Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Baznas Bagikan Iftar Ramadan untuk Pengungsi Gaza

Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Baznas Bagikan Iftar Ramadan untuk Pengungsi Gaza

NewsINH, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama International Networking for Humanitarian (INH) mendistribusikan Hidangan Berkah Ramadan bagi warga Palestina yang berada di sejumlah kamp pengungsian di Jalur Gaza, Palestina.

“Alhamdulillah, BAZNAS kali ini bekerja sama dengan INH untuk mendistribusikan Hidangan Berkah Ramadan bagi warga Palestina yang berada di Kamp Jabalia (Gaza Utara), dan Kamp Pengungsi kawasan Mawasi (Gaza Selatan),” ujar Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/4/2024) kemarin.

Mo Mahdum mengatakan, sebanyak 5000 warga Palestina menikmati hidangan tersebut mulai dari anak kecil, hingga lansia yang berada di kamp-kamp pengungsi di wilayah Gaza, dan berlangsung hingga akhir Ramadan.

“Pendistribusian makanan untuk warga Palestina ini merupakan agenda tahunan BAZNAS di bulan suci Ramadan, dan merupakan salah satu program unggulan BAZNAS selama Ramadan,” ujar Mo Mahdum.

Pihaknya berharap, makanan yang didistribusikan BAZNAS yang bekerja sama dengan INH ini dapat meringankan beban warga Palestina dan membawa sedikit keceriaan di tengah kondisi sulit yang dihadapi.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat Palestina yang sedang mengalami kesulitan,” tambahnya.

Mo Mahdum menegaskan, BAZNAS RI memastikan penyaluran infak kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina ini dilakukan dengan menerapkan prinsip 3A yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI.

“Kegiatan kemanusiaan ini sejalan dengan misi BAZNAS RI untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan dan memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka. Semoga kita semua mendapat berkah dari Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menyatakan pada bulan keenam agresi Israel ke Jalur Gaza telah membuat lebih dari 33ribu nyawa syahid, hampir setengah diantaranya adalah anak-anak (14.500 anak) dan mayoritas korban lainnya adalah wanita. Lebih dari 75ribu luka-luka, ribuan menghilang, jutaan rakyat terkena penyakit infeksi serta mayoritas bangunan di Jalur Gaza dalam kondisi rusak parah.

Bantuan kemanusiaan yang diblokade dan sangat dibatasi baik dari selatan Rafah yang dijaga Mesir namun di bawah pengaruh kuat Israel serta perbatasan Erez di Bait Hanoun utara Gaza yang sempet ditutup permanen akibat protes dari pemukim ilegal Israel yang menuntut Gaza untuk dibuat kelaparan.

“Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dibatasinya pasokan kebutuhan masuk ke Gaza adalah bagian dari upaya Israel untuk membuat warga Gaza kelaparan, agar supaya wilayah pesisir timur itu menjadi kosong, tidak peduli jika warga meninggal atau hengkang dari Gaza,” kata Luqman.

Kali ini, INH melakukan kolaborasi dengan BAZNAZ menyalurkan ribuan paket makanan berbuka puasa baik di Utara maupun Selatan Gaza merupakan ikhtiar kedua belah pihak untuk bisa terus membantu mereka memenuhi kebutuhan makannya.

“Kolaborasi antara INH dan Baznaz yang kesekian kalinya ini, sangat dinanti warga Gaza, yang jarang mendapatkan paket makanan hangat di tengah kondisi seperti saat ini, terutama warga Gaza utara yang sulit bergerak,” ujar Luqmanul Hakim.

Menurutnya, tim INH di Jalur Gaza terus berupaya menyalurkan bantuan di tengah segala tantangan yang dihadapi tim di lapangan hingga Ramadan selesai dan bisa beranjak ke program bantuan kemanusiaan lainya.

“Mereka berusaha menyalurkan amanah bantuan dari masyarakat Indonesia melalui Baznaz secepat mungkin dan walaupun di tengah kondisi peralatan yang terbatas setelah kondisi kantor INH di Jalur Gaza rusak parah, namun mereka selalu mengirimkan laporan secara profesional dan mengupdate informasi terbaru,” pungkasnya. (***)

INH Realisasikan Program Gerebek Sahur Di Sejumlah Kamp Pengungsian di Gaza

INH Realisasikan Program Gerebek Sahur Di Sejumlah Kamp Pengungsian di Gaza

NewsINH, Gaza –  Relawan International networking for Humanitarian (INH) tak pernah lelah untuk menyalurkan amanat dari masyarakat Indonesia. Tak hanya menyiapkan iftar atau buka puasa bagi pengungsi korban perang genosida Israel. Mereka juga melakukan kegiatan gerebek sahur untuk ribuan pengungsi di Jalur Gaza.

“Kegiatan gerebek sahur ramadan ini baru kami realisasikan pada sepuluh hari terakhir dan setiap harinya sebanyak 7 ribu porsi makanan untuk pengungsi di Gaza,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Jumat (5/4/2024).

Gerebek ramadan ini, lanjut Ibnu akan berakhir pada hari terakhir ramadan dan selanjutkan akan di lanjutkan dengan program pembagian THR bagi keluarga para syuhada.

“Mudah-mudahan semua bisa berjalan sesuai dengan yang telah di rencanakan,” harapnya.

Ibnu menjelaskan, penerima manfaat gerebek sahur ini tersebar di seluruh wilayah Jalur Gaza mulai distrik Jabalia di Gaza utara hingga kawasan Khan Younis di Gaza Selatan yang berbatasan secara langsung dengan gerbang Raffa di Mesir.

“Tim kami dilapangan sudah menyiapkan dari malam hari hingga waktunya menjelang sahur tiba, mereka mendatangi satu persatu tenda-tenda para pengungsi dan selanjutnya memberikan makanan siap saji yang akan dijadikan menu sahur para pengungsi,” jelasnya.

Meski DK PBB telah menyepakati untuk gencatan senjata,  namun fakta di lapangan Israel masih melakukan penyerangan baik udara maupun darat. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah mencapai lebih dari 32 ribu jiwa, lebih dari setengahnya merupakan perempuan dan anak-anak. (***)

INH Bangun Ratusan Tenda Pengungsian di Jalur Gaza

INH Bangun Ratusan Tenda Pengungsian di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Pusat Satelit PBB, INOSAT, mengeluarkan laporan baru-baru ini bahwa setidaknya 35% rumah di seluruh Jalur Gaza telah hancur sejak agresi Israel ke Jalur Gaza dimulai 7 Oktober 2023 hingga saat ini dimana agresi masih berlangsung. Persentase ini bisa terus meningkat seiring intensitas serangan terus meningkat, apalagi AS baru-baru ini menambah bantuan triliunan dollar senjata untuk membantu Israel menyerang Gaza.

Setidaknya 1,9 juta warga harus mencari perlindungan, meski tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza. Mayoritas warga mengungsi ke Gaza bagian selatan, Khan Younis dan Rafah walau kondisi di bagian wilayah itu termasuk tidak layak huni akibat tidak adanya sanitasi yang layak. Terlebih, daerah ini juga kerap menjadi sasaran serangan udara Israel berulang kali walau mereka mengklaim rakyat sipil bisa mengungsi kesana dan aman. Faktanya, tidak ada tempat yang aman di area pesisir laut yang sudah diblokade lebih dari satu dekade tersebut.

Di lokasi pengungsian pun, banyak rekaman video amatir menunjukan kondisi hidup warga yang seadanya, menambal tempat berlindung mereka dengan terpal, kain, plastik makanan, botol minuman, dan segara cara lainnya agar bisa memiliki atap untuk berlindung.

Lembaga Kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan berbagai kebutuhan urgen untuk rakyat Gaza sejak agresi terjadi 6 bulan lalu. Kebutuhan seperti pakaian, penghangat, selimut, kasur, makanan hangat, sayur-sayuran, bahkan voucher belanja telah disalurkan kepada rakyat Gaza korban agresi dari masyarakat Indonesia melalui tim INH di Jalur Gaza yang beroperasi secara resmi.

Pada bulan Ramadhan kali ini, INH juga membangun 200 tenda pengungsian untuk warga di Mawasi, Khan Younis, selatan Gaza. Tenda ini telah meringankan beban warga Gaza yang harus meninggalkan rumah mereka dalam kondisi hancur dan entah harus mengungsi kemana.

“Setidaknya 200 keluarga bisa merasakan bukti cinta kasih masyarakat Indonesia yang terus tiada henti menyalurkan dukungan untuk mereka di kondisi darurat seperti saat ini,” ujar Presiden Direktur  INH, Luqmanul Hakim, Senin (1/4/2024)

Menurutnya, semoga kemudian akan ada banyak tenda lagi yang dibangun, dan bisa memberikan keringanan untuk lebih banyak keluarga di Jalur Gaza. Meski hal ini tidak sebanding dengan ujian yang mereka lalui, setidaknya bantuan ini bisa melindungi mereka dari kedinginan, hujan, dan kepanasan.

