Menlu Irlandia Prihatin Atas Serangan Israel di Gaza

Menlu Irlandia Prihatin Atas Serangan Israel di Gaza

NewsINH, Irlandia – Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin, bereaksi atas pembunuhan yang dilakukan oleh militer Israel terhadap 13 warga Palestina di Jalur Gaza kemarin. Dalam serangan yang mematikan itu juga menewaskan termasuk empat anak dan empat wanita.

Tak hanya soal aksi pengerahan kekuatan militer, Menlu Irlandia juga menyayangkan tindakan otoritas Israel yang telah melakukan penghancuran sejumlah sekolah milik Palestina yang berada disejumlah wilayah di Tepi Barat.

“Kami juga terganggu oleh penghancuran sekolah dasar Jibb al-Deeb yang didanai Uni Eropa pada 7 Mei oleh Israel, dekat kota Bethlehem di Tepi Barat selatan,” kata Martin.

Menurutnya, sangat disesali atas hilangnya nyawa di Gaza. Pasalnya, pembunuhan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, tidak pernah dapat diterima. Tindakan ini berisiko meningkatkan situasi dan mengarah pada kekerasan lebih lanjut.

Dia menekankan bahwa situasi keamanan yang memburuk sekali lagi menyoroti kebutuhan untuk memulihkan cakrawala politik dan proses perdamaian yang kredibel.

Tentang penghancuran sekolah tempat 60 siswa Palestina kelas satu dan empat belajar, Menteri Luar Negeri Irlandia mengatakan dia terganggu oleh pembongkaran tersebut dan meminta Israel untuk tidak melanjutkan penghancuran karena puluhan sekolah lainnya juga menjadi sasaran penghancuran.

“Saya juga terganggu oleh penghancuran pada 7 Mei oleh otoritas Israel atas sekolah yang didanai Uni Eropa di Tepi Barat yang diduduki. Tindakan seperti itu berdampak negatif terhadap pendidikan penting bagi anak-anak Palestina,” katanya.

Ia mendesak Israel untuk tidak melanjutkan penghancuran dan menghentikan semua kegiatan pemukiman.

Irlandia, tambahnya, adalah bagian dari kelompok Negara Anggota UE yang mengejar kompensasi untuk struktur kemanusiaan yang dihancurkan.

 

Sumber: Wafa

#DonasiPalestina