Lima Bulan Israel Bombardir Gaza, Amnesty Internasional: Dunia Internasional ‘Tutup Mata’

Lima Bulan Israel Bombardir Gaza, Amnesty Internasional: Dunia Internasional ‘Tutup Mata’

NewsINH, New York –  Sekretaris jenderal organisasi hak asasi manusia Amnesty International Agnes Callamard mengecam komunitas global yang berpura-pura seolah-olah krisis di Gaza adalah krisis kemanusiaan dan bukan rekayasa Israel. Hal ini ia sampaikan dalam unggahan ulang badan bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) di media sosial X.

“Sementara masyarakat internasional sibuk berpura-pura Gaza merupakan krisis kemanusiaan, Israel terus melanggar hukum internasional dengan impunitas total,” katanya merujuk serangan terbaru Israel ke pusat pangan PBB di Gaza, seperti dikutip dari Aljazirah, Kamis (14/3/2024).

“Bantuan kemanusiaan dari udara dan pelabuhan bantuan Gaza tidak akan mengatasi pelanggaran-pelanggaran ini. Dan tidak akan mengatasi kelaparan yang sengaja dibuat,” katanya.

Dalam laporan di unggahan yang posting ulang Callamard, UNRWA mengatakan satu stafnya tewas dan 22 lainnya terluka dalam serangan pasukan Israel ke pusat distribusi makanan di timur Rafah.

“Serangan hari ini terhadap salah satu dari sedikit pusat distribusi UNRWA yang tersisa di Jalur Gaza terjadi ketika persediaan makanan semakin menipis, kelaparan meluas dan, di beberapa daerah, sudah dilanda kelaparan,” kata Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini.

“Setiap hari, kami membagikan koordinat semua fasilitas kami di seluruh Jalur Gaza kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Tentara Israel menerima koordinat fasilitas ini kemarin,” tambahnya.

Sejak perang dimulai lima bulan yang lalu, UNRWA berulang kali menjadi sasaran serangan Israel dalam skala yang belum pernah terjadi di konflik lainnya di seluruh dunia. Lembaga itu mencatat sedikitnya 165 anggota tim UNRWA terbunuh, termasuk ketika sedang menjalankan tugas.

Lebih dari 150 fasilitas UNRWA dihantam, beberapa di antaranya hancur total, di antaranya banyak sekolah dan lebih dari 400 orang terbunuh saat mencari perlindungan di fasilitas PBB.

Dilaporkan ditemukan terowongan-terowongan yang digunakan untuk kegiatan militer di bawah fasilitas dan instalasi UNRWA. Staf UNRWA juga dianiaya dan dipermalukan selama berada di pusat-pusat penahanan Israel.

“Personel, fasilitas dan aset PBB harus dilindungi setiap saat. Sejak perang ini dimulai, serangan terhadap fasilitas, konvoi, dan personil PBB telah menjadi hal yang biasa terjadi dengan mengabaikan hukum kemanusiaan internasional,” kata Lazzarini.

“Saya menyerukan sekali lagi untuk melakukan penyelidikan independen terhadap pelanggaran-pelanggaran ini dan perlunya pertanggungjawaban,” tambahnya.

Israel melancarkan serangan balasan ke Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober.

Serangan tersebut telah menewaskan hampir 31.200 warga Palestina dan melukai lebih dari 72.900 lainnya di tengah kehancuran massal dan kelangkaan kebutuhan pokok.

Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di daerah kantong Palestina tersebut, menyebabkan penduduknya, terutama warga Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Perang Israel telah memaksa 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah blokade terhadap sebagian besar makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong itu telah rusak atau hancur, menurut PBB.

Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Putusan sementaranya pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil langkah untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil di Gaza.

