logistik-palestina-inh-news
Jalur Pendistribusian logistik dikawasan Jalur Gaza / ist

News INH, GAZA – Otoritas Israel terus melakukan pemblokiran terhadap sejumlah produk pentin dan esensial ke kawasan Jalur Gaza, Palestina. Hal ini diungkapkan oleh Rami Ebu er-Riş, Direktur Jenderal Gerbang Perbatasan dan Perdagangan Kementerian Ekonomi Palestina.

Menurut Rami Ebu er-Ris seperti dilansir dari kantor berita Anadolu Agency, Senin (13/06/2021, bahwa sejak bulan lalu, ketika serangan berakhir, pasukan Israel telah menutup Gerbang Perbatasan Kerm Abu Salim, yang digunakan sebagai gerbang perdagangan.

“Hanya bahan makanan pokok, pakan dan beberapa jenis obat-obatan yang diperbolehkan, sementara kebutuhan dan produk esensial yang dibutuhkan di Jalur Gaza tidak diperbolehkan masuk,” kata Ebu er-Riş.

Baca Juga:

-3 Remaja Palestina di Tangkap Polisi Israel di Tepi Barat

Abu er-Rish nemanbahkan, pasukan pendudukan mencegah lewatnya berbagai produk industri, bahan baku dan bahan bangunan. Juga, di antara produk yang diblokir karena alasan keamanan imajiner, bahan yang mereka klaim memiliki kegunaan ganda, baik militer maupun sipil, tidak diizinkan masuk.

“Semua produk ekspor sepenuhnya diblokir,banyak produk lain seperti barang bekas, furnitur dan produk sayuran juga dicegah untuk ditawarkan ke pasar domestik di Tepi Barat,” imbuhnya.

Abu er-Rish mencatat bahwa menjaga Gerbang Kerm Abu Salim, yang digunakan untuk pintu masuk produk komersial, ditutup untuk pintu masuk dan keluar tersebut, melumpuhkan pergerakan komersial di Gaza dan meningkatkan pengangguran di wilayah tersebut.

Berbicara tentang serangan terbaru Israel di Jalur Gaza, Abu er-Rish mengatakan, Israel sengaja membom pabrik. Sekitar 18 pabrik hancur dalam serangan ini.

Serangan yang diluncurkan oleh Israel di Jalur Gaza yang terkepung pada 10 Mei berakhir pada 21 Mei, sejalan dengan gencatan senjata yang dicapai dengan Hamas.

Dalam serangan di Gaza, 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, kehilangan nyawa, 1948 terluka, dan ribuan bangunan hancur total atau tidak dapat digunakan lagi. Gerakan perlawanan Palestina, di sisi lain, menargetkan banyak kota, termasuk Tel Aviv, dengan rudal terhadap serangan Israel.

Sumber : AA / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *