Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Baznas Bagikan Iftar Ramadan untuk Pengungsi Gaza

Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Baznas Bagikan Iftar Ramadan untuk Pengungsi Gaza

NewsINH, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama International Networking for Humanitarian (INH) mendistribusikan Hidangan Berkah Ramadan bagi warga Palestina yang berada di sejumlah kamp pengungsian di Jalur Gaza, Palestina.

“Alhamdulillah, BAZNAS kali ini bekerja sama dengan INH untuk mendistribusikan Hidangan Berkah Ramadan bagi warga Palestina yang berada di Kamp Jabalia (Gaza Utara), dan Kamp Pengungsi kawasan Mawasi (Gaza Selatan),” ujar Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/4/2024) kemarin.

Mo Mahdum mengatakan, sebanyak 5000 warga Palestina menikmati hidangan tersebut mulai dari anak kecil, hingga lansia yang berada di kamp-kamp pengungsi di wilayah Gaza, dan berlangsung hingga akhir Ramadan.

“Pendistribusian makanan untuk warga Palestina ini merupakan agenda tahunan BAZNAS di bulan suci Ramadan, dan merupakan salah satu program unggulan BAZNAS selama Ramadan,” ujar Mo Mahdum.

Pihaknya berharap, makanan yang didistribusikan BAZNAS yang bekerja sama dengan INH ini dapat meringankan beban warga Palestina dan membawa sedikit keceriaan di tengah kondisi sulit yang dihadapi.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat Palestina yang sedang mengalami kesulitan,” tambahnya.

Mo Mahdum menegaskan, BAZNAS RI memastikan penyaluran infak kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina ini dilakukan dengan menerapkan prinsip 3A yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI.

“Kegiatan kemanusiaan ini sejalan dengan misi BAZNAS RI untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan dan memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka. Semoga kita semua mendapat berkah dari Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menyatakan pada bulan keenam agresi Israel ke Jalur Gaza telah membuat lebih dari 33ribu nyawa syahid, hampir setengah diantaranya adalah anak-anak (14.500 anak) dan mayoritas korban lainnya adalah wanita. Lebih dari 75ribu luka-luka, ribuan menghilang, jutaan rakyat terkena penyakit infeksi serta mayoritas bangunan di Jalur Gaza dalam kondisi rusak parah.

Bantuan kemanusiaan yang diblokade dan sangat dibatasi baik dari selatan Rafah yang dijaga Mesir namun di bawah pengaruh kuat Israel serta perbatasan Erez di Bait Hanoun utara Gaza yang sempet ditutup permanen akibat protes dari pemukim ilegal Israel yang menuntut Gaza untuk dibuat kelaparan.

“Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dibatasinya pasokan kebutuhan masuk ke Gaza adalah bagian dari upaya Israel untuk membuat warga Gaza kelaparan, agar supaya wilayah pesisir timur itu menjadi kosong, tidak peduli jika warga meninggal atau hengkang dari Gaza,” kata Luqman.

Kali ini, INH melakukan kolaborasi dengan BAZNAZ menyalurkan ribuan paket makanan berbuka puasa baik di Utara maupun Selatan Gaza merupakan ikhtiar kedua belah pihak untuk bisa terus membantu mereka memenuhi kebutuhan makannya.

“Kolaborasi antara INH dan Baznaz yang kesekian kalinya ini, sangat dinanti warga Gaza, yang jarang mendapatkan paket makanan hangat di tengah kondisi seperti saat ini, terutama warga Gaza utara yang sulit bergerak,” ujar Luqmanul Hakim.

Menurutnya, tim INH di Jalur Gaza terus berupaya menyalurkan bantuan di tengah segala tantangan yang dihadapi tim di lapangan hingga Ramadan selesai dan bisa beranjak ke program bantuan kemanusiaan lainya.

“Mereka berusaha menyalurkan amanah bantuan dari masyarakat Indonesia melalui Baznaz secepat mungkin dan walaupun di tengah kondisi peralatan yang terbatas setelah kondisi kantor INH di Jalur Gaza rusak parah, namun mereka selalu mengirimkan laporan secara profesional dan mengupdate informasi terbaru,” pungkasnya. (***)

Sejak Genosida Israel di Gaza, 6.050 Pelajar di Gaza dan Tepi Barat Dibunuh IDF

Sejak Genosida Israel di Gaza, 6.050 Pelajar di Gaza dan Tepi Barat Dibunuh IDF

NewsINH, Gaza – Kementerian Pendidikan Palestina mengungkapkan sebanyak 6.050 pelajar Palestina telah dibunuh oleh pasukan penjajah Israel (IDF) di Gaza dan Tepi Barat, jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak terjadinya perang genosida Israel sejak 7 Oktober 2023 silam.

Tak hanya itu, ratusan tenaga pengajar dan staff sekolah juga syahid dalam serangan brutal Israel ke sejumlah wilayah Palestina terutama di Jalur Gaza.

“Selain yang syahid, 10.219 siswa juga terluka. 5.994 syuhada terbunuh di Gaza, dan 9.890 orang terluka. Selain korban jiwa di Tepi Barat–56 pelajar gugur dan 329 luka-luka–105 lainnya ditahan oleh pasukan penjajah,” tulis laporan Pusat Informasi Palestina.

Kementerian menambahkan bahwa 266 guru dan administrator sekolah telah syahid dan 973 lainnya terluka di Gaza. Sementara enam orang terluka dan setidaknya 73 orang ditangkap di Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa 351 sekolah negeri dan 65 sekolah yang dikelola UNRWA telah dibom dan dirusak di Jalur Gaza; 111 di antaranya rusak berat, dan 40 hancur total. Kurang dari 60 sekolah diserang dan dirusak di Tepi Barat.

Para pejabat telah mengkonfirmasi bahwa 620 ribu siswa di Jalur Gaza kehilangan hak pendidikan karena genosida yang sedang berlangsung di wilayah kantong tersebut. Banyak dari mereka kini menderita trauma psikologis dan menghadapi kondisi kehidupan dan kesehatan yang sangat sulit.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa sejak dimulainya serangan Israel di wilayah tersebut telah meningkat menjadi 32.916 warga Palestina, dengan 75.494 orang terluka. Lebih dari 72 persen korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

 

Sumber: Republika

INH Realisasikan Program Gerebek Sahur Di Sejumlah Kamp Pengungsian di Gaza

INH Realisasikan Program Gerebek Sahur Di Sejumlah Kamp Pengungsian di Gaza

NewsINH, Gaza –  Relawan International networking for Humanitarian (INH) tak pernah lelah untuk menyalurkan amanat dari masyarakat Indonesia. Tak hanya menyiapkan iftar atau buka puasa bagi pengungsi korban perang genosida Israel. Mereka juga melakukan kegiatan gerebek sahur untuk ribuan pengungsi di Jalur Gaza.

“Kegiatan gerebek sahur ramadan ini baru kami realisasikan pada sepuluh hari terakhir dan setiap harinya sebanyak 7 ribu porsi makanan untuk pengungsi di Gaza,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Jumat (5/4/2024).

Gerebek ramadan ini, lanjut Ibnu akan berakhir pada hari terakhir ramadan dan selanjutkan akan di lanjutkan dengan program pembagian THR bagi keluarga para syuhada.

“Mudah-mudahan semua bisa berjalan sesuai dengan yang telah di rencanakan,” harapnya.

Ibnu menjelaskan, penerima manfaat gerebek sahur ini tersebar di seluruh wilayah Jalur Gaza mulai distrik Jabalia di Gaza utara hingga kawasan Khan Younis di Gaza Selatan yang berbatasan secara langsung dengan gerbang Raffa di Mesir.

“Tim kami dilapangan sudah menyiapkan dari malam hari hingga waktunya menjelang sahur tiba, mereka mendatangi satu persatu tenda-tenda para pengungsi dan selanjutnya memberikan makanan siap saji yang akan dijadikan menu sahur para pengungsi,” jelasnya.

Meski DK PBB telah menyepakati untuk gencatan senjata,  namun fakta di lapangan Israel masih melakukan penyerangan baik udara maupun darat. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah mencapai lebih dari 32 ribu jiwa, lebih dari setengahnya merupakan perempuan dan anak-anak. (***)

Miris Ya Allah…!!!, Warga Gaza Utara Dipaksa Hidup dengan 245 Kalori Per Hari

Miris Ya Allah…!!!, Warga Gaza Utara Dipaksa Hidup dengan 245 Kalori Per Hari

NewsINH, Gaza – Krisis pangan dan benca kelaparan menghantui ratusan ribu warga Jalur Gaza di Bagian utara. Pasalnya, sejak perang dan aksi genosida Israel ke wilayah tersebut bantuan kemanusiaan sangat minim dan sulit masuk karena adanya larangan dari otoritas Israel.

Laporan Oxfam yang berjudul ‘Konsumsi Makanan di Jalur Gaza – Garis Merah’ mengungkap terhitung sejak Januari 2024 warga di utara Gaza dipaksa untuk hidup dengan rata-rata 245 kalori per hari atau kurang dari 400g kaleng kacang fava. Yang direkomendasikan adalah 2.100 kalori yang dibutuhkan per orang berdasarkan hitungan data demografi dengan pertimbangan usia dan gender.

Kondisi kelaparan ini, lantaran tentara Israel terus melancarkan serangan. Lebih dari 300 ribu orang diyakini terperangkap di utara Gaza, tak bisa melarikan diri. Pada akhir pekan lalu, Pemerintah Israel mengatakan pada UNRWA kalau konvoi kendaraan pembawa bantuan kemanusiaan tidak akan lagi diizinkan masuk utara Gaza.

Analisis Oxfam yang dituangkan dalam laporannya berdasarkan data terbaru yang digunakan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) untuk menganalisis Jalur Gaza. Oxfam juga menemukan total makanan yang dikonsumsi warga Gaza sejak Oktober 2023 rata-rata hanya 41 persen kalori perhari per orang. Gaza memiliki populasi 2.2 juta jiwa.

Dalam laporan ‘Konsumsi Makanan di Jalur Gaza – Garis Merah’, disebutkan Pemerintah Israel sudah tahun dengan tepat selama hampir dua dekade untuk berapa banyak kalori per hari yang dibutuhkan untuk mencegah gizi buruk di Gaza, menghitungnya berdasarkan usia dan gender. Bukan hanya menggunakan perhitungan yang tinggi yakni 2.279 kalori per orang, namun juga memperhitungkan produksi pangan lokal di Gaza.

“Sebelum perang, kami dalam kondisi kesehatan yang prima dengan tubuh yang kuat. Sekarang, lihatlah anak-anak saya dan saya sendiri, kami turun berat badan sangat banyak sejak kami tidak makan dengan selayaknya,” kata seorang Ibu yang terperangkap di utara Gaza. Dia menceritakan mencoba makan apapun yang ditemukan, di antaranya tanaman yang bisa dimakan setiap hanya demi bisa bertahan hidup.

Sumber: middleeastmonitor.com

Alhamdulillah, Jepang Kembali Dukung UNRWA Kirim Bantuan Kemanusiaan Rp555,8 M

Alhamdulillah, Jepang Kembali Dukung UNRWA Kirim Bantuan Kemanusiaan Rp555,8 M

NewsINH, Tokyo – Alhamdulillah akhirnya setelah sempat absen akhirnya, Pemerintah Jepang kembali akan menyalurkan dana sebesar US$35 juta atau sekitar Rp555,86 miliar kepada badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) demi memastikan perbaikan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Penyaluran dana kepada UNRWA tersebut menunjukkan pulihnya dukungan Jepang kepada badan PBB tersebut setelah sempat ditangguhkan akibat tuduhan Israel soal keterlibatan staf UNRWA dalam serangan 7 Oktober.