 

Sumber: Aljazeera/Republika

Hibur Anak-Anak Pengungsi di Gaza Relawan INH Gelar Trauma Healing

Hibur Anak-Anak Pengungsi di Gaza Relawan INH Gelar Trauma Healing

NewsINH, Gaza – Genosida dan serangan militer zionis Israel ke Jalur Gaza, Palestina hingga saat ini belum juga berhenti. Puluhan ribu warga sipil baik ana-anak, wanita maupun orang dewasa telah syahid sejak serangan yang berlangsung pada 7 Oktober 2023 silam. 

Tak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, obat-obatan, kupon belanja dan air bersih, relawan kemansuiaan Internasional Networking for Humanitarian atau INH memberikan pelayanan trauma heiling kepada ratusan anak-anak pengungsi Palestina di Jalur Gaza tepatnya di Kamp Pengungsi Raffa, Jalur Gaza Selatan.

Dengan mementaskan sesosok manusia badut, para relawan memberikan edukasi, bercerita dan menghibur anak-anak untuk menghilangkan rasa kecemasan yang melanda mereka selama ini. 

“Trauma healing dapat menjadi langka rehabilitasi yang tepat bagi para korban bencana untuk menyembuhkan dari tragedi memilukan pasca bencana baik bencana alam maupun bencana perang seperti di Jalur Gaza,” kata Muhammad Qodduro, Direktur Program Internasional INH, Kamis (14/3/2024).

Menurutnya, peran utama trauma healing adalah mampu mengalihkan pikiran buruk terhadap bencana agar warga tidak berlarut-larut dalam kesedihan serta bisa mengambil hikmahnya. Terlebih, bencana peperang di Jalur Gaza sangat mengancam kejiwaan dan rasa trauma yang luar biasa bagi anak-anak.

“Hampir setiap hari rasa takut dan was-was anak-anak di Gaza sangat mencemaskan, mereka sangat trauma terutama mendengarkan suara-suara ledakan bom yang dijatuhkan secara bertubi-tubi, dan mereka menyaksikan secara langsung,” jelasnya.

Tak hanya itu, kehilangan sanak keluarga, bahkan kerabat dekat seperti orang tua, saudara kakak maupun adiknya juga menjadi faktor utama penyumbang gangguan kejiwaan dan trauma bagi anak-anak di Gaza.  Kemudian banyaknya jasad bergelimpangan dimana-mana dijalanan, di balik reruntuhan gedung dan rumah juga membuat mental mereka terganggu.

“Alhamdululillah relawan kami menghibur untuk mereka bisa tersenyum, semoga langkah ini bisa mengobati kecemasan yang sangat luar biasa bagi anak-anak di jalur Gaza,” jelas Qodduro.

Bagi relawan kemanusiaan kata Qodduro, memberikan sesuatu untuk mereka bisa tersenyum dan menghilangkan rasa takut juga merupakan hal yang sangat penting dibutuhkan saat ini. Terlebih, suasana ramadan sekarang kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sekarang sangat mencekam dan berbicara keselamatan jiwa serba tidak menentu. Pasalnya, sudah tidak ada lagi tempat yang aman di Jalur Gaza.

“Informasi yang kami peroleh dari data Kementrian Kesehatan Gaza sudah lebih dari 35 ribu jiwa warga sipil di Gaza yang syahid, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, kita berdoa semoga genosida ini segera berlalu dan warga Gaza bisa hidup kembali dalam kedamaian,” harapnya. (***)

Selama Ramadan, Share INH Bagikan Takjil dan Sedekah Sahur

Selama Ramadan, Share INH Bagikan Takjil dan Sedekah Sahur

NewsINH, Bogor – Bulan ramadan merupakan bulan penuh berkah dimana setiap kaum muslim saling berlomba-lomba untuk mencari kebaikan. Tak terkecuali Sahabat Relawan Internasional Networking for Humanitarian (Share INH).  Sejak awal ramadan yang jatuh pada tanggal 12 Maret 2024 relawan dibawa binaan INH melakukan pembagian takjil berbuka puasa dan sedekah sahur setiap harinya.

