Pasukan Israel Tangkap Delapan Warga Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Tangkap Delapan Warga Palestina di Tepi Barat

NewsINH, Bethlehem – Pasukan Israel kembali menahan delapan warga Palestina, di akwasan distrik Betlehem dan Yerusalem Tepi Barat yang diduduk, kebanyakan dari mereka merupakan anak di bawah umur.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Selasa (17/1/2023), sejumlah saksi mata mengatakan bahwa pasukan Israel menangkap empat warga Palestina, termasuk tiga anak di bawah umur, berusia 15 dan 16 tahun, dari daerah Khirbet al-Deir di kota Tuqu‘, sebelah tenggara kota Bethlehem.

“Saat aksi penangkapan berlangsung tentara membawa senjata lengkap dan menghujani pemuda setempat dengan tabung gas air mata hingga menyebabkan beberapa orang mati lemas alias pingsan,” kata saksi tersebut.

Sementara itu dilokasi terpisah, polisi Israel juga menangkap kembali seorang mantan tahanan dari lingkungan Beit Hanina di Yerusalem tak lama setelah membebaskannya dari penjara selama 28 bulan.

Mereka juga menahan tiga anak di bawah umur lainnya dua orang dari lingkungan Silwan di Yerusalem dan satu lagi dari Kota Tua Yerusalem.

Ini terjadi ketika pasukan Israel yang menyamar, yang dikenal sebagai Musta’ribeen, menyelinap ke lingkungan Ras al-Amud dan menculik anak di bawah umur lainnya. Sebelumnya, pasukan Israel menahan setidaknya 15 orang lainnya dalam berbagai serangan di Tepi Barat yang diduduki.

Pasukan Israel sering menggerebek rumah-rumah warga Palestina hampir setiap hari di Tepi Barat dengan dalih mencari warga Palestina yang “dicari”, sehingga memicu bentrokan dengan warga.

Penggerebekan ini, yang terjadi juga di daerah-daerah di bawah kendali penuh Otoritas Palestina, dilakukan tanpa perlu surat perintah penggeledahan, kapan pun dan di mana pun militer memilih sesuai dengan kekuatan sewenang-wenangnya.

Di bawah hukum militer Israel, komandan tentara memiliki otoritas eksekutif, legislatif, dan yudikatif penuh atas 3 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. Orang Palestina tidak memiliki suara dalam bagaimana otoritas ini dijalankan.

Menurut angka terbaru dari Addameer, Asosiasi Dukungan Tahanan dan Hak Asasi Manusia Palestina, saat ini ada 4.700 tahanan politik Palestina di penjara dan pusat penahanan Israel, termasuk 150 anak-anak dan 34 tahanan wanita.

Jumlah ini mencakup sekitar 835 warga Palestina yang ditempatkan di bawah “penahanan administratif”, yang memungkinkan penahanan warga Palestina tanpa dakwaan atau persidangan untuk interval yang dapat diperbarui berkisar antara tiga dan enam bulan berdasarkan bukti yang dirahasiakan bahkan pengacara tahanan pun dilarang untuk melihat.

Penangkapan massal warga Palestina bukanlah hal baru. Menurut laporan tahun 2017 oleh Addameer, selama 50 tahun terakhir, lebih dari 800.000 orang Palestina telah dipenjara atau ditahan oleh Israel, angka ini sekarang diyakini mendekati 1 juta. Ini berarti bahwa sekitar 40% pria dan anak laki-laki Palestina yang hidup di bawah pendudukan militer telah dirampas kebebasannya. Hampir setiap keluarga Palestina menderita pemenjaraan orang yang dicintai.

 

Sumber: Wafa

#Donasi Palestina

 

Yuk patungan wakaf ambulance gratis untuk warga….

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!