Jaga Kehormatan Perempuan di Gaza Pakai Gaun Cantik Hadapi Gempuran Israel

Jaga Kehormatan Perempuan di Gaza Pakai Gaun Cantik Hadapi Gempuran Israel

NewsINH, Gaza – Bombardir rudal mematikan terus diluncurkan oleh militer Israel ke wilayah Jalur Gaza. Secara sporadis rudal-rudal militer zionis Israel terus menghancurkan bangunan dan meruntuhkan semua fasilita baik sarana ibadah, rumah maupun gedung pemerintahan Palestina di Gaza.

Namun patut diajungi jempol ketangguhan dan kesabaran warga Gaza Palestina dalam menghadapi serangan yang telah membunuh ribuan nyawa manusia melayang sungguh luar biasa. Serangan Israel tidak menjadikan warga Palestina di Gaza ciut nyali. bahkan hidup miskin, susah dan serba keterbatasan sudah menjadi hal biasa selama tinggal diwilayah yang terblokade belasan tahun tersebut.

Sejak serangan yang dimulai Sabtu (7/10/2023) kemaren situasi di Jalur Gaza semakin mencekam setelah pihak Israel memutus pasokan listrik ke Jalur Gaza, jaringan internet terputus, dan pasokan distribusi makanan dan logistik semakin sulit.

Ditengah gejolak peperangan yang dahsyat diabad modern ini. Perempuan di Gaza mengenakan gaun cantik di rumah mereka jika mereka dibunuh oleh rudal jet tempur Isrel mereka merasa wafat dalam keadaan terhormat dan menutup aurat.

Jinan Abu Muslim, Salah seorang warga Palestina yang hidup di Jalur Gaza menggambarkan bagaimana situasi saat ini, para anggota keluarga terpaksa berlindung di suatu tempat yang sama, sehingga jika mereka syahid, mereka semua ikut syahid, agar tidak ada seorang pun yang mengalami trauma saat mencari anggota keluarganya di bawah puing reruntuhan.

“Rasa sakit ini, hanya dengan mendengarkannya saja, sungguh tidak dapat terbayangkan, bagaimana perih dan tegarnya para perempuan di Gaza,” jelas Jinan.

Jinan mengisahkan, jika dirinya tidak akan menyangkal kelemahan kali ini. Tidak akan menyembunyikan ketakutan, tidak akan berbohong dan mengatakan kalau semua baik-baik saja. Aku tidak sehat (baik fisik dan sikis) karena untuk keempat kalinya serangan jet tempur zionist berturut-turut membuat jantungku berdebar kencang.

“Dentuman suara jet dan bom mengitari sekelilingku,” kisahnya.

Seluruh tubuh gemetar, juga melihat anak-anak di depan mataku terbangun dari tidurnya karena ketakutan. Kakiku terasa sangat sakit.

“Jika aku tidak mati karena pengeboman, mungkin mati karena ketakutan atau kesakitan akibat teror yang terus-menerus setiap malam. Setiap kali benar-benar berpikir inilah (akhir hidup) yang akan terjadi padaku,” ceritanya.

Ya Tuhan, kasihanilah kami tutup Jinan.

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!