Pemimpin Dunia Kecam “Kebrutalan” Polisi Israel di Komplek Al Aqsa

Pemimpin Dunia Kecam “Kebrutalan” Polisi Israel di Komplek Al Aqsa

NewsINH, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan untuk menghentikan serangan “keji” oleh pasukan pendudukan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem.

“Saya mengutuk tindakan keji terhadap kiblat pertama umat Islam dan menyerukan agar serangan dihentikan sesegera mungkin,” kata Erdogan saat mengutuk penyerbuan pasukan pendudukan Israel di Masjid Al-Aqsa dan mengungkapkan “kesedihan dan kemarahannya”.

Menurutnya, Turki tidak bisa tinggal diam saat menghadapi serangan pasukan zionis Israel di masjid suci ketiga bagi umat muslim. Tindakan mereka  menginjak-injak kesucian Haram al-Sharif adalah garis merah kami dan tidak bisa dibiarkan.

“Dipahami bahwa di balik gelombang kekerasan yang disebabkan oleh pemerintah Israel meskipun semua peringatan, mereka terjebak di dalam, ini disebut kebijakan penindasan.” tegasnya.

Ditempat terpisah, Presiden Republik Islam Pakistan Arif Alvi mengutuk serangan pendudukan Israel terhadap jamaah Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem.

“Saya mengutuk keras serangan terhadap jamaah Palestina di dalam Masjid Al-Aqsa oleh Pasukan Israel. Sayangnya, Israel tidak menghargai norma kemanusiaan apa pun termasuk kesucian tempat-tempat keagamaan,” kecamnya lewat akun resmi twitternya..

“Kami melihat puncak kebiadaban untuk menyerang jemaah dengan cara yang kejam selama bulan suci Ramadhan,” tambahnya, sambil mendesak masyarakat internasional untuk “mengutuk tindakan brutal dan tidak manusiawi ini terhadap jemaah yang damai.”

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres  melalui juru bicaranya”terkejut” dengan kekerasan pasukan pendudukan Israel terhadap jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dalam siaran persnya, Guterres merasa terkejut dengan gambar yang dia lihat pagi ini tentang kekerasan dan pemukulan oleh pasukan keamanan Israel di dalam Masjid Al-Qibli di Yerusalem pada waktu kalender yang suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim

“Ini harus menjadi waktu untuk perdamaian dan tanpa kekerasan. Tempat ibadah seharusnya hanya digunakan untuk ibadah yang damai,” pungkasnya.

 

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina