Lebih dari 600 Ribu Warga Gaza Mengungsi ke Sekolah Milik PBB

Lebih dari 600 Ribu Warga Gaza Mengungsi ke Sekolah Milik PBB

NewsINH, Gaza – Konflik militer Israel dengan pasukan pejuang kemerdekaan Palestina di Jalur Gaza masih belum juga redah. Suasana mencekam di Jalur Gaza semakin genting menginggat adanya ancaman invasi secara besar-besaran militer Israel di jalur Gaza.

Gelombang perpindahan manusia dari utara menuju selatan Gaza pun terus berlangsung. Terlihat ribuan warga Gaza dengan membawa perbekalan baik yang menggunakan kendaraan seperti mobil, pedati maupun yang berjalan kaki terlihat memadati jalur-jalur utama di kota Gaza.

Jinan Abu Muslim aktivis perempuan di Jalur Gaza mengatakan, suasana mencekap masih dirasakan oleh jutaan manusia yang mendiami Gaza yang terkepung. Sejak, adanya himbauan dari PBB ratusan ribu warga Gaza memilih untuk mengungsi ketempat-tempat yang dinilai lebih aman seperti gedung-gedung sekolah yang milik PBB.

“Lebih dari 60o ribu warga Gaza mengungsi karena rumahnya hancur dibom, jumlah pengungsi diperkirakan akan terus meningkat karena jumlah penduduk di Gaza kurang lebih 2,3 juta jiwa,” jelas Jinan, Selasa (17/10/2023).

Menurutnya, ratusan ribu warga menjadi pengungsi dan meninggalkan rumah mereka di Jalur Gaza, seiring dengan gencarnya pemboman Israel dari udara, darat dan laut. Serangan bom yang masif telah menghantam dan menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di daerah kantong pemukiman Gaza.

Jinan menceritakan, pemandangan menyayat hati sempat ia liat ketika, seorang pria Gaza menghayati momen terakhir dengan salah satu keluarga nya yang terbunuh oleh serangan Isral.

“Saya ingat betul mamanya Eline terlihat betapa menggemaskannya ia dalam balutan baju viktoria bersama adiknya, Celine. Dia bisa saja menjadi seorang model cilik suatu hari nanti, ya kan?. Tapi sayang nya tidak, bom Israel membunuh Eline bersama dengan adiknya, ayahnya, ibunya dua saudara nya, neneknya, kakeknya, paman nya, bibi nya , dan 5 sepupunya,” kenangnya

Ia mengaku bahwa krisi kemanusiaan di Gaza Palestina semakin parah, terlebih sejak pihak otoritas Israel mengentikan suplay logistik, listrik dan jaringan internet kewilayah Gaza di hentikan. Langka dan tindakan Israel dinilai telah melanggar konvesi Jenewa tentang hak-hak rakyat sipil yang harus dilindungi dari kejahatan perang.

Pertempuran sengit telah menewaskan ribuan orang dari kedua belah pihak sejak Hamas melancarkan serangan mendadak pada hari Sabtu. Serangan yang melalaikan pihak Israel ini, kemudian memicu serangan balasan yang masif dan brutal dari Israel dengan serbuan bom dari darat, laut dan udara.(***)