“Alhamdulillah sejak awal ramadan ditetapkan kami sahabat relawan INH memiliki program berbagi sesama yaitu membagikan takjil untuk masyarakat umum dan sedekah sahur yang kami bagikan untuk saudara-saudara khusunya para pekerja malam seperti sekuriti dan warga yang kami jumpai di jalanan,” kata Supriyanto Koordinator Nasional Share INH, Kamis (14/3/2024).

Momentum puasa ramadan 1445 hijriah ini, kata Supri sangat disayangkan jika tidak diisi dengan tidakan dan perbuatan yang tidak positif. Oleh karena itu, sebagai relawan kemanusiaan pihaknya berkomitmen akan membagikan takjil dan sedekah sahur bagi saudara-saudara muslim yang melaksanakan ibadah puasa.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus istiqomah hingga menjelang hari raya nanti,” harapnya.

Setiap harinya, ia dan angota Share INH Jabodetabek berheliling disekitaran wilayah Ciluengsi-Bogor. Menu yang disajikan setiap harinya juga beragam agar para penerima manfaat tidak merasa bosan dalam menerima sedekah tersebut.

“Untuk pembagian takjil biasanya kami mulai beroperasi pada pukul 16.30 WIB berkeliling dengan membawa makanan takjil seadanya, sementara untuk sedekah sahur biasanya baru dimulai sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dengan membawa puluhan nasi bungkus,” jelasnya.

Supri juga menginstruksikan kepada sahabat-sahabat relawan yang tergabung dalam Share INH di daerah juga agar melakukan tindakan serupa. Pasalnya, kegiatan positif di bulan ramadan ini Insya Allah ganjaranya berlipat ganda. Oleh karena itu, ia berpesan jangan poernah bosan menjadi orang baik dan bermanfaat.

“Disebutkan juga dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Iman Ahmad bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia”. Adapun kalau kita ingin bermanfaat, maka kita harus “memiliki sesuatu” yang bermanfaat dan “memberikan sesuatu” kepada orang lain.,” pungkasnya. (***)

Penjahat Perang, 650 Pengacara Chile Adukan Israel ke ICC

Penjahat Perang, 650 Pengacara Chile Adukan Israel ke ICC

NewsINH, Santiago – Lebih dari 650 pengacara Chile mengajukan pengaduan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap pemerintah Israel dibawa kepemimpinan presiden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pengaduan tersebut dilatarbelakangi aksi kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida dan kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Langkah hukum itu diajukan oleh delegasi pengacara Chile, di antaranya pengacara Chile sekaligus mantan duta besar, Nelson Hadad, Wakil Presiden Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) Shawan Jabarin dan pengacara sekaligus profesor Chile, Rodolfo Marcone-Lo Presti.

Menurut Nelson Haddad, pengacara dari berbagai negara Amerika Latin rencananya akan bergabung dengan mereka untuk mengadukan otoritas Israel.

Sumber: WAFA/Antara

14 Staf Bulan Sabit Merah Palestina Disandera Israel

14 Staf Bulan Sabit Merah Palestina Disandera Israel

NewsINH, Gaza – Sebanyak 14 staf Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) disandera Israel dan keberadaan mereka hingga kini masih belum diketahui, kata PRCS.

“Israel masih menyandera 14 anggota PRCS, yang keberadaannya masih belum diketahui. Keluarga dan kolega sangat prihatin dengan keselamatan mereka lantaran ada laporan penyiksaan dan perlakuan tidak senonoh berdasarkan kesaksian dari sejumlah rekan yang telah dibebaskan,” tulis PRCS di media sosial X, Selasa (12/3/2023).

PRCS meminta komunitas internasional untuk campur tangan dan menekan otoritas Israel agar segera membebaskan tim mereka yang ditahan. Pada 7 Oktober tahun lalu, kelompok perlawanan Palestina Hamas meluncurkan serangan roket besar-besaran terhadap Israel dari Gaza sehingga menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 240 orang lainnya.

Israel kemudian melakukan serangan balasan, memerintahkan pengepungan total terhadap Jalur Gaza dan mulai melancarkan serangan darat ke daerah kantong Palestina tersebut dengan tujuan melenyapkan para petempur Hamas dan menyelamatkan para sandera.

Hingga kini, sedikitnya 31.100 orang di Jalur Gaza telah terbunuh, menurut pemerintah setempat. Pada 24 November, Qatar menjadi mediator antara Israel dan Hamas dalam mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran tahanan dan sandera, juga pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Gencatan senjata kemudian diperpanjang beberapa kali sampai berakhir pada 1 Desember dan lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza.

 

Sumber: Republika

Ramadan, Gaza Masih Dikepung Tak Ada Gencatan Senjata

Ramadan, Gaza Masih Dikepung Tak Ada Gencatan Senjata

NewsINH, Gaza – Awal bulan suci Ramadan di Gaza, Palestina telah dimulai sejak hari Senin (11/3/2024) kemarin. Namun, militer zionis Israel terus melancarkan serangan ke wilayah tersebut. Harapan bagi ribuan umat muslim di Gaza untuk berpuasa selama satu bulan bisa dilaksanakan dengan tenang dan khidmat namun justru sebaliknya bulan puasa ini tanpa gencatan senjata.

Umat Muslim Gaza melaksanakan puasa dengan pertempuran berkecamuk antara pasukan Israel dan Hamas, serta krisis kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Palestina yang terkepung.

Sebuah kapal amal Spanyol dengan bantuan makanan disiapkan untuk berlayar dari Siprus ke pesisir Jalur Gaza, di mana PBB telah berulang kali memperingatkan kelaparan. Kelompok bantuan mengatakan hanya sebagian kecil dari pasokan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dasar telah diizinkan masuk ke Gaza sejak Oktober, ketika Israel menempatkannya di bawah pengepungan yang hampir total.

Sekitar 370 kilometer (230 mil) dari Siprus melintasi Laut Mediterania, Mohammed Harara berdiri di tepi Gaza, berharap bantuan tiba. “Saya sudah menunggu sejak pagi ini, karena besok adalah awal bulan suci Ramadhan dan situasinya sangat tragis,” katanya dilansir dari Arab News, Senin (11/3/2024).

Kelompok non-pemerintah Open Arms mengatakan kapalnya akan menarik tongkang dengan 200 ton makanan, yang kemudian akan diturunkan oleh mitranya, badan amal AS World Central Kitchen di pantai Gaza. “Itu diperkirakan akan berangkat dalam beberapa jam mendatang,” juru bicara pemerintah Siprus Konstantinos Letymbiotis mengatakan kepada Kantor Berita Siprus.

Pesawat Yordania, AS, Prancis, Belgia, dan Mesir menerjunkan bantuan ke Gaza utara pada hari Ahad (10/3/2024), tetapi koordinator bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk daerah tersebut mengatakan meningkatkan pasokan melalui darat adalah cara terbaik untuk mendapatkan bantuan kepada 2,4 juta orang di wilayah itu.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bantuan darat yang mencapai bagian utara Jalur Gaza sangat, sangat minim tidak cukup untuk siapa pun.

Bantuan ini berasal dari dua jalur utama pertama, Jalan Salah Al-Din, di mana terdapat bundaran yang dibangun oleh Kuwait, sehingga dinamakan Bundaran Kuwait. Lokasi lainnya adalah Jalan Laut di Persimpangan Al-Nablusi, yang diambil dari nama sebuah toko manisan yang dibuka oleh seorang tawanan yang dibebaskan dari Tepi Barat di Jalur Gaza.

Orang-orang yang kelaparan berkumpul di dua titik ini (Bundaran Kuwait dan Bundaran Nablusi) berharap mendapatkan makanan. Pengeboman terhadap orang-orang yang kelaparan ini telah menjadi rutinitas harian yang dilakukan oleh penjajah Zionis dan disaksikan oleh masyarakat internasional melalui layar kaca mereka.

Kelaparan akan melanda seluruh penduduk Gaza utara. Bantuan yang diberikan terlalu sedikit. Harga makanan yang mahal bisa berarti kematian. Tolonglah penduduk utara; jangan biarkan mereka menjadi mangsa kelaparan, pemboman, dan penyakit.

Para dokter akan kehilangan nyawa. Para perawat di sana juga. Dan dunia akan menyaksikan jumlah korban kelaparan terbesar dalam beberapa hari mendatang jika Anda tidak bertindak hari ini untuk menyelamatkan kami. Kita semua akan Kehilangan nyawa.

 

Sumber: Gazamedia/ArabNews

Allahu Akbar, Puluhan Ribu Umat Muslim Penuhi Masjid Al Aqsa untuk Sholat Tarawih

Allahu Akbar, Puluhan Ribu Umat Muslim Penuhi Masjid Al Aqsa untuk Sholat Tarawih

NewsINH, Al Quds – Meski ada pembatasan dan pelarangan dari otoritas Israel, puluhan ribu umat muslim Palestina melaksanakan salat Tarawih di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Senin (11/3/2024) malam waktu setempat. Departemen Wakaf Islam mengatakan sekitar 35.000 jamaah menjalani salat Tarawih di dalam Masjid Al-Aqsa, pada hari pertama bulan suci Ramadan di tengah pembatasan pendudukan Israel.

Menurut saksi mata, pasukan Israel melarang pemuda Palestina salat di Masjid Al-Aqsa, bersamaan dengan prosedur ketat di Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya selama lima bulan berturut-turut.

Pasukan Israel secara brutal memukul dan menyerang seorang pria Palestina di dekat salah satu gerbang menuju Masjid Al-Aqsa, Bab Al-Zahra, sebelum menahannya.

Selain itu, mereka juga menangkap penjaga Masjid Al-Aqsa, Khalil Al-Tarhouni dari Kota Tua Yerusalem dan membawanya ke pusat pemeriksaan.

Sebelumnya pasukan pendudukan Israel telah memasang kawat berduri di pagar dekat Masjid Al-Aqsa yang bersebelahan dengan area Lions Gate dengan tujuan mencegah masuk jamaah ke Masjid Al-Aqsa.

 

Sumber: Wafa

Jelang Ramadan, INH Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Miskin di Yaman

Jelang Ramadan, INH Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Miskin di Yaman

NewsINH, Yaman – Krisis pangan di Yaman masih menjadi problematika serius dan belum teratasi, sejak terjadinya perang saudara tahun 2016 silam angka kematian akibat kekurangan gizi di negara paling selatan jazirah arab ini tercatat masih cukup tinggi.

Indeks Kelaparan Global 2019 mencatat Yaman mempunyai skor kelaparan tertinggi kedua di dunia, setelah Republik Afrika Tengah dengan skor kelaparan yang sedikit memburuk sejak tahun 2000.

Guna membantu mengurangi krisis kelaparan, lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan bantuan pangan untuk keluarga miskin di Yaman tepatnya di distrik Hafidz Banatsir, Hajr, Hadramaut, Yaman.

“Alhamdulillah bantuan pangan dari masyarakat Indonesia melalui kami untuk saudara-saudara kita di Yaman sudah kita distribusikan ke ratusan penerima manfaat,” kata Manager Program INH Ibnu Hafidz, Sabtu (9/3/2024).

Menurutnya bantuan yang didisstrubusikan secara langsung ke lokasi-lokasi perkampungan miskin di Yaman ini merupakan kerjasama dengan Muassasah Ibnu Abbas yang diketuai oleh Syekh Marie Thalib Masjari lembaga mitra lokal INH yang ada di Yaman. Bantuan pangan berupa kebutuhan pokok ini juga merupakan kepedulian kami terhadap warga Yaman menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah.

“Semua bantuan merupakan logistik keperluan sehari-hari yang bisa digunakan untuk menyambut bulan puasa besok, seperti beras, tepung gandum, gula, minyak goreng, kacang kedelai, spageti dan garam,” jelasnya.

