Delegasi PBB Kunjungi Gaza, Uni Eropa Sambut Baik Gencatan Senjata

Delegasi PBB Kunjungi Gaza, Uni Eropa Sambut Baik Gencatan Senjata

NewsINH, Gaza – Delegasi PBB tiba di Jalur Gaza, Palestina usai kesepakatan gencatan senjata antara kelompok Jihad Islam Palestina dan Militer Zionis Israel yang berlangsung sejak Minggu (7/8/2022) malam kemarin waktu setempat

Delegasi PBB yang dipimpin oleh Koordinator Kemanusiaan Lynn Hastings tiba di Jalur Gaza pada hari Senin, beberapa jam setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir dimulai antara kelompok Jihad Islam dan Israel.

Delegasi itu akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Palestina selama kunjungan 2 hari, kata seorang sumber keamanan setempat kepada media.

Belum jelas apakah Hastings akan bertemu dengan anggota gerakan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, atau kelompok Jihad Islam selama kunjungan tersebut.

Gencatan senjata, yang mulai berlaku Minggu malam, mengakhiri tiga hari serangan udara Israel dan serangan roket balasan dari Gaza.

Sementara itu, Uni Eropa sambut baik gencatan senjata di Gaza. Uni Eropa menyerukan “penyelidikan tepat waktu dan menyeluruh” terhadap korban sipil setelah serangan udara dan kekerasan Israel yang menyebabkan wanita, anak-anak tewas

Uni Eropa pada Senin menyambut baik gencatan senjata antara Israel dan kelompok Jihad Islam Palestina menyusul meningkatnya kekerasan di Jalur Gaza.

“Uni Eropa menyambut baik gencatan senjata yang diumumkan antara Israel dan Jihad Islam Palestina, yang akan mengakhiri kekerasan di dalam dan sekitar Gaza,” kata juru bicara utama layanan diplomatik Peter Stano dalam sebuah pernyataan.

Dokumen itu juga memuji Mesir “karena memainkan peran fasilitasi yang sangat diperlukan dalam” menengahi perjanjian, serta PBB, Amerika Serikat dan Qatar “untuk memberikan dukungan.”

Mengulangi kecaman Uni Eropa terhadap korban sipil, pernyataan itu mendesak “penyelidikan yang tepat waktu dan menyeluruh” terhadap kekerasan yang menyebabkan, “sejumlah anak-anak dan wanita, tewas dan terluka di Jalur Gaza.”

Stano juga menyatakan bahwa “penting” untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata dan membuka kembali penyeberangan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dan bahan bakar diangkut ke Gaza, menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi dan cakrawala politik untuk dialog.

Gencatan senjata yang ditengahi Mesir di Jalur Gaza antara Israel dan kelompok Jihad Islam Palestina mulai berlaku pada Minggu malam. Perjanjian gencatan senjata datang setelah tiga hari serangan udara Israel di Gaza, yang menewaskan sedikitnya 44 warga Palestina dan lebih dari 360 lainnya terluka.

Pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di daerah itu dengan dalih adanya ancaman kelompok Jihad Islam menyusul meningkatnya ketegangan di seluruh wilayah Palestina.

 

Sumber: Anadolu

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!