“Jepang telah memutuskan berkontribusi sebesar US$35 juta untuk UNRWA sebagai bagian dari usaha memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza,” demikian menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang, Rabu (3/4/2024).

Sebagaimana disampaikan Duta Besar Jepang untuk RI Masaki Yasushi di Jakarta, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan kebutuhan dasar, khususnya bagi wanita dan anak-anak di Jalur Gaza. Jepang juga berencana menyediakan layanan medis di Tepi Barat dan kawasan lain.

Jepang akan terus berjuang melalui jalur diplomasi demi tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2728 yang disahkan 25 Maret 2024.

Jepang merupakan salah satu anggota tidak tetap DK PBB yang menyetujui resolusi tersebut.Selain itu, Jepang akan terus memperjuangkan penyelesaian konflik Israel-Palestina berdasarkan solusi dua  negara.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa menyatakan telah bertemu Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini untuk membahas pendanaan Jepang untuk UNRWA.

Menurut rilis Kemlu Jepang pada Selasa, Kamikawa mengatakan telah mengusulkan sejumlah langkah yang perlu ditempuh UNRWA untuk mengembalikan kepercayaan kepada organisasi itu menyusul pemulihan pendanaan.

Jepang menyarankan UNRWA untuk memperkuat langkah menjamin netralitas, memastikan transparansi dan pencatatan aliran dana organisasi, serta memperkuat pendidikan dan pelatihan staf UNRWA untuk memastikan netralitas mereka.

“Rencana Aksi UNRWA kepada para donor mencakup semua langkah tersebut, dan kami juga menerima laporan perkembangannya secara rutin,” kata Kamikawa dalam konferensi pers di Parlemen Jepang.

Selain itu, Kamikawa juga menyebut pihaknya telah sepakat dengan UNRWA untuk membina mekanisme manajemen proyek dan pengawasan bersama untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan, partisipasi wanita, dan pelatihan staf dalam perspektif wanita, perdamaian, dan keamanan.

 

Sumber: Antara/Tempo

Bangun Kebersamaan, Keluarga Besar INH Gelar Bukber Ramadan 2024

Bangun Kebersamaan, Keluarga Besar INH Gelar Bukber Ramadan 2024

NewsINH, Bogor – Bangun silahturahmi dan soliditas antar team. Keluarga besar lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) menggelar acara buka puasa bersama dengan pimpinan dan staff INH di kantor Pusat INH di Perum Cileungsi Hijau, Jalan Thata Hijau Raya,  Cileungsi, Bogor, Selasa (2/4/2024).

Dalam sambutanya Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim mengatakan tujuan dari acara silahturahmi ini merupakan bentuk rasa syukur lembaga kemanusiaan ini untuk bisa saling bersinergi dan membangun kebersamaan atar sesama.

“Momentum Ramadan ini sangat baik, dibulan yang penuh berkah kita bersama-sama saling mengingatkan agar satu sama lain semakin kompak dan solid dalam menjalankan aktivitas kesehariannya,” kata Luqmanul Hakim.

INH merupakan lembaga kemanusiaan tidak hanya fokus pada isue-isue lokal akan tetapi juga melaksankan tugas mulianya bagi saudara-saudara kita diluar Indonesia, khusunya Palestina yang menjadi program kerja utama INH dalam melaksanakan tugas kemanusiaan.

Pada ramadan tahun ini, INH melakukan trobosan untuk memperluas jangkauan program kerjanya di sejumlah negara untuk bisa memberikan manfaat bagi saudara-saudara muslim di pelosok dunia dalam menjalankan ibadah puasa.

