Minim Alat Berat, Bangunan dan Rumah Hancur di Gaza Belum Dievakuasi

Minim Alat Berat, Bangunan dan Rumah Hancur di Gaza Belum Dievakuasi

NewsINH, Gaza – Pertempuran antara pasukan kemerdekaan Palestina (Hamas) dengan militer Israel banyak menyisakan duka yang mendalam. Selain jatuhnya banyak korban jiwa, bangunan dan rumah-rumah yang hancur dibombardir militer Israel di Gaza belum juga dievakasi, reruntuhan puing-puing bekas rudal tersebut masih dibiarkan berserahkan.

Direktorat Pertahanan Sipil Gaza menyatakan jika serangan Israel banyak merusak bangunan dan rumah warga Palestina. Minimnya tim dan tidak memadai karena banyaknya puing mengakibatkan pihaknya kesulitan untuk melakukan evakuasi korban yang tertimbun rerintuhan bangunan.

“Tim kami sangat sedikit dan peralatanya pun kurang sangat tindak mencukupi dengan jumlah kerusakan yang begitu besar,” kata Direktorat Pertahanan Sipil di Jalur Gaza.

Dalam keterangan tertulis Direktorat menyebutkan masih banyak warga yang tertimbun reruntuhan akibat gencarnya serangan udara di sejumlah wilayah Gaza.

Selain itu, pernyataan tersebut juga mengumumkan bahwa tim pertahanan sipil tidak mencukupi dan tidak memiliki peralatan yang cukup karena intensnya pemboman dan banyaknya rumah yang hancur, serta menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan meningkat karena puing-puing bangunan yang hancur.

Sementara itu, hingga saat ini informasi yang diterima dari Muhammad Husein founder INH sekaligus aktivis kemanusiaan asal Indonesia di Gaza mengatakan jika, pesawat tempur Israel terus melakukan pengeboman intensif terhadap lingkungan, jalan, dan bangunan di sebelah barat kota sepanjang malam.

“Setelah pemboman, asap tebal mengepul dari kawasan Mecmai Ansar, Jalan Reşid dan garis pantai di sebelah barat kota,” kata Husein, Rabu (11/10/2023).

Penduduk di wilayah tersebut yang terkena serangan udara meninggalkan rumah mereka dan melakukan perjalanan menuju pusat kota.

Pengeboman intensif terus berlanjut di lingkungan Derec di timur kota, Kerame di barat, dan Furkan di utara.

Sumber kementrian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan, jumlah korban jiwa hingga saat ini telah mencapai 900 jiwa. 260 diantaranya anak-anak, 230 wanita dan selebihnya pria dewasa dan para orang tua dan sebanyak 4.500 orang mengalami luka-luka.

Di saat ribuan roket ditembakkan dari Gaza menuju Israel, kelompok bersenjata Palestina menyerbu dan merebut Gerbang Perbatasan Beit Hanun-Erez di perbatasan Gaza-Israel.

Para pejuang kemerdekaan Palestina kemudian memasuki pemukiman di Israel dari sini, dan tentara Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza dengan puluhan pesawat tempur. ***