Keluarga Palestina Jadi Korban Pembunuhan Malah Ditangkap Agen Rahasia Israel

Keluarga Palestina Jadi Korban Pembunuhan Malah Ditangkap Agen Rahasia Israel

NewsINH, Tepi Barat – Anggota keluarga Palestina yang dibunuh oleh pemukim Israel ditangkap oleh Shin Bet yang merupakan agen rahasia Israel yang sangat misterius.

Dilansir dari middleeastmonitor, Selasa (28/6/2022), tiga anggota keluarga warga Palestina berusia 27 tahun, yang tewas di tangan seorang pemukim Israel di Salfit di Tepi Barat yang diduduki, mereka ditangkap kemarin pagi oleh badan intelijen Israel Shin Bet.

Ketiga anggota keluarga Ali Hassan Harb korban pembunuhan yang sempat menghebohkan warga disekitar lokasi kajadian di jantung desa Iskaka, dekat Salfit ini adalah Naim, Firas dan Zid Harb. Mereka bertiga saat kejadian penikaman yang dilakukan warga Yahudi-Israel berada di lokasi.

Seorang pejabat keamanan Israel mengkonfirmasi penangkapan itu kepada The Times of Israel, tetapi menolak untuk menjelaskan mengapa ketiga warga Palestina itu ditahan. Sementara itu, Shin Bet juga menolak berkomentar.

“Tiga anggota keluarga Harb yang menyaksikan kejadian itu ditangkap, dan kami masih tidak tahu mengapa atau di mana mereka berada,” kata Wali Kota Iskaka, Osama Zaher melalui telepon.

Ali dinyatakan meninggal ketika dia tiba di Rumah Sakit Martir Yasser Arafat di Salfit, kata Kementerian Kesehatan.

Kelompok pemukim yang membunuh Ali, menyerang tanah keluarga yang berbatasan dengan pemukiman Israel Ariel, dan membongkar rumah kayu yang dibangun keluarga di sana.

Selain itu, saksi mata yang dikutip oleh kantor berita Wafa mengatakan, bahwa tentara pendudukan Israel di daerah itu telah melindungi para pemukim dan mencegah warga Palestina untuk merawat dan menolong Harb selama satu jam. Perlakuan tentara Israel itu pun menyebabkan dia mati kehabisan darah.

Ahmad Harb, yang menyeret tubuh sepupunya menjauh dari tempat kejadian, mengatakan, “Tentara, penjaga pemukiman, polisi, mereka semua ada di sana. Mereka menyaksikan saat dia ditikam dan kemudian mencegah kami menjangkau dia selama 20 menit,” kata Ahmad.

Serangan pemukim terhadap properti Palestina telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan pasukan pendudukan melindungi para penyerang dan menangkap warga Palestina yang melindungi tanah mereka.

 

Sumber: middleeastmonitor