Pembangkit Listrik Tak Dapat Pasokan Bahan Bakar, Jalur Gaza Terancam Gelap Gulita

Pembangkit Listrik Tak Dapat Pasokan Bahan Bakar, Jalur Gaza Terancam Gelap Gulita

NewsINH, Gaza – Agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina menambah daftar penderitaan panjang bagi 2,2 juta warga Palestina. Pasalnya, satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza akan segera ditutup karena pasokan bahan bakar menipis di tengah agresi Israel yang sedang berlangsung selama hampir satu pekan.

Sejak eskalasi dimulai pada hari Selasa, Israel telah menutup penyeberangannya menuju wilayah jalur Gaza yang terkepung, termasuk penyeberangan Erez untuk individu dan penyeberangan komersial Karam Abu Salam.

Otoritas Israel telah menutup semua penyeberangan ke Gaza sejak Selasa kemarin, tak hanya itu mereka juga memutus akses truk pengangkut bahan bakar yang memasok kebutuhan pabrik dan industri diwilayah tersebut. Langka pembatasan tersebut merupakan intensifikasi pengepungan yang telah berlangsung sejak 2007 silam.

Blokade tersebut berdampak serius pada taraf hidup penduduk Gaza yang semakin jatuh kedalam jurang kemiskinan. Atas tindakan tak berperikemanusiaan otoritas Israel kelompok hak asasi mengecamnya sebagai bentuk hukuman kolektif ilegal.

Akibat minimnya pasukan bahan bakar pembangkit listrik di jalur Gaza menghadapi pemadaman yang membuat mereka hanya memiliki listrik 10 jam sehari, penduduk Gaza akan menghadapi pemadaman lebih lanjut jika pabrik berhenti beroperasi.

Komite Presiden untuk Mengkoordinasikan Masuknya Bahan Bakar dan Barang ke Gaza mengatakan, penutupan satu-satunya pembangkit listrik di Gaza akan berdampak besar pada kehidupan sehari-hari lebih dari dua juta orang dan layanan vital di Jalur Gaza.

 

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!