Program bantuan pangan untuk Yaman ini, kata Ibnu masih terus dibuka. Pasalnya, krisis pangan di Yaman masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan, beberapa lembaga dunia telah menyatakan bahwa Yaman merupakan negara paling miskin di kawasan Asia.

“Negara yaman yang di nobatkan sebagai negara paling miskin se-Asia menyebabkan konflik perang saudara masih mengalami krisis pangan sampai sekarang. INH akan terus membuka program bantuan pangan untuk saudara-saudara kita di Yaman,” imbuhnya.

Dengan geografis gurun bebatuan, lanjut Ibnu membuat yaman menjadi negara yang sulit mendistribusikan bantuan sampai ke pelosok pelosok desa. Akan tetapi dengan kegigihan dan kerja keras mitra kami mendistribusikan bantuan pangan bisa terealisasi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua donatur yang telah ikut serta dalam program bantuan pangan untuk Yaman, semoga harta yang telah dititipkan kepada lembaga kami menjadi ladang amal dan pemberat timbangan kebaikan kita di hari perhitungan,” tutupnya. (***)

Tank Zionis Israel Hujani Peluru Senapan Mesin ke Arah Jurnalis

Tank Zionis Israel Hujani Peluru Senapan Mesin ke Arah Jurnalis

NewsINH, Beirut – Laporan mengenai pembunuhan jurnalis yang dilakukan pasukan Israel bulan Oktober lalu mengungkapkan selain menembakkan dua peluru tank ke kelompok yang sudah mengidentifikasi diri mereka sebagai jurnalis. Terdapat “kemungkinan” awak tank Israel itu juga menembakan senapan mesin ke arah tujuh wartawan selama satu menit 45 detik.

Laporan Organisasi Penelitian Ilmu Terapan (TNO) yang berbasis di Belanda menemukan tank yang berada di wilayah Israel menembakkan dua peluru 120 mm ke arah para wartawan yang berada di wilayah Lebanon. Peluru pertama menewaskan jurnalis visual kantor berita Reuters, Issam Abdallah dan melukai fotografer Agence France-Presse (AFP), Christina Assi.

Reuters menggunakan jasa TNO untuk menganalisa bukti-bukti serangan 13 Oktober itu. Dalam investigasinya bulan Desember lalu Reuters memasukkan temuan awal TNO yang menemukan tank Israel melepas tembakan ke arah para wartawan.

Dalam laporan akhirnya, Kamis (7/3/2024) TNO mengungkapkan suara yang terekam kamera jaringan media Aljazirah di lokasi kejadian menunjukkan para wartawan ditembaki senapan mesin Browning kaliber 0.50 dari atas tank Merkava, Israel. “Skenario yang mungkin terjadi adalah tank Merkava, setelah menembakkan dua peluru, juga menggunakan senapan mesinnya ke lokasi para jurnalis,” kata laporan TNO.

“Hal terakhir ini tidak dapat disimpulkan dengan pasti karena arah dan jarak pasti tembakan (senapan mesin) tidak dapat ditentukan,” tambah lembaga tersebut. Kantor berita Reuters juga tidak dapat menentukan dengan independen apakah awak tank Israel tahu yang mereka tembaki adalah jurnalis atau apakah mereka juga menembaki para wartawan dengan senapan mesin.

Bila memang benar belum diketahui alasannya. Dua wartawan Reuters dan seorang jurnalis AFP yang selamat tidak ingin tembakan senapan mesin. Semuanya mengatakan saat itu mereka sangat terguncang.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya sedang berupaya menjawab pertanyaan Reuters tentang insiden tersebut. Saat menanggapi laporan TNO bulan Desember lalu IDF juga membantah menyerang jurnalis.

“Kami tidak mengincar jurnalis,” kata IDF. Satu hari setelah Reuters mempublikasikan investigasi mengenai peristiwa tersebut. IDF mengatakan lokasi itu merupakan zona pertempuran aktif.

