Israel berkali-kali melakukan “permainan saling menyalahkan” dan menambahkan “Kami menerimanya. Kami terus berhubungan dengan mereka dan tujuan kami adalah untuk menyelesaikan masalah ini dan memberikan (bantuan).”

 

Sumber: Anadolu

Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Lembaga Mitra Berbagi 1000 Paket Makanan Siap Saji

Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Lembaga Mitra Berbagi 1000 Paket Makanan Siap Saji

NewsINH, Gaza – Lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1000 paket makanan siap saji di kamp pengungsi Khan Younis, di Gaza Bagian Selatan, Selasa (7/11/2023) siang waktu setempat.

Dengan menggunakan truk distribusi ribuan paket makanan siap saji ini diantar secara langsung ke kamp pengungsian yang dijadikan tempat perlindungan bagi ribuan warga Gaza yang merupakan korban perang.

“Satu paket makanan ini dapat dikonsumsi untuk 3 orang,  jadi jika ada 1000 paket maka dapat dikonsumsi 3000 pengungsi,” kata Muhammad Husein founder dan aktivis kemanusiaan INH saat membagikan bantuan secara langsung ke lokasi pengungsian tersebut.

Husein menjelaskan, bantuan makanan siap saji ini merupakan kolaborasi INH dengan lembaga-lembaga mitra INH yang ada di Indonesia.

“Kami ucapkan banyak terikasih kepada mitra dan lembaga yang telah ikut serta dalam program kemanusiaan ini, semoga langka baik ini bisa menjadi amal sholeh buat kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Ibnu Hafidz Manager Program INH mengatakan, dalam penyaluran makanan siap saji ini melibatkan banyak lembaga mitra INH diantaranya, Annisa Sejati, Toki (Tahsin Online Kamiliyah Indonesia), kemudian Sistra Hijrah, Islamic Parinting Gresik, Tarbiyah Sunnah, Yayasan Pendidikan Ibnu Mas’ud, Sahabat Yatim dan Dhuafa, Sahabat Berbagi, Efof Cirebon, selanjutnya juga ada lembaga Cinta Qur’an Foundantion, Choclate Changer, Internasional Islamic Medicine Forum, Taliabu Peduli Gaza Palestina dan HNI atau Halal Network International.

“Lembaga-lembaga ini merupakan mitra yang telah menitipkan donasinya kepada kita, untuk saudara-saudara kita di Gaza, semoga sinergisitas ini bisa terus terjalin,” jelas Ibnu.

INH hingga kini masih terus membuka penggalangan dana untuk memberikan bantuan kemanusiaan di Gaza-Palestina. Bagi para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan bisa melalui website resmi INH yakni www.inh.or.id  (***)

 

INH Pastikan Kabar Meninggalnya “Muhammad Husein” Hoax

INH Pastikan Kabar Meninggalnya “Muhammad Husein” Hoax

NewsINH, Bogor – Lembaga Kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) memastikan kabar beredarnya informasi Muhamamd Husein aktivis kemanusiaan Indonesia di Jalur Gaza, Paletisna meninggal dunia merupakan kabar bohong dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Alhamdulillah, kami pastikan kondisi Muhammad Husein aktivis kemanusiaan yang juga founder INH yang saat ini tengah berada di wilayah konflik Jalur Gaza, Palestina dipastikan dalam kondisi aman, sehat wal’afiat,” kata Luqmanul Hakiem, Presiden Direktur INH, di Bogor, Kamis (2/11/2023).

Menurutnya, INH dan Muhammad Husein secara intens terus mengabarkan informasi dan perkembangan terkait situasi dan kondisi terkini dari Jalur Gaza, baik memalui jaringan komunikasi Whatsapp maupun saluran komunikasi lainya.

“Jadi kalau ada informasi yang beredar di platform sosial media manapun tentang kabar duka tersebut, kami pastikan itu tidak benar dan fitnah. Kami berharap warganet, nitizen dan masyarakat umum lainya agar tidak  mempercayai informasi tersebut, karena itu sesat dan menyesatkan,” tegas Luqman.

Sejak pertempuran di Jalur Gaza Palestina yang dimulai pada Sabtu (7/10/2023) silam, Muhamamd Husein dan INH konsisten menyampaikan informasi dan update perkembangan secara terus menerus. Bahkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan distribusi program kemanusiaan yang di galang oleh lembaga INH dalam memberikan bantuan kemanusiaan terhadap korban peperangan di Jalur Gaza.