“Ada sembilan negara dalam program ramadan tahun ini yang menjadi fokus kerja kita, diantaranya: Yaman, Suriah, Nigeria, Uganda, Sudan Selatan, Kenya, Indonesia dan tentunya Palestina,” bebernya.

Dihadapan pengurus beserta keluarga besar INH, Luqman menyadari bahwa kesuksesan dan besarnya suatu lembaga ini tidak hanya bisa dilakukan seorang diri atau per individu akan tetapi dibutuhkan kerjasama yang kompak dan kuat atar pengurus. Oleh karena itu, INH terus berkomitmen untuk menghadirkan suasana kekeluargaan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya disetiap divisi.

“INH tidak besar hanya dilakukaan oleh saya, aku atau seorang diri, tetapi kita harus bahu membahu dalam mewujudkan semua cita-cita sesuai dengan visi misi lembaga ini, dimana bisa hadir dan membantu untuk sesama,” jelasnya.

Selain staff hadir dalam acara tersebut juga lembaga semi otonom yang didirikan INH yang fokus soal penanganan sosial yakni Lembaga Kesejahteraan Sosial Siti Fatimah yang telah di louncing beberapa waktu hari yang lalu. Kemudian juga sahabat-sahabat dari relawan INH yang tergabung dalam SHARE INH yang merupakan ujung tombak INH dalam melaksanakan tugas dan kerja dilapangan khusunya di Indonesia.

Tak ketinggalan pula, Founder INH Muhammad Husein juga turut hadir dan dewan panasehat INH yakni ustadz Sahlan Damiri. Acara ditutup dengan pertukaran kado sesama staff dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dibacakan langsung oleh Mohammed Qodduro yang merupakan warga asli Gaza sekaligus mendoakan agar perang dan genosida Israel di Jalur Gaza segera berakhir. (***) 

INH Bangun Ratusan Tenda Pengungsian di Jalur Gaza

INH Bangun Ratusan Tenda Pengungsian di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Pusat Satelit PBB, INOSAT, mengeluarkan laporan baru-baru ini bahwa setidaknya 35% rumah di seluruh Jalur Gaza telah hancur sejak agresi Israel ke Jalur Gaza dimulai 7 Oktober 2023 hingga saat ini dimana agresi masih berlangsung. Persentase ini bisa terus meningkat seiring intensitas serangan terus meningkat, apalagi AS baru-baru ini menambah bantuan triliunan dollar senjata untuk membantu Israel menyerang Gaza.

Setidaknya 1,9 juta warga harus mencari perlindungan, meski tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza. Mayoritas warga mengungsi ke Gaza bagian selatan, Khan Younis dan Rafah walau kondisi di bagian wilayah itu termasuk tidak layak huni akibat tidak adanya sanitasi yang layak. Terlebih, daerah ini juga kerap menjadi sasaran serangan udara Israel berulang kali walau mereka mengklaim rakyat sipil bisa mengungsi kesana dan aman. Faktanya, tidak ada tempat yang aman di area pesisir laut yang sudah diblokade lebih dari satu dekade tersebut.

Di lokasi pengungsian pun, banyak rekaman video amatir menunjukan kondisi hidup warga yang seadanya, menambal tempat berlindung mereka dengan terpal, kain, plastik makanan, botol minuman, dan segara cara lainnya agar bisa memiliki atap untuk berlindung.

Lembaga Kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan berbagai kebutuhan urgen untuk rakyat Gaza sejak agresi terjadi 6 bulan lalu. Kebutuhan seperti pakaian, penghangat, selimut, kasur, makanan hangat, sayur-sayuran, bahkan voucher belanja telah disalurkan kepada rakyat Gaza korban agresi dari masyarakat Indonesia melalui tim INH di Jalur Gaza yang beroperasi secara resmi.

Pada bulan Ramadhan kali ini, INH juga membangun 200 tenda pengungsian untuk warga di Mawasi, Khan Younis, selatan Gaza. Tenda ini telah meringankan beban warga Gaza yang harus meninggalkan rumah mereka dalam kondisi hancur dan entah harus mengungsi kemana.

“Setidaknya 200 keluarga bisa merasakan bukti cinta kasih masyarakat Indonesia yang terus tiada henti menyalurkan dukungan untuk mereka di kondisi darurat seperti saat ini,” ujar Presiden Direktur  INH, Luqmanul Hakim, Senin (1/4/2024)

Menurutnya, semoga kemudian akan ada banyak tenda lagi yang dibangun, dan bisa memberikan keringanan untuk lebih banyak keluarga di Jalur Gaza. Meski hal ini tidak sebanding dengan ujian yang mereka lalui, setidaknya bantuan ini bisa melindungi mereka dari kedinginan, hujan, dan kepanasan.

“Kami akan terus mengupayakan agar bantuan secara maksimal dapat dirasakan saudara-saudara kita di Jalur Gaza, kami juga berterimakasih kepada para donatur yang tak pernah bosan menitipkan hartanya kepada lembaga kami, Insya Allah kami akan terus maksimalkan pengiriman bantuan itu,” jelasnya.

Tenda pengungsi ini nantinya akan di tempati satu tenda untuk satu keluarga, tak hanya menempati tenda INH juga rencananya akan memenuhi kehidupan dasar bagi pengungsi seperti makan, air bersih siap minum dan kebutuhan pokok lainya. (***)

Hadirkan Para Saksi Genosida, INH Gelar Ngabuburit “Cerita Garis Depan Gaza”

Hadirkan Para Saksi Genosida, INH Gelar Ngabuburit “Cerita Garis Depan Gaza”

NewsINH, Bogor – Setidaknya dalam enam bulan agresi Israel ke Jalur Gaza baik melalui udara, darat dan pengetatan blokade, sudah lebih dari 32 ribu jiwa warga sipil Gaza, Palestina syahid, mayoritas adalah wanita dan anak-anak serta puluhan ribu lainnya luka-luka.

Pembantaian satu dan pembantaian lainnya terus terjadi hingga hari ini di Gaza, banyak diantaranya saat mereka hendak mencari makan untuk keluarganya yang kelaparan. Seperti “pembantain terigu” yang tidak hanya hanya terjadi sekali, namun berkali-kali terjadi kepada warga yang hendak mengambil bantuan dan ditarget oleh Israel.

International Networking for Humanitarian (INH) terus secara aktif dalam enam bulan ini menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia melalui tim INH di Jalur Gaza yang juga adalah korban dari agresi kali ini. Bantuan yang sudah disalurkan didokumentasikan dan dilaporkan secara rutin serta dipublish di berbagai media sosial maupun berita nasional.

 

Kali ini, INH menghadirkan para saksi genosida Israel di Jalur Gaza yang membagikan cerita langsung untuk para saudaranya di Indonesia melalui kegiatan “Ngabuburit bareng Muhammad Husein Gaza dan Para Saksi Garis Depan Gaza” yang termasuk diantaranya adalah Jurnalis Muhammad Al Masri, Akademisi Muhammad Qaddoura, Aktivis Muslimah Jinan Muslim, tiga anak saksi genosida Bushra, Ahmed, Selwan, serta musisi Indonesia Bebi Romeo dan publik figur Meisya Siregar. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur pada hari Jumat 29 Maret 2024.

Kegiatan ngabuburit bermanfaat ini juga menghadirkan 48 photo-photo eksklusif hasil jepretan Muhammad Al Masri yang aktif dikenal sebagai fotografer di Jalur Gaza. Selama agresi, Al Masri adalah salah satu jurnalis yang terus secara aktif mempublish dokumentasi kekejaman Zionis di Jalur Gaza melalui lensa kameranya.

