gencatan-senjata
Foto/video Credit: muhammadhusein_gaza ( inh.or.id )

News INH, GAZA – Setelah pertempuran kurang lebih 11 hari, akhirnya Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Gencatan itu mulai berlaku sejak Jumat (21/5/2021) dini hari waktu setempat.

Muhammad Husein, Founder INH di Jalur Gaza menyatakan, kesepakatan gencatan senjata ini langsung disambut suka cita oleh warga Gaza. Mereka turun kejalan sambil bertakbir. Tak hanya dilakukan oleh orang tua dan dewasa, perayaan kemenangan ini juga melibatkan anak-anak di Jalur Gaza.

“Kita lihat warga Palestina di Jalur Gaza turun kejalan untuk merayakan kemenangan atas kesepakatan gencatan senjata yang berhasil memaksa tentara Israel untuk menghentikan serangan dan menerima persyaratan dari pejuang Gaza,” katanya.

Husein menceritakan, suasana perayaan suka cita ini tidak hanya terjadi di jalan-jalan utama di Jalur Gaza. sejumlah masjid disini juga melakukan perayaan dengan mengumandangkan takbir sebagai mana layaknya perayaan hari raya Idul Fitri. Uniknya, bendera hamas dan fatah berkibar bersama-sama dalam perayaan kemenangan tersebut.

Baca Juga: Gandeng Dubes Palestina, INH Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban Perang

“Gema takbir berkumandang seolah-olah ini adalah perayaan hari raya Idul Fitri yang tertunda karena serangan-serangan yang terjadi sebelumnya, warga disini terlihat begitu semangat dan bergembira,” kisahnya.

Sementara itu, Media Israel dan pejabat Hamas mengkonfirmasi tentang kabar gencatan senjata itu pada Kamis (20/5) malam.

“Israel gagal mencapai tujuan agresinya dan melarikan diri dari pertempuran dengan perlawanan Palestina,” kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri saat ditanya perihal gencatan senjata tersebut.

Sejak 10 Mei lalu, Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza. Aksi itu dilakukan sebagai respons atas serangan roket yang diluncurkan Hamas. Peluncuran roket itu merupakan respons Hamas atas aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Israel kepada warga Palestina di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sejak awal bulan ini, warga Palestina di Yerusalem Timur menggelar aksi demonstrasi menentang rencana Israel menggusur sejumlah keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah. Namun aksi itu direspons represif dan brutal oleh Israel. Kerusuhan sempat berlangsung di sekitar kompleks Al-Aqsa.

Baca: INH Kecam Kebrutalan Israel Terhadap Jama’ah di Al Aqsha

Hamas sempat memperingatkan dan memberi tenggat waktu agar Israel segera menarik aparat keamanannya dari kompleks Al-Aqsa. Peringatan itu diabaikan. Hamas kemudian meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel.

Sejauh ini, setidaknya 232 warga Palestina di Gaza, 65 di antaranya anak-anak gugur akibat serangan Israel. Sementara serangan Hamas telah menyebabkan 12 warga Israel tewas.

Sumber : GAZA MEDIA / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *