Serangan Israel di Jalur Gaza, Enam Anak Palestina Jadi Martir

Serangan Israel di Jalur Gaza, Enam Anak Palestina Jadi Martir

NewsINH, Gaza – Serangan udara yang dilancarkan militer Israel di Jalur Gaza, sejak Jum’at (5/8/2022) kemarin telah merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka. Parahnya lagi, serangan zionis Israel itu juga telah merenggut nyawa Enam anak tak berdosa, mereka syahid dan menjadi martir kedzoliman serdadu Israel.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah media, hingga Minggu (7/8/2022) korban tewas akibat meningkatnya serangan di Gaza telah meningkat menjadi 24 orang, termasuk enam anak-anak, ketika Israel memperpanjang pengebomannya terhadap gerilyawan Palestina yang telah membalas dengan rentetan roket.

Hitungan terbaru dari otoritas kesehatan di wilayah yang dikelola Hamas mengatakan, enam anak termasuk di antara mereka yang tewas sejak dimulainya “agresi Israel” pada hari Jumat, di samping 204 orang terluka.

Setidaknya enam yang dilaporkan meninggal itu dengan rentang usia antara 9 dan 11 tahun. Mereka meninggal dalam serangan udara Israel di Gaza.

Keenam anak meninggal dalam serangan di kamp pengungsi Jabalia di utara Jalur Gaza. Mereka diidentifikasi sebagai Hazem Ali Salem (9 tahun), Ahmad Mohammad al-Neerab (11 tahun), Momen Mohammad al-Neerab (5 tahun), dan Khalil Jameel Shobeer (10 tahun).

Seorang remaja 17 tahun yang diidentifikasi sebagai Khalil Iyad abu-Hamadah juga meninggal dalam serangan tersebut. Sumber-sumber medis mengatakan, beberapa dari korban yang terluka berada dalam kondisi kritis. Jumlah kematian diperkirakan meningkat.

Pada Jumat (5/8/2022) lalu Israel melancarkan serangan udara ke Gaza. Mereka membidik markas atau situs kelompok Jihad Islam. Komandan Jihad Islam, Tayseer al-Jaabari, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Israel pun mengklaim berhasil membunuh 15 ‘teroris’ lainnya.

“Israel melakukan operasi kontra-teror yang tepat terhadap ancaman langsung,” kata Perdana Menteri Israel Yair Lapid dalam sebuah pernyataan yang disiarkan stasiun televisi Israel.

Lapid menegaskan, Israel akan melakukan apa pun untuk membela rakyatnya. “Pertarungan kami bukan dengan rakyat Gaza. Jihad Islam adalah proksi Iran yang ingin menghancurkan Israel dan membunuh warga Israel yang tak bersalah,” ujarnya.

Meski membidik markas atau situs Jihad Islam, menurut pejabat kesehatan di Gaza, serangan udara Israel pada Jumat lalu turut menewaskan 10 orang. Sebanyak 55 orang lainnya juga mengalami luka-luka. Jihad Islam akhirnya membalas serangan Israel pada Jumat malam. Mereka meluncurkan lebih dari 100 roket ke kota-kota di Israel selatan dan tengah, termasuk Tel Aviv.

Serangan roket Jihad Islam memicu sirine di daerah Israel selatan dan tengah. Di Tel Aviv, sejumlah saksi mengatakan mereka mendengar ledakan. Namun sirene di sana tak berdengung. Sementara itu, stasiun televisi Israel menampilkan sejumlah roket yang diluncurkan Jihad Islam ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.

 

Sumber: Middeeastmonitor/republika