Para saksi ini adalah mereka yang sejak lahirnya menyaksikan penjajahan, agresi, blokade yang semakin parah hingga hari ini. Bahkan di agresi kali ini, mereka kehilangan teman, kerabatnya yang syahid akibat serangan udara maupun darat.

“Saya sangat senang sekali bisa hadir di tengah-tengah saudara muslim kami di Indonesia, saya salut dengan sikap Indonesia yang selalu membantu dan peduli terhadap warga Palestina khusunya di Gaza,” kata Mohammed Al Masri, Jurnalis yang telah malang melintang dan mendokumentasikan peristiwa secara langsung kekejaman militer zionis Israel di Gaza.

Menurutnya, sudah lebih dari seratus orang rekannya sesama jurnalis di Gaza telah mati dan menjadi korban serangan Israel mereka dari berbagai kantor berita baik lokal yang ada di Palestina maupun jurnalis internasional. Tak hanya meninggal terkena serangan, banyak juga rekanya yang akhirnya menderita luka-luka dan mengalami cacar secara permanen.

“Jurnalis juga menjadi sasaran pembantaian Israel, karena mereka juga tidak menginginkan keberadaan kami, mereka secara sengaja membunuh jurnalis agar tidak tersebar secara luas photo dan video ke masyarakat Internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menyatakan, kegiatan ngabuburit sekaligus buka bersama ini merupakan agenda edukasi tentang ke Palestinaan. Pasalnya, saat ini ghirah atau semangat yang menggelora terhadap isue-isue tentang Palestina sudah mulai berkurang. Oleh karena itu dengan kegiatan seperti ini memori atau ingatan kita tentang tanggung jawab terhadap penderitaan yang di alami rakyat Palestina mulai tersentuh kembali, terlebih di momentum ramadan seperti saat ini.

“Kami berharap kepedulian soal Palestina tidak luntur, semangat itu terus menyala dan akan tetap ada oleh sebab itu kegiatan seperti ini sangat penting guna menguatkan posisi kita terhadap keberpihakan untuk bangsa Palestina,” pungkasnya. (***)

 

AS Bangun Dermaga di Gaza, Warga Palestina:  Ini Pelabuhan Pendudukan untuk Militer AS Masuk ke Perbatasan

AS Bangun Dermaga di Gaza, Warga Palestina: Ini Pelabuhan Pendudukan untuk Militer AS Masuk ke Perbatasan

NewsINH, Gaza – Warga Palestina di Jalur Gaza menggambarkan dermaga sementara yang dibangun Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Kota Gaza sebagai “pelabuhan pendudukan”.

Presiden AS Joe Biden pada 7 Maret mengumumkan bahwa dirinya telah menugasi militer AS untuk membangun dermaga sementara di lepas pantai Gaza untuk pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, karena Israel kembali hanya membiarkan sedikit bantuan masuk ke daerah kantong tersebut melalui jalur darat.

Departemen Pertahanan AS juga mengatakan bahwa pembangunan dermaga sementara itu dapat memakan waktu 60 hari, yang setelahnya dua juta makanan per hari akan diberikan ke Gaza.

Sementara itu, permintaan warga Palestina atas peralatan untuk membersihkan puing-puing rumah yang dibom selama berbulan-bulan akibat serangan Israel, serta untuk mengambil jenazah mereka yang meninggal, dan untuk membantu korban luka tidak pernah terjawab selama enam bulan terakhir.

Akan tetapi, dalam beberapa minggu belakangan, dengan dukungan AS, sejumlah buldoser dan truk yang dikirim oleh Israel ke perbatasan Gaza telah mengangkut ribuan ton puing-puing dari rumah-rumah yang hancur di Gaza, beserta bagian-bagian tubuh, ke pantai daerah yang dilanda bencana untuk digunakan dalam pembangunan dermaga baru.

Seorang analis politik Palestina Usame Abdulhadi yang berbicara kepada Anadolu, menuduh AS dan Israel tidak jujur mengenai proyek tersebut.

“Jika mereka jujur, truk dan buldoser besar yang memasuki Gaza untuk membangun pelabuhan akan membantu menyelamatkan ribuan orang yang terluka yang terus mati kehabisan darah di bawah reruntuhan rumah yang dihancurkan oleh negara pendudukan (Israel),” katanya.

“Dermaga ini akan dibangun untuk memperkuat kedaulatan Israel di pesisir pantai, membuat Perlintasan Perbatasan Rafah tidak efektif, mengakhiri kedaulatan Palestina, dan mendorong migrasi masyarakat Gaza,” Abdulhadi mengingatkan.

Menggarisbawahi bahwa Israel telah memblokade Gaza, menutup penyeberangan perbatasan, dan menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan, ia mengatakan: “Israel mengambil langkah ini tanpa mendapatkan keuntungan tersembunyi adalah tidak masuk akal. Tampaknya situasi ini sebenarnya terkait dengan mendorong migrasi warga Palestina dari Jalur Gaza.”

Abdulhadi mengatakan AS dan Israel berusaha menguasai sebagian pantai Gaza dengan dalih melindungi dermaga, memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan, dan mencegah Hamas menguasai wilayah tersebut.

“Ini adalah pelabuhan pendudukan, yang memungkinkan militer AS masuk ke perbatasan Gaza,” tambahnya.

 

Sumber: Anadolu / Antara

AI Minta Dunia Lindungi Rakyat Palestina dari Anacaman Genosida Israel

AI Minta Dunia Lindungi Rakyat Palestina dari Anacaman Genosida Israel

NewsINH, London –Amnesty Internasional (AI) sebuah lembaga yang bergerak dibidang hak asasi manusia meminta dunia untuk melindungi rakyat Palestina dari ancaman genosida Israel terhadap warga Gaza.

AI juga  menyambut baik laporan baru Pelapor Khusus PBB di daerah pendudukan di wilayah Palestina. Pelapor Khusus PBB menemukan terdapat “dasar masuk akal untuk meyakini” Israel melakukan genosida di Gaza.

“Upaya lembaga ini harus menjadi seruan penting mendorong negara-negara bertindak. Mereka harus menegakan kewajiban mereka di bawah Konvensi Genosida dan mengambil langkah konkrit untuk melindungi rakyat Palestina di Gaza hari ini,” kata Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard seperti dikutip dari Aljazirah, Selasa (26/3/2024).

“Sudah waktunya untuk bertindak mencegah genosida,” tambahnya.

Callamard mendesak negara-negara untuk menerapkan tekanan politik pada pihak-pihak yang bertikai untuk mematuhi resolusi gencatan senjata Gaza, Dewan Keamanan PBB yang diadopsi Senin (25/3/2024) kemarin.

Ia mengatakan, mereka harus menggunakan pengaruhnya agar Israel mematuhi resolusi itu, termasuk menghentikan serangan dan mencabut langkah-langkah pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan. Callamard juga meminta negara-negara menerapkan embargo senjata komprehensif pada semua pihak dalam konflik, termasuk menekan Hamas dan kelompok bersenjata lain untuk membebaskan semua sandera sipil.

Dalam laporan yang dirilis Senin malam lalu Pelapor Khusus PBB di wilayah Palestina Francesca Albanese mengatakan terdapat indikasi yang jelas Israel telah melanggar tiga dari lima tindakan yang dilarang di Konvensi Genosida.

“Sifat dan skala serangan Israel yang luar biasa di Gaza dan kehancuran kehidupan yang diakibatkannya mengungkapkan niat untuk menghancurkan fisik Palestina sebagai kelompok,” kata Albanese yang ditunjuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB tapi bukan suara resmi PBB.

 

Sumber: Aljazirah/Republika