Aktivis kemanusiaan yang memiliki istri berkebangsaan Palestina tersebut, saat ini tengah berada di wilayah jalur Gaza bagian selatan tepanya di daerah Khan Younis.  Saat ini Ia tengah mempersiapkan sejumlah persiapan untuk melakukan distribusi bantuan kemanusiaan dari masyrakat Indonesia.

“Kami meminta doa dan dukunganya kepada semua pihak, semoga kondisi saudara Muahamamd Husein yang tengah berada di wilayah konflik tersebut selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta’ala, dan tentunya semoga selalu diberi keselamatan dan kesehatan,” pungkasnya.

Alhamdulillah! Program Berbagi 1000 Alas Kaki INH Berjalan Dengan Baik

Alhamdulillah! Program Berbagi 1000 Alas Kaki INH Berjalan Dengan Baik

INH (International Networking for Humanitarian) bersama dengan kerjasama dari berbagai pihak dan dermawan hati, meluncurkan program “Berbagi 1000 Alas Kaki untuk Jemaah Haji”. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan meringankan beban jemaah yang kehilangan alas kaki mereka selama menjalankan ibadah haji.

Realisasi Program:

Sejauh ini, program ini telah berhasil mendistribusikan sebanyak 800 pasang alas kaki ke Mekah, Arab Saudi. Alas kaki tersebut telah dibagikan kepada sebagian jemaah di Mekah langsung, sementara sisanya diberikan melalui embarkasi JKS seperti Bekasi Pondok Gede dan Kramat Jati.

Mengapa Alas Kaki Sangat Penting:

Alas kaki merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi jemaah haji yang berada di lingkungan yang berbeda dan harus melakukan perjalanan jauh dalam pelaksanaan ibadah. Alas kaki yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan jemaah akan membantu mereka melaksanakan ritual dengan fokus dan ketenangan, sambil melindungi kaki mereka dari cedera dan risiko infeksi.

Partisipasi Anda Sangat Berarti:

Kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam program donasi alas kaki ini dengan memberikan sumbangan sebaik mungkin. Setiap kontribusi akan membantu memberikan bantuan kepada jemaah haji yang membutuhkan, memastikan bahwa mereka dapat melanjutkan ibadah mereka dengan nyaman dan aman.

Untuk berpartisipasi dalam program ini, Anda dapat menghubungi INH melalui link donasi.inh.or.id/Berbagi1000AlasKaki.

Bersama, Kita Bisa Membuat Perbedaan:

Dalam menjalankan ibadah, kenyamanan dan keamanan jemaah haji adalah hal yang sangat penting. Dengan bergabung dalam program “Berbagi 1000 Alas Kaki untuk Jemaah Haji,” kita dapat membantu meringankan beban mereka dan memastikan bahwa ibadah mereka dapat dilaksanakan dengan tenang dan khusyuk.

Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan sumbangan Anda dalam mendukung program ini. Bersama-sama, kita dapat memberikan bantuan yang berarti bagi jemaah haji yang membutuhkan, serta memberikan kontribusi positif dalam memastikan pelaksanaan ibadah haji yang lancar dan menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat.

Tidak ada yang lebih berharga daripada membagikan kasih sayang dan membantu sesama umat Islam dalam perjalanan mereka menuju kesucian dan spiritualitas yang lebih tinggi.

10 Warga Palestina Ditangkap Pasukan Israel dalam Serangan di Tepi Barat

10 Warga Palestina Ditangkap Pasukan Israel dalam Serangan di Tepi Barat

NewsINH, Tepi Barat – Lagi-lagi pasukan Israel melakukan penyerangan terhadap warga sipil Palestina. Nampaknya, kekerasan demi kekerasan itu tidak ada ujungnya. Dalam penyerangan baru-baru ini setidaknya 10 warga Palestina, satu berusia 62 tahun, ditahan dalam serangan tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Dikutip dari kantor berita Palestina, Wafa, Selasa (23/5/2023) Pasukan pendudukan Israel menahan setidaknya 10 warga Palestina dalam penggerebekan di Tepi Barat yang diduduki, salah satunya dikatakan berusia 62 tahun.