Hukum humaniter internasional melarang serangan ke wartawan karena media mendapatkan perlindungan penuh yang diberikan pada warga sipil dan tidak dianggap sebagai target militer. “Kami mengutuk sekeras-kerasnya, serangan ke kelompok jurnalis yang mengidentifikasi diri mereka dengan jelas, bekerja di tempat terbuka. Serangan itu membunuh rekan kami Issam Abdallah dan melukai beberapa orang lainnya. Kami mengulang kembali seruan pada Israel untuk menjelaskan bagaimana ini bisa terjadi dan meminta pertanggung jawaban mereka,” kata pemimpin redaksi Reuters, Alessandra Galloni.

Direktur Berita Global AFP Phil Chetwynd, mengulangi seruannya militer Israel menggelar penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. “Jika laporan tentang tembakan senapan mesin yang berkelanjutan dikonfirmasi, ini akan menambah bobot pada teori ini adalah serangan yang ditargetkan dan disengaja,” katanya.

Manajer komunikasi internasional Aljazirah Ihtisham Hibatullah, mendesak Israel untuk mengungkapkan hasil investigasinya. “Insiden ini sangat mengindikasikan adanya penargetan yang disengaja, seperti yang telah dikonfirmasi penyelidikan, termasuk oleh TNO,” katanya.

Menteri Informasi Lebanon belum menanggapi permintaan untuk memberikan komentar. Fotografer Thaier Al-Sudani dan juru kamera Maher Nazeh Reuters, serta dua jurnalis Aljazirah dan satu lagi dari AFP juga terluka dalam serangan itu.

 

Sumber: Reuters

Miris, 60 Ribu Wanita Hamil di Gaza Alami Kekurangan Gizi

Miris, 60 Ribu Wanita Hamil di Gaza Alami Kekurangan Gizi

NewsINH, Gaza –  Dalam peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, Kementrian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengatakan, sebanyak 60 ribu wanita hamil di Jalur Gaza menderita kekurangan gizi dan dehidrasi akibat perang genosida zionis Israel di wilayah kantung itu.

Kementerian mengatakan para wanita hamil tersebut mengalami kekurangan layanan kesehatan dan sekitar 49 persen populasi di Jalur Gaza, sebagian besar dalam usia subur, dengan sekitar 5.000 wanita melahirkan setiap bulan dalam kondisi yang sulit, tidak aman dan tidak sehat akibat penembakan dan pengungsian.

Pada 19 Februari lalu, Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan peringatan keras mengenai kekurangan gizi di antara anak-anak, perempuan hamil, dan ibu menyusui di Jalur Gaza menimbulkan “ancaman serius” terhadap kesehatan mereka, terutama dengan perang dahsyat yang sedang berlangsung.

Akibat perang dan pembatasan oleh Israel, penduduk Gaza, terutama di Gaza dan kegubernuran utara, berada dalam ambang kelaparan akibat kelangkaan makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar, selain adanya krisis kesehatan akibat penyebaran epidemi dan lemahnya layanan medis.

Kementerian Kesehatan Gaza, dalam pernyataannya, menyeru PBB untuk segera menghentikan serangan dan genosida oleh Israel terhadap perempuan-perempuan Palestina dan keluarga mereka.

Kementerian juga menyerukan institusi wanita di seluruh dunia untuk membela perempuan Palestina dan memobilisasi upaya untuk menuntut diakhirinya agresi Israel.

Kementerian juga mendesak institusi internasional untuk mendukung keperluan hidup, kesehatan, psikologis, dan sosial perempuan Palestina, terutama di Jalur Gaza.

Di malan peringatan Hari Perempuan Internasional, kementerian mengumumkan kematian 9.000 perempuan Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Militer Israel telah melancarkan perang brutal di Jalur Gaza, yang mengakibatkan puluhan ribu korban sipil, bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kehancuran besar-besaran infrastruktur dan properti, demikian data Palestina dan PBB, yang menyebabkan Israel harus menghadap Mahkamah Internasional pada Januari atas tuduhan genosida.

 

Sumber: Antara