“Kami akan terus mengupayakan agar bantuan secara maksimal dapat dirasakan saudara-saudara kita di Jalur Gaza, kami juga berterimakasih kepada para donatur yang tak pernah bosan menitipkan hartanya kepada lembaga kami, Insya Allah kami akan terus maksimalkan pengiriman bantuan itu,” jelasnya.

Tenda pengungsi ini nantinya akan di tempati satu tenda untuk satu keluarga, tak hanya menempati tenda INH juga rencananya akan memenuhi kehidupan dasar bagi pengungsi seperti makan, air bersih siap minum dan kebutuhan pokok lainya. (***)

INH Salurkan Ribuan Paket Iftar untuk Pengungsi di Jalur Gaza

INH Salurkan Ribuan Paket Iftar untuk Pengungsi di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan seribu paket Iftar atau buka puasa setiap harinya selama ramadan untuk ribuan pengusi korban perangan genosida Israel di wilayah Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan.

“Bantuan paket iftar untuk saudara-saudara kita di Gaza ini merupakan hasil penggalangan donasi INH dari masyarakat Indonesia baik dari program agresi maupun program ramadan 2024,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Minggu (24/3/2024).

Menurutnya, untuk special ramadan 1445 hijriyah ini, pihaknya menyediakan paket iftar yang terus didistribusikan baik di titik pengungsian yang ada di wilayah Selatan Gaza maupun titik lainya seperti di wilayah Gaza Utara yang merupakan zona merah sejak terjadinya serangan militer Israel diwilayah tersebut.

“Untuk satu porsi menu iftar ini bisa dikonsumsi kurang lebih tiga orang, jadi jika setiap hari kami distribusi seribu paket itu artinya bisa mencukupi pangan kurang lebih sebanyak tiga ribu pengungsi setiap hari,” katanya.

Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menjelaskan sejak Oktober INH terus mengampanyekan bantuan darurat agresi melalui dua platform baik di website INH maupun melalui  Kitabisa. Per 21 Maret 2024, bantuan yang telah disalurkan dalam 5 bulan berkisar pada $418.146 (Rp6,5 miliar) dengan jumlah penerima manfaat 75,986 KK atau setidaknya 379.930 warga di sepanjang Jalur Gaza bekerja sama dengan berbagai komunitas kemanusiaan serta relawan lokal.

Untuk Ramadan, per 23 Maret 2024, INH menyalurkan 2000 Paket Makanan (Food Package) dan 2000 Set Pakaian (Clothes Set) untuk keluarga di Jalur Gaza utara dan selatan yang melingkupi, jabalia, bait lahia, bait hanoon, jabalia camp, shaikh radwan, shoja`yah, Rafah dan Khan Younis.

“Kedua bantuan ini merupakan salah satu kebutuhan yang paling urgen saat ini, terutama mereka yang meninggalkan rumah mereka dengan tidak membawa barang apapun bahkan pakaian, banyak warga yang berusaha kembali ke rumah mereka untuk mengambil pakaian. Namun, banyak juga yang tidak bisa karena seluruh barang-barang mereka tertimbun rata oleh reruntuhan,” Kata Luqman.

INH terus mengupayakan penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia melalui tim INH yang tersisa di Jalur Gaza walaupun dengan berbagai kesulitan dan duka yang dialami relawan kami di lapangan.

“Kami terus berkordinasi setiap hari dengan tim di lapangan, memastikan bantuan sampai dan cepat,” tambah Luqman.

Sementara itu, Shuaib Abu Daqqa Koordinator INH Gaza menyatakan banyak terimakasih kepada masyrakat Indonesia yang terus memberikan dukungan untuk masyarakat di Jalur Gaza. Menurutnya, puasa ramadan taun ini sangat kelam dan  mencengkam karena perang masih terus berlangsung.

“Kita berdiri dalam keadaan hormat dan syukur untuk Kitabisa dan rakyat Indonesia yang banyak membantu semoga menjadi berkah dan terus berdiri mendukung kami warga Jalur Gaza dalam perang ini terimakasih semoga Allah memberkahi kalian dan senantiasa diberikan kemudahan,” ucapnya.

Seperti diketahui bersama seningkatnya agresi di minggu kedua Ramadan di Jalur Gaza, Palestina membuat angka syahid mencapai 32.226 jiwa sejak 7 Oktober, serta melukai 74.598 jiwa, belum termasuk ribuan korban hilang yang terjebak di bawah reruntuhan. Rata-rata angka kematian 84 jiwa per hari.

Serangan terbaru menargetkan RS As Shifa secara intens dalam 7 hari membuat seluruh petugas kesehatan diculik, pasien dibunuh dan laporan jurnalis Gaza menyebutkan para petugas medis juga dibunuh oleh tentara Israel. Mereka juga teus menghancurkan bangunan rumah warga secara sistematis dimana pun mereka melewati area bangunan warga.

Pembahasan gencatan senjata yang hingga hari ini masih belum disepakati serta bantuan kemanusiaan yang belum bisa masuk akibat blokade, membuat keselamatan warga Gaza berpacu dengan waktu. Kelaparan dan malnutrisi menjadi musuh yang menunggu di pojok ruangan, pelan-pelan mendekat. Bagi warga di Gaza utara, hal itu lain ceritanya. Kelaparan sudah hampir merata, keselamatan warga tidak terjamin karena banyak rute jalan sudah dikuasai pasukan penjajah. (***)

INH Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Terisolir di Gaza Utara

INH Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Terisolir di Gaza Utara

NewsINH, Gaza –Setelah melalui proses panjang Lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) berhasil menyalurkan sejumlah paket bantuan kemanusiaan ke lokasi terisolasi di Jalur Gaza Utara tepatnya di kamp pengungsian Jabalia, Bait Lahia, Bait Hanoon, Shaikh Radwan dan Shojayah.

“Alhamdulillah setelah melalui proses panjang bantuan kemanusiaan INH yang merupakan hasil penggalangan dana dari masyarakat Indonesia kami salurkan ke titik-titik lokasi terparah sejak penyerangan tentara Israel ke Jalur Gaza,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Rabu (20/3/2024).

Menurutnya, bantuan kemanusiaan yang berhasil didistribusikan diantaranya, makanan hangat atau hot meal, bantuan musim dingin, uang tunai, air bersih siap minum, pakain untuk pengungsi dan paket sembako untuk keluarga korban perang dan genosida.

“Jalur Gaza bagian utara merupakan wilayah terparah, hampir semua bangunan yang ada di lokasi tersebut rata dengan tanah, sementara bantuan kemanusiaan sangat minim yang masuk ke wilayah utara Gaza,” katanya.

Saat ini, lanjut Ibnu bantuan lebih banyak masuk ke wilayah Gaza bagian selatan seperti di kawasan Raffa, Khan Younis dan daerah-daerah perbatasan Mesir. Sementara daerah lainya di Jalur Gaza utara sangat minim bantuan lantaran daerah tersebut telah hancur porak-poranda.

“Relawan kami terus bergerak cepat untuk bisa terus membantu pendistribusian makana dan logistik ke kamp-kamp pengungsian, seperti makanan siap saji yang kami masak dengan menggunakan kayu bakar karena minimnya bahan baku disana,” imbuhnya.

Pada ramadan ini juga, tambah Ibnu pihaknya terus mendistribusikan paket makanan siap saji untuk para pengungsi di wilayah tersebut. Semoga saja distribusinya bisa terus berjalan lancar dan saudara-saudara kita di Gaza bisa melaksanakan ibadah puasa dengan hikmat.

“Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah ikut serta dalam mensukseskan program bantuan kemanusiaan untuk Gaza, kami masih terus membuka open donasi hingga jalur Gaza aman dari peperangan,” tegasnya.

Sebelumnya, kantor kemanusiaan PBB sempat mengatakan mereka tidak dapat mengirimkan truk-truk bantuan ke utara Gaza. Lantaran perang di wilayah kantung yang terkepung tersebut berkecamuk. Bahkan PBB menyamakan Gaza Utara sebagai neraka dunia. (***)

 

Donasi Palestina

 

Hibur Anak-Anak Pengungsi di Gaza Relawan INH Gelar Trauma Healing

Hibur Anak-Anak Pengungsi di Gaza Relawan INH Gelar Trauma Healing

NewsINH, Gaza – Genosida dan serangan militer zionis Israel ke Jalur Gaza, Palestina hingga saat ini belum juga berhenti. Puluhan ribu warga sipil baik ana-anak, wanita maupun orang dewasa telah syahid sejak serangan yang berlangsung pada 7 Oktober 2023 silam. 