Sumber-sumber lokal Palestina mengatakan seorang warga Palestina ditahan di kota Nablus di Tepi Barat utara, dan satu lagi dari desa Salem di daerah Nablus.

Tiga lainnya ditahan dari Kegubernuran Betlehem, satu dari kamp pengungsi Arroub, utara Hebron, dan tiga dari kota Bir Zeit dan al-Mughayyer di daerah Ramallah, salah satunya berusia 62 tahun dan yang lainnya 48 tahun.

“Satu orang juga ditahan dari desa al-Ouja, dekat Jericho,” tulis laporan tersebut.

Sementara itu, di kota Jenin dua warga Palestina terluka oleh tembakan Israel  selama serangan militer di kota Qabatiya, selatan kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki.

Menurut saksi mata, dua pemuda Palestina terluka setelah pasukan Israel menembak mereka saat berada di kendaraan mereka. Sikap arogan Israel tersebut memicu konfrontasi, di mana tentara menembakkan peluru, bom suara, dan bom gas beracun ke arah pemuda Palestina.

Mereka menambahkan bahwa salah satu pemuda terluka dengan peluru di dada, sementara yang lainnya terkena pecahan peluru.

“Keduanya dibawa ke rumah sakit Ibnu Sina di Jenin untuk dirawat,” kara sumber tersebut.

Pasukan Israel menahan dua warga Palestina setelah menggerebek rumah keluarga mereka. Peristiwa kekerasan di sejumlah wilayah Tepi Barat hampir setiap hari terjadi, kedidupan warga Palestina terus dibayang-bayangi penindasan dan kesewenangan baik oleh polisi maupun militer negeri Zionis.

 

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina 

Tiga Warga Palestina Meninggal dalam Serangan Tentara Israel di Kamp Pengungsi Balata

Tiga Warga Palestina Meninggal dalam Serangan Tentara Israel di Kamp Pengungsi Balata

NewsINH, Nablus – Tentara pendudukan Israel menembak dan membunuh tiga warga Palestina selama serangan besar-besaran di kamp pengungsi Balata di kota Nablus Tepi Barat utara dini hari tadi dan melukai enam lainnya, satu orang diantaranya mengalami kritis akibat tembakan peluru panas serdadu Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina seperti dikutip dari kantor berita Wafa, Senin (22/5/2023) sejumlah pasukan Israel melakukan serangan secara membabi-buta dan meledakkan sebuah rumah milik salah seorang warga Palestina.

Ketiga korban yang meningga dari data Kemenkes Palestina diantara Fathi Jihad Rizq (30), Abdullah Yousef Abu Hamdan (24), dan Mohammad Bilal Zeitoun (32), ketiganya meninggal ditempat setelah peluru panas para serdadu Israel itu bersarang dibagian tubuhnya.

Saksi mata mengatakan pasukan dengan jumlah besar menggerebek kamp pada dini hari dan mengerahkan penembak jitu di atas atap.

Bentrokan pecah antara sekelompok orang bersenjata dan tentara yang menyebabkan terbunuhnya ketiganya dan menciderai enam orang lainnya.

Tentara juga mendobrak lusinan rumah di kamp, ​​kemudian ​​menggeledah dan melakukan swiping terhadap warga Palesyina, tak puas disitu mereka juga meledakkan satu rumah milik Abu Shalal dan melukai seorang anak laki-laki dan perempuan dari pecahan peluru dan menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah di dekatnya.

Tentara Israel telah membunuh atau menyebabkan kematian 156 warga Palestina sejak awal tahun ini, di antaranya 26 anak di bawah umur, dan termasuk 36 di Jalur Gaza. Korban pun tak hanya bagi kaum laki-laki, akan tetapi pembunuhan itu juga banyak menyasar kaum perempuan bahkan anak-anak.

 

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina

Bunuh Warga Palestina, PLO Tuding Israel Deklarasikan Perang Terbuka dengan Palestina

Bunuh Warga Palestina, PLO Tuding Israel Deklarasikan Perang Terbuka dengan Palestina

NewsINH, Ramallah – Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menuduh Israel mendeklarasikan perang terbuka terhadap warga Palestina dengan pembunuhan tiga pemuda secara keji dalam serangan tentara ke kota Nablus, Tepi Barat bagian utara.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Senin (22/5/2023) Sekretaris Jenderal PLO Hussein al-Sheikh mengatakan dalam sebuah komentarnya di twetter bahwa pemerintah pendudukan Israel mengirim tentaranya untuk melakukan kejahatan setiap hari terhadap rakyat Palestina, yang terakhir adalah pembunuhan dan penghancuran di kamp pengungsi Balata di Nablus.

“Pemerintah pendudukan mendeklarasikan perang terbuka dengan Palestina dengan membunuh, menghancurkan rumah, permukiman dan menghancurkan tempat suci, yang mengharuskan semua warga Palestina bersatu dan mengembangkan kebijakan untuk menghadapi arogansi dan eskalasi berbahaya ini,” kata al-Sheikh.

Menurutnya, otoritas pendudukan mengumumkan bahwa harga kelangsungan hidupnya dan kelanjutan koalisinya adalah darah Palestina.

Pasukan pendudukan Israel telah membunuh atau menyebabkan kematian 156 warga Palestina sejak awal tahun di Yerusalem, Tepi Barat dan Jalur Gaza, termasuk puluhan wanita dan anak-anak yang tak berdosa.

 

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina

Provokatif, Menteri Keamanan Israel Serbu Komplek Al Aqsa

Provokatif, Menteri Keamanan Israel Serbu Komplek Al Aqsa

NewsINH, Al Quds – Lagi-lagi Menteri Keamanan ekstrem kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, melakukan aksi provokatif dan tindakan tercela yakni dengan melakukan penyerbuan tempat suci ke tiga bagi umat muslim.

Itamar dilaporkan menyerbu kompleks masjid suci al-Aqsa di Yerusalem Ahad (21/5/2023). Hal ini dilaporkan mengutip sumber dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem.

“Ben-Gvir didampingi oleh 30 anggota pasukan pendudukan Israel dan personel intelijen,” kata laporan itu dikutip di The News Arab.

Penyerbuan berlangsung sekitar 15 menit, di mana menteri sayap kanan ini berhenti di area timur kompleks masjid dekat area sholat Bab al-Rahma, sebelum pergi dengan tergesa-gesa.

“Kami yang berkuasa di sini,” ujar Ben-Gvir dalam laporan media Israel selama serangan itu. Ia lantas memuji pasukan pendudukan Israel, dan mengatakan mereka berhasil membuktikan siapa yang berkuasa di Yerusalem.

Sementara itu, pemukim Israel juga menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel dengan senjata lengkap.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam kunjungan tersebut. Aksi ini disebut sebagai provokasi dan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan status quo di Masjid Al-Aqsa.

Serbuan terbaru Ben Gvir ke Al-Aqsa ini terjadi setelah ‘Pawai Bendera’. Ribuan orang Israel sayap kanan berbaris melalui Kota Tua membawa bendera Israel, dengan keras meneriakkan kata-kata “matilah orang Arab” dan merusak properti milik Palestina.

Ben Gvir adalah salah satu dari beberapa politisi Israel yang menghadiri pawai kontroversial tersebut. Adapun aksinya ini menandai kedua kalinya menteri sayap kanan itu menyerbu kompleks suci sejak menjabat.

Pada bulan Januari awal tahun lalu, dia pernah menyerbu situs tersebut, Kala itu ia berkata, “Pemerintah kami tidak akan menyerah pada ancaman Hamas.”

Setelah aksinya, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk kunjungan tersebut. Mereka menggambarkan pelanggaran yang dilakukan Ben Gvir di kompleks tersebut sebagai provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

 

Sumber: The News Arab/ Republika

#DonasiPalestina

Protes Ankesasi Yerusalem, Warga Palestina Dihujani Peluru Pasukan Israel

Protes Ankesasi Yerusalem, Warga Palestina Dihujani Peluru Pasukan Israel

NewsINH, Gaza – Israel menembaki warga Palestina yang memprotes parade bendera merayakan aneksasi Yerusalam, Kamis (18/5/2023) kemarin. Pasukan keamanan juga menembakkan gas air mata kepada pengunjuk rasa di Jalur Gaza di bagian timur, yang berbatasan dengan Israel.

Aksi pasukan Israel ini menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka. Parade bendera dilakukan kelompok sayap kanan Israel di Yerusalem Timur dan Kota Tua. Ratusan warga Palestina menentang parade tersebut. Mereka juga menyerukan diakhirinya serangan ke Al Aqsha.

Pasukan Israel berdalih, mereka melepaskan tembakan setelah warga Palestina melemparkan peledak ke pembatas Israel dan Gaza. Osama Abu Qamar (50), penghuni kamp pengungsi di Jabaliya, Gaza menyatakan ia ikut aksi unjuk rasa itu.

‘’Kami tidak akan menyerah dan terus menuntut hal kami. Kami akan terus mempertahankan kesucian Yerusalem dan tanah yang kini diduduki,’’ katanya seperti dilansir Aljazirah. Huda al-Salibi, warga lainnya, turut berunjuk rasa bersama keluarganya.

‘’Beberapa hari lalu, Jalur Gaza diserang oleh Israel yang berupaya memberlakukan kebijakan rasis. Hari ini kekerasan di Yerusalem berlangsung dengan melakukan parade provokatif,’’ kata al Sabili. Israel mengerahkan pengamanan yang ketat dalam parade bendera ini.

Pada 2021, parade untuk memperingari aneksasi Yerusalem pada perang 1967 itu, dialihkan rutenya setelah terjadi kekerasan akibat serangan ke kompleks Masjid Al Aqsha oleh pasukan Israel. Juga, pengusiran warga Palestina dari Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

 

Sumber: Republika

#DonasiPalestina

 

Ribuan Polisi Israel Kawal Warga Yahudi Pawai Kibarkan Bendera di Al Aqsa

Ribuan Polisi Israel Kawal Warga Yahudi Pawai Kibarkan Bendera di Al Aqsa

NewsINH, Yerusalem – Ritusan orang yang merupakan pemukim yahudi melakukan pawai dengan mengibarkan bendera Israel dan memasuki  halaman Masjid al-Aqsha di Yerusalem yang diduduki hari ini. Kehadiran mereka dilindungi oleh pasukan pendudukan Israel dengan menggunbakan senjata lengkap.

Sumber media Palestina melaporkan, sebanyak 400 pemukim Israel dipimpin oleh rabi ekstremis Yehuda Glick menyerbu halaman al-Aqsha dan melakukan ritual provokatif, kemarin. Hal itu bagian dari Pawai Bendera yang dilakukan untuk memprovokasi umat Islam di tempat suci tersebut.

Israel mengerahkan lebih dari 2.000 polisi untuk pengamanan pawai melalui jalan raya utama Palestina di Kota Tua Yerusalem pada Kamis (18/5/2023). Pihak berwenang mengatakan, keamanan yang ditingkatkan adalah upaya kuat untuk memastikan pawai berlalu tanpa kekerasan.

Polisi telah memutuskan untuk mengizinkan ribuan demonstran untuk mengambil rute tradisional melalui Gerbang Damaskus Kota Tua. Padahal, kekerasan antara Israel-Palestina meningkat selama setahun terakhir dan pertempuran sengit antara Israel dan Jihad Islam di Gaza terjadi pada pekan lalu.

Ratusan orang Yahudi naik ke situs sensitif Yerusalem yang suci bagi orang Yahudi dan Muslim sebagai bagian dari pawai pada pagi hari. Salah satu menteri kabinet Israel dari pemerintah sayap kanan negara itu kemungkinan akan hadir. Sementara itu, para pejabat Israel menggambarkan pawai tersebut sebagai parade.

Pejabat polisi senior di Yerusalem, Yoram Segal, mengatakan, polisi akan mengerahkan sekitar 2.500 petugas untuk memastikan hari berlalu tanpa kekerasan. “Kami akan menindak keras siapa pun yang mencoba mengganggu perdamaian,” katanya.

Dalam pidato yang menandai Hari Yerusalem, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel telah memecahkan cakrawala baru sejak merebut Yerusalem timur. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan Yerusalem, memastikan kemakmurannya dan melanjutkan momentumnya,” katanya. “Kami juga melakukan ini terhadap semua ancaman di sekitar kami,” ujar Netanyahu.

Menteri Keamanan Nasional Israel dan politikus sayap kanan Itamar Ben-Gvir telah bergabung dalam pawai tersebut selama beberapa tahun terakhir. Tidak diketahui pasti kemungkinan dia akan bergabung lagi pada tahun ini sebagai menteri Kabinet.

Pejabat polisi senior Yerusalem, Yoram Segal, sehari sebelum pawai menyatakan, pihak berwenang bertekad untuk mencegah kekerasan kali ini. Petugas dikerahkan ke seluruh wilayah, baik untuk memastikan keamanan maupun untuk bereaksi cepat terhadap potensi kekerasan.

“Kami akan menindak keras siapa pun yang mencoba mengganggu perdamaian,” kata Segal.

Segal mengatakan, masalah masa lalu disebabkan oleh segelintir orang. Namun, dia menegaskan, tidak akan ada toleransi untuk hasutan atau kekerasan yang dapat membahayakan orang-orang yang berada di sepanjang rute atau tinggal di sepanjang rute.

Menurut Segal, polisi telah bekerja bersama dengan para pemimpin komunitas Yahudi dan Palestina untuk menjaga perdamaian. Dia juga membenarkan bahwa telah terjadi sejumlah penangkapan terlebih dahulu terhadap orang-orang yang diyakini merencanakan gangguan kekerasan.

Pawai menandai “Hari Yerusalem” yang merayakan penaklukan Israel atas Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967. Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, tetapi aneksasinya atas sektor timur tidak diakui secara internasional. Palestina mengklaim Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan.

Setiap tahun, ribuan nasionalis Israel berpartisipasi dalam pawai, mengibarkan bendera biru dan putih Israel dan menyanyikan lagu. Namun, dalam beberapa kasus, pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti-Arab saat mereka melewati warga dan bisnis milik Palestina. Dua tahun lalu, pawai itu turut memicu perang 11 hari antara Israel dan kelompok Palestina di Gaza.

Kelompok Hamas meminta warga Palestina untuk mengadang parade pengibaran bendera yang direncanakan oleh kaum nasionalis Yahudi. Parade itu akan melalui jalan raya utama Palestina di Kota Tua Yerusalem pada Kamis (18//5/2023).

“Kami meminta orang-orang Yerusalem untuk memobilisasi massa guna menghadapi pawai bendera di Yerusalem besok,” kata pejabat Hamas di Gaza Mushir al-Masri pada Rabu (17/5/2023).

Hamas juga mendesak warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan di dalam Israel untuk melawan pendudukan. Kelompok yang memimpin wilayah Gaza ini mengatakan akan mengadakan demonstrasi dengan bendera Palestina di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel yang dijaga ketat.

Parade itu dimaksudkan untuk menandai “Hari Yerusalem”. Perayaan tahunan Israel itu menandai penaklukan Yerusalem timur, termasuk Kota Tua dan tempat-tempat sucinya, dalam perang Timur Tengah 1967.

Israel menganggap seluruh kota sebagai ibu kotanya. Namun, komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengakui aneksasi Israel atas Yerusalem Timur. Palestina pun mengeklaim daerah itu sebagai ibu kota negara masa depan.

Setiap tahun, ribuan nasionalis Israel berpartisipasi dalam pawai, melambai-lambaikan bendera biru dan putih Israel, dan menyanyikan lagu-lagu. Mereka berjalan melewati Muslim Quarter dan menuju Jewish Quarter dan Western Wall, tempat tersuci orang Yahudi dapat berdoa.

Warga Israel menggambarkan pawai itu sebagai acara yang meriah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pawai itu telah dirusak oleh nyanyian rasis anti-Arab dan kekerasan terhadap warga lokal Palestina oleh beberapa demonstran.

Menambah suasana yang tegang, sejumlah besar orang Yahudi diperkirakan akan mengunjungi tempat suci paling sensitif di Yerusalem sebelum pawai. Kompleks puncak bukit dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, sedangkan Muslim Palestina menganggap area itu adalah wilayah Masjid al-Aqsha.

Di bawah perjanjian lama, orang Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks tersebut, tetapi tidak berdoa di sana. Namun, peningkatan kunjungan semacam itu dalam beberapa tahun terakhir, bersamaan dengan adegan beberapa orang Yahudi berdoa di sana, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Palestina. Mereka menduga Israel berusaha mengubah status quo, tapi tuduhan itu dibantah Israel.

Sumber: Wafa/Republika

#DonasiPalestina