unieropa-gaza
foto: kabar24bisnis.com

News INH, TEPI BARAT- Ketegangan antara warga Palestina dan pemukim ilegal Israel di distrik Sheikh Jarrah Quarter, Yerusalem Timur mengundang perhatian dunia barat. Sejumlah negri dibenua biru seperti Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, dan Inggris mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat.

“Otoritas Israel untuk membatalkan keputusannya untuk memajukan pembangunan 540 unit permukiman di daerah Har Homa E di Tepi Barat yang diduduki, dan untuk menghentikan kebijakan perluasan permukiman di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina,” kata negara-negara Eropa itu dalam pernyataan bersama.

Negara-negara itu memperingatkan tindakan ilegal Israel itu hanya akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut. “Jika diterapkan, keputusan untuk memajukan permukiman di Har Homa, antara Yerusalem Timur dan Betlehem, akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada prospek Negara Palestina yang layak, dengan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan Negara Palestina,” kata mereka.

Polisi Israel mengatakan, di wilayah Sheikh Jarrah, mereka telah menangkap sembilan orang karena perilaku tidak tertib atau penyerangan ketika para pemukim berhadapan dengan pengunjuk rasa Palestina pada malam hari. Seorang reporter Reuters melihat sebuah mobil terbakar di dekat sebuah rumah yang diambil alih oleh para pemukim. Tidak segera jelas siapa yang membakar mobil tersebut.

permukiman_yahudi
foto: inews

Mahkamah Agung Israel akan mendengar gugatan minggu depan atas penggusuran warga Palestina yang diperintahkan oleh pengadilan yang lebih rendah yang mendukung klaim pemukiman ilegal

itu. Kelompok hak asasi manusia mengatakan keputusan itu, jika ditegakkan, dapat menjadi preseden bagi puluhan rumah lainnya.

Seorang anggota parlemen sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, mengatakan sedang mendirikan sebuah kantor di lingkungan itu. Pembangunan itu dilakukan setelah seorang imam besar kuno dimakamkan di sana.

BACA JUGA: Warga Palestina di Gaza Protes Pelanggaran Israel di Sheikh Cerrah Quarter Yerusalem

“Saya senang karena, sejak kami tiba, polisi mulai bekerja. Namun, jika polisi tidak menangani teroris dengan tangan yang kuat, kami akan berada di sini sampai ada

ketenangan,” cicit Ben-Gvir.

Israel merebut Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza dalam perang tahun 1967. Tel Aviv menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sedangkan klaim tersebut hanya

diyakini sepihak dan tidak mendapat dukungan internasional.

 

Sumber : Reutures / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *