Krisis Ekonomi, Pemerintah Lebanon Ancam Usir Pengungsi Suriah

Krisis Ekonomi, Pemerintah Lebanon Ancam Usir Pengungsi Suriah

NewsINH, Beirut – Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, pada hari Senin mengancam akan mengusir pengungsi Suriah dari negara itu jika komunitas internasional gagal untuk memulangkan mereka.

“Sebelas tahun setelah dimulainya krisis Suriah, Lebanon tidak lagi memiliki kapasitas untuk menanggung beban ini, terutama dalam keadaan saat ini,” kata Mikati dalam pidato yang menandai Rencana Tanggap Krisis Lebanon 2022-2023, yang didukung oleh PBB, seperti dikutip dari middleeastmonitor, Selasa (21/6/2022)

Mikati mendesak masyarakat internasional untuk bekerja sama dengan Beirut untuk mengembalikan pengungsi Suriah ke negara mereka.

“Lebanon mengalami salah satu krisis ekonomi, keuangan, sosial dan politik yang paling sulit di dunia dan, sebagai akibatnya, sekitar 85 persen orang Lebanon hidup di bawah garis kemiskinan,” katanya.

Sejak akhir 2019, Lebanon telah bergulat dengan krisis ekonomi yang parah, termasuk depresiasi mata uang secara besar-besaran serta kekurangan bahan bakar dan perlengkapan medis seperti obat-obatan.

Menurut angka PBB, Lebanon menampung sekitar 1,5 juta pengungsi Suriah, terhitung hampir seperempat dari populasi Lebanon, di samping hampir setengah juta pengungsi Palestina yang tinggal di negara itu sejak 1948 silam.

 

Sumber: middleeastmonitor