Tak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, obat-obatan, kupon belanja dan air bersih, relawan kemansuiaan Internasional Networking for Humanitarian atau INH memberikan pelayanan trauma heiling kepada ratusan anak-anak pengungsi Palestina di Jalur Gaza tepatnya di Kamp Pengungsi Raffa, Jalur Gaza Selatan.

Dengan mementaskan sesosok manusia badut, para relawan memberikan edukasi, bercerita dan menghibur anak-anak untuk menghilangkan rasa kecemasan yang melanda mereka selama ini. 

“Trauma healing dapat menjadi langka rehabilitasi yang tepat bagi para korban bencana untuk menyembuhkan dari tragedi memilukan pasca bencana baik bencana alam maupun bencana perang seperti di Jalur Gaza,” kata Muhammad Qodduro, Direktur Program Internasional INH, Kamis (14/3/2024).

Menurutnya, peran utama trauma healing adalah mampu mengalihkan pikiran buruk terhadap bencana agar warga tidak berlarut-larut dalam kesedihan serta bisa mengambil hikmahnya. Terlebih, bencana peperang di Jalur Gaza sangat mengancam kejiwaan dan rasa trauma yang luar biasa bagi anak-anak.

“Hampir setiap hari rasa takut dan was-was anak-anak di Gaza sangat mencemaskan, mereka sangat trauma terutama mendengarkan suara-suara ledakan bom yang dijatuhkan secara bertubi-tubi, dan mereka menyaksikan secara langsung,” jelasnya.

Tak hanya itu, kehilangan sanak keluarga, bahkan kerabat dekat seperti orang tua, saudara kakak maupun adiknya juga menjadi faktor utama penyumbang gangguan kejiwaan dan trauma bagi anak-anak di Gaza.  Kemudian banyaknya jasad bergelimpangan dimana-mana dijalanan, di balik reruntuhan gedung dan rumah juga membuat mental mereka terganggu.

“Alhamdululillah relawan kami menghibur untuk mereka bisa tersenyum, semoga langkah ini bisa mengobati kecemasan yang sangat luar biasa bagi anak-anak di jalur Gaza,” jelas Qodduro.

Bagi relawan kemanusiaan kata Qodduro, memberikan sesuatu untuk mereka bisa tersenyum dan menghilangkan rasa takut juga merupakan hal yang sangat penting dibutuhkan saat ini. Terlebih, suasana ramadan sekarang kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sekarang sangat mencekam dan berbicara keselamatan jiwa serba tidak menentu. Pasalnya, sudah tidak ada lagi tempat yang aman di Jalur Gaza.

“Informasi yang kami peroleh dari data Kementrian Kesehatan Gaza sudah lebih dari 35 ribu jiwa warga sipil di Gaza yang syahid, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, kita berdoa semoga genosida ini segera berlalu dan warga Gaza bisa hidup kembali dalam kedamaian,” harapnya. (***)

Jelang Ramadan, INH Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Miskin di Yaman

Jelang Ramadan, INH Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Miskin di Yaman

NewsINH, Yaman – Krisis pangan di Yaman masih menjadi problematika serius dan belum teratasi, sejak terjadinya perang saudara tahun 2016 silam angka kematian akibat kekurangan gizi di negara paling selatan jazirah arab ini tercatat masih cukup tinggi.

Indeks Kelaparan Global 2019 mencatat Yaman mempunyai skor kelaparan tertinggi kedua di dunia, setelah Republik Afrika Tengah dengan skor kelaparan yang sedikit memburuk sejak tahun 2000.

Guna membantu mengurangi krisis kelaparan, lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan bantuan pangan untuk keluarga miskin di Yaman tepatnya di distrik Hafidz Banatsir, Hajr, Hadramaut, Yaman.

“Alhamdulillah bantuan pangan dari masyarakat Indonesia melalui kami untuk saudara-saudara kita di Yaman sudah kita distribusikan ke ratusan penerima manfaat,” kata Manager Program INH Ibnu Hafidz, Sabtu (9/3/2024).

Menurutnya bantuan yang didisstrubusikan secara langsung ke lokasi-lokasi perkampungan miskin di Yaman ini merupakan kerjasama dengan Muassasah Ibnu Abbas yang diketuai oleh Syekh Marie Thalib Masjari lembaga mitra lokal INH yang ada di Yaman. Bantuan pangan berupa kebutuhan pokok ini juga merupakan kepedulian kami terhadap warga Yaman menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah.

“Semua bantuan merupakan logistik keperluan sehari-hari yang bisa digunakan untuk menyambut bulan puasa besok, seperti beras, tepung gandum, gula, minyak goreng, kacang kedelai, spageti dan garam,” jelasnya.

