Pesawat Tempur Israel Gempur Jalur Gaza

Pesawat Tempur Israel Gempur Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Pesawat tempur Israel pada Senin (13/2/2023) kembali melakukan penyerangan secara brutal. Mereka mengebom beberapa lokasi di Jalur Gaza, Palestina.

Dikutip dari laman kantor berita Palestina, Wafa, pesawat tempur tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Jalur Gaza, tepatnya di barat daya kota tersebut. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah rumah dan harta benda serta meneror anak-anak.

Tak hanya serangan udara, kendaraan taktis lapis baja atau artileri Israel menembakkan tiga peluru ke sebuah lokasi dan lahan pertanian di sebelah barat kota Beit Hanoun, di utara Jalur Gaza.

Artileri menembakkan dua peluru ke lokasi di sebelah timur kota Khan Younis, selatan Jalur, menyebabkan kerusakan parah.

Sementara itu, di Kota Nablus Pasukan Israel membunuh warga Palestina dan melukai tujuh lainnya dalam serangan pagi-pagi buta.

“Seorang warga Palestina tewas sementara tujuh lainnya terluka, dalam serangan militer Israel di kota Nablus Tepi Barat yang diduduki,” tulis keterangan Bulan Sabit Merah Palestina.

Dikatakan bahwa Ameer al-Bustami terbunuh oleh tembakan Israel selama penggerebekan berlangsung. Sebuah unit besar Israel menyerbu kota, mengepung sebuah bangunan sipil di Jalan Sufian di tengah baku tembak yang intens.

Ahmad Jibril, kepala Departemen Darurat dan Ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, mengatakan bahwa ada lima korban luka dengan peluru tajam dan satu dengan peluru baja berlapis karet.

Dia menambahkan bahwa pasukan Israel menahan dua warga Palestina setelah menembak mereka di sekitar bangunan yang dikepung.

Jibril mencatat bahwa puluhan pemuda menderita mati lemas karena menghirup gas beracun yang ditembakkan oleh tentara Israel di daerah tersebut.

Dia menjelaskan, tiga relawan Bulan Sabit Merah masih terperangkap di dalam gedung yang dikepung setelah pasukan kembali ke lokasi kejadian.

Dengan terbunuhnya al-Bustami, jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal tahun 2023 telah meningkat menjadi 48 orang, termasuk 10 anak-anak, dan seorang wanita berusia 61 tahun, serta seorang tahanan di dalam penjara Israel. Empat dari mereka adalah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel.

 

Sumber: Wafa

 

#Donasi Palestina