Israel Ancam Usir Penduduk Masafer Yatta dan Ratakan Tanah di Perbatasan Jalur Gaza

Israel Ancam Usir Penduduk Masafer Yatta dan Ratakan Tanah di Perbatasan Jalur Gaza

NewsINH, Hebron – Militer pendudukan Israel kembali melakukan ancaman dan akan mengusir penduduk Masafer Yatta untuk segera memindahkan bangunan mereka. Tak hanya itu, para petani setempat juga diminta untuk segera pindah dari tanah dan ladang mereka.

Dikutip dari kantor berita Palestina, Wafa, Rabu (11/1/2023), Militer Israel memberi tahu dua penduduk Masafer Yatta di selatan Tepi Barat untuk memindahkan bangunan sementara para pemukim menyerang dan memaksa petani meninggalkan tanah mereka.

Menurut keterangan sumber setempat, tentara dengan sengaja masuk ke desa Maeen, salah satu komunitas di kelompok Masafer Yatta, dan memberi tahu penduduk setempat untuk memindahkan karavan dan yang lainnya untuk memindahkan struktur timah.

“Mereka mengancam dan meminta warga untuk mengusungkan bangunan dan pindah dari tanah mereka,” kata Fouad al-Imour seorang aktivis setempat.

Pada saat yang sama, pemukim dari pemukiman ilegal Yacoub Talia menyerang petani yang sedang membajak tanah mereka di desa Lasifer, juga di Masafer Yatta, melempari mereka dengan batu, dan memaksa mereka meninggalkan tanah mereka.

Lasifer diisolasi oleh penghalang berupa tembok beton tinggi yang dikenal dengan tembok apartheid, membuat akses petani ke tanah mereka terhalang dan untuk menuju kelokasi pertanian mereka harus melewati pos pemeriksaan.

Sementara itu, di Jalur Gaza, kendaraan berat tentara Israel meratakan tanah di dalam perbatasan selatan Gaza dan angkatan laut Israel juga memaksa nelayan Palestina meninggalkan laut di utara Jalur Gaza.

“Beberapa kendaraan militer Israel dan buldoser menyusup ke perbatasan Gaza selatan dan meratakan tanah di tenggara Khan Younis, sementara kapal angkatan laut mengejar nelayan di pantai utara dan memaksa mereka kembali ke pantai,” kata koresponden Wafa.

“Kendaraan militer menghancurkan lahan pertanian milik salah sorang warga di kota Khuzaa, sementara itu, kapal angkatan laut memaksa para nelayan untuk menghentikan penangkapan ikan mereka, meninggalkan laut dan kembali ke pantai di utara Jalur Gaza,” pungkasnya.

 

Sumber: Wafa

#Donasi Palestina