Jerman dan Prancis Minta Israel Hentikan Tindakan Provokatif di Masjid Al-Aqsa

Jerman dan Prancis Minta Israel Hentikan Tindakan Provokatif di Masjid Al-Aqsa

NewsINH, Berlin –  Sejumlah negara uni eropa seperti Jerman dan Prancis meminta Israel untuk menghentikan tindakan provokatif di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem atau kota tua Al Quds yang berada diwilayah Palestina.

Seruan kedua negara maju itu, menanggapi atas penyerbuan menteri fasis Israel, Itamar Ben Gvir dengan pengawalan ketat dari kepolisian Israel ke tempat situs suci bagi umat Muslim awal pekan kemarin.

Juru bicara kementerian luar negeri Jerman, seperti dikutip dari kantor berita resmi Palestina, Wafa Kamis (5/1/2023) mengatakan saat menggelar konferensi pers bahwa apa yang dilakukan Ben Gvir adalah tindakan provokatif yang tidak dapat diterima, menyerukan Israel pemerintah untuk menghentikan tindakan tersebut dan mematuhi standar internasional tentang Masjid Al-Aqsa.

Kementerian luar negeri Prancis juga menyatakan keprihatinan atas tindakan menteri Israel serta meningkatnya kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, menyerukan untuk mempertahankan status quo terkait tempat-tempat suci di Yerusalem yang diduduki.

Ia juga meminta Israel untuk menghentikan semua aktivitas pemukiman karena mereka mengancam solusi dua negara.

Sementara itu, salah satu negara anggota ASEAN yakni Malaysia juga mengecam keras penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan halamannya kemarin oleh seorang anggota pemerintah Israel.

“Serangan yang diatur yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dan pasukan Israel, jelas merupakan provokasi dan agresi terhadap status quo politik Yerusalem dan Al-Haram Al-Sharif,” katanya.

Negeri jiran itu menyerukan kepada komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban rezim Israel atas tindakan ilegal tersebut, dan menuntut rezim tersebut untuk segera menghentikan provokasi apa pun demi perdamaian dan stabilitas.

“Malaysia terus berdiri dalam solidaritas bersama rakyat Palestina, dan menegaskan kembali status Al-Quds Al-Sharif sebagai tempat suci umat Islam.” tegasnya.

Malaysia juga menegaskan kembali dukungannya untuk Palestina dan tujuan mereka untuk mencapai kebebasan dari pendudukan ilegal Israel dan mewujudkan aspirasi mereka untuk Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan pra-1967, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibukota mereka.

 

Sumber: Wafa

#Donasi Palestina