Kasus Pembunuhan Jurnalis Palestina Diadukan ke Pengadilan Internasional

Kasus Pembunuhan Jurnalis Palestina Diadukan ke Pengadilan Internasional

NewsINH, Den Haag – Keluarga Shireen Abu Akleh jurnalis Palestina yang tewas di tembak sniper Israel saat melakukan tugas peliputan di kawasan distrik Jenin, Tepi Barat beberapa waktu lalu mengadukan kasus pembunuhannya ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di kota Den Haag, Belanda

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa Rabu (21/9/2022). Nasser Abu Bakr, ketua Sindikat Jurnalis Palestina, mantan presiden Federasi Jurnalis Internasional yang saat ini tercatat sebagai anggota dewan administrasi, Jimmy Boumleiha, dan Anton Abu Akleh, saudara dari jurnalis Al-Jazeera yang terbunuh, Shireen Abu Akleh, mengajukan pengaduan hukum baru ke kantor ICC di kota Den Haag Belanda.

Abu Akleh terbunuh pada 11 Mei saat meliput serangan tentara Israel di kota Jenin di Tepi Barat utara dan dan melukai seorang jurnalias lainya yang bernama Ali Samoudi.

Sebelumnya telah disampaikan pada bulan April ke ICC untuk membuka penyelidikan terhadap penargetan sistematis jurnalis Palestina, termasuk Ahmad Abu Hussein, Yasser Murtaja, Moath Amarneh, dan Nidal Shtayyeh, dan media secara umum oleh tentara Israel karena semua jurnalis diwakili dalam dua pengaduan mengenakan jaket pers yang ditandai dengan jelas ketika mereka menjadi sasaran.

Pengaduan hari ini mewakili, untuk pertama kalinya, peluang nyata untuk meminta pertanggungjawaban Israel karena menargetkan jurnalis dan dapat mengarah pada penyelidikan resmi oleh Jaksa ICC dan kemungkinan kasus hukum yang diajukan terhadap para pelaku.

Delegasi dari Sindikat Jurnalis Palestina tiba kemarin di markas ICC yang dipimpin oleh Nasser Abu Bakr yang juga Wakil Presiden Federasi Jurnalis Internasional, dan delegasi dari Federasi Jurnalis Internasional, serta Anton Abu Akleh dan sejumlah pengacara internasional, untuk mengajukan pengaduan dan mengambil bagian dalam konferensi pers tentang masalah ini.

 

Sumber: Wafa