Jet Tempur Israel Bombardir Tempat Pengungsian 45 Orang Syahid

Jet Tempur Israel Bombardir Tempat Pengungsian 45 Orang Syahid

NewsINH, Gaza – Mengerikan serangan jet-jet tempur zionis Israel terus menghujani wilayah Gaza, Palestina. Dalam serangan baru-baru ini  pesawat tempur Israel membunuh puluhan orang di Gaza tengah sekitar 45 anggota keluarga Nisman, yang menampung pengungsi Palestina, menjadi sasaran serangan Israel terbaru.

Di kota az-Zawayda di Gaza tengah inilah, para tetangga telah bekerja sejak Minggu pagi, mengumpulkan potongan tubuh puluhan orang yang dulu tinggal di rumah keluarga Nisman.

Sekitar pukul 4 pagi waktu setempat (06:00 GMT), pesawat tempur Israel mengebom rumah tersebut, menghancurkannya sepenuhnya.

“Ini rumah paman saya, kedua paman saya tinggal bersama keluarga mereka sudah tiga generasi tinggal ditempat ini.” kata Fadi Nisman seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (10/12/2023).

Hanya beberapa minggu yang lalu, keluarga besar tersebut melarikan diri dari kamp pengungsi Shati di sebelah barat Kota Gaza mengikuti perintah Israel untuk menuju ke selatan daerah kantong tersebut dan mengungsi ke suku Nisman.

Fadi menggambarkan serangan hari Minggu itu sebagai “bom atom”. Menurutnya, di Jalur Gaza tidak ada tempat yang aman untuk bersembunyi dan lari dari serangan udara Israel.

“Kami mengumpulkan bagian-bagian tubuh dari tanah terdekat, satu tangan di sini, satu kepala di sana,” katanya.

“Kami belum berhasil mengeluarkan siapa pun dari bawah reruntuhan, hanya mayat-mayat yang terkoyak yang terlempar ke udara karena kekuatan bom.”

Tetangganya, Wael al-Mahanna, mengatakan serangan itu lebih buruk daripada gempa bumi dahsyat.

“Tidak ada peringatan dari pihak Israel, mereka tidak menelepon atau mengirim SMS atau menyuruh kami untuk mengungsi,” katanya, seraya menambahkan bahwa lingkungan tersebut dihuni oleh warga sipil.

“Tidak ada seorang pun di rumah itu yang selamat. Ada sekitar 45 orang di dalam,” katanya.

“Ada sesosok mayat terlempar di salah satu tiang, dan kepalanya ditemukan jauh di atap. Bahkan tidak ada seorang pun yang bisa memahami apa yang terjadi.”

Setidaknya 15 jenazah dipindahkan ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, kata sumber setempat. Ledakan tersebut merusak rumah-rumah di sekitarnya, menghancurkan blok perumahan.

Ketika serangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza berlanjut pada hari ke-65, jumlah korban tewas telah mencapai hampir 18.000 orang, hampir 8.000 di antaranya adalah anak-anak. Lebih dari 48.700 orang lainnya terluka sementara 7.780 warga Palestina lainnya masih hilang, diyakini tewas di bawah reruntuhan rumah mereka.

Fadi Nisman mengatakan masyarakat ingin pertumpahan darah diakhiri, dan warga Gaza bisa kembali membangun kehidupan yang baru.

“Kami ingin mengakhiri kriminalitas dan penjajahan ini,” tutupnya.

 

Sumber: Al Jazeera