Program bantuan pangan untuk Yaman ini, kata Ibnu masih terus dibuka. Pasalnya, krisis pangan di Yaman masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan, beberapa lembaga dunia telah menyatakan bahwa Yaman merupakan negara paling miskin di kawasan Asia.

“Negara yaman yang di nobatkan sebagai negara paling miskin se-Asia menyebabkan konflik perang saudara masih mengalami krisis pangan sampai sekarang. INH akan terus membuka program bantuan pangan untuk saudara-saudara kita di Yaman,” imbuhnya.

Dengan geografis gurun bebatuan, lanjut Ibnu membuat yaman menjadi negara yang sulit mendistribusikan bantuan sampai ke pelosok pelosok desa. Akan tetapi dengan kegigihan dan kerja keras mitra kami mendistribusikan bantuan pangan bisa terealisasi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua donatur yang telah ikut serta dalam program bantuan pangan untuk Yaman, semoga harta yang telah dititipkan kepada lembaga kami menjadi ladang amal dan pemberat timbangan kebaikan kita di hari perhitungan,” tutupnya. (***)

Alhamdulillah, INH Realisasikan Wakaf Sumur Kebaikan di Sudan Selatan

Alhamdulillah, INH Realisasikan Wakaf Sumur Kebaikan di Sudan Selatan

NewsINH, Sudan Selatan – Lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) terus berkomitmen untuk ikut serta dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial yang tengah terjadi di masyarakat. Salah satu persoalan serius yang di hadapi adalah ketersediaan air bersih sebagai sumber kehidupuan.

Dengan menggandeng mitra lembaga lokal INH bekerja sama dengan IMRAN Community Development berhasil mewujudkan harapan ribuan warga Gumbo Rajab Village, Sudan Selatan yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan air bersih.

“Alhamdulillah atas kerja keras dan dari semua pihak akhirnya pembangunan wakaf sumur kebaikan di Sudan Selatan berhasil direalisasikan, masyrakat setempat sudah bisa langsung memanfaatkan air bersih yang keluar dari sumur tersebut,” kata Ibnu Hafidz, Kamis (7/3/2024).

Untuk pembiayaan pembangunan wakaf sumur kebaikan itu, kata Ibnu merupakan hasil kolaborasi antara INH dengan lembaga Baitul Wakaf Lampung dan proses pengerjaanya selama kurang lebih 2 bulan dari mulai proses pencarian titik mata air hingga finising pembangunan konstruksi.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam proses pembangunan wakaf sumur kebaikan ini, semoga dengan pemanfaatan air untuk kehidupan ini menjadi ladang amal jaria bagi para donatur yang telah menitipkan kepada kami,” katanya.

Menurutnya, program wakaf sumur kebaikan INH merupakan salah satu program yang banyak diminati oleh para donatur. Sebelumnya INH juga sudah membangun wakaf sumur kebaikan disejumlah negara afrika lainya seperti Uganda dan Kenya.

Ibnu mengutip hadits Rosulullah “Wahai sahabatku, barangsiapa diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapatkan surgaNya Allah Ta’ala”. (HR Muslim). Oleh karena itu, banyak sekali manfaat dari pembangunan wakaf sumur kebaikan yang diprogramkan selama ini.

“Seperti kisah Utsman bin Affan dan Wakaf Sumur. Sahabat Utsman bin Affan merupakan tokoh yang tercatat memberikan wakaf sumur. Sebagai sahabat yang pernah menjabat sebagai khalifah, tentu beliau jeli dalam melihat peluang,” jelasnya.

Sementara itu, Salimu  Koordinator lembaga IMRAN Community Development di Sudan Selatan secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada INH dan masyrakat Indonesia yang sudah membantu mengatasi persoalan air bersih di wilayah Sudan Selatan.

“Kami atas nama masyarakat Sudan Selatan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Indonesia dan INH yang sudah mempercayai kami sebagai mitra lokal dalam mewujudkan impian ribuan warga Sudan yang kesulitan mendapatkan air bersih, semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut dalam kegiatan kemanusiaan lainya,” pungkas Salimu. (***)

Lagi, INH Salurkan Air Bersih Siap Minum untuk Pengungsi di Gaza

Lagi, INH Salurkan Air Bersih Siap Minum untuk Pengungsi di Gaza

NewsINH, Gaza – Ditengah situasi dan kondisi yang semakin berat akibat genosida Israel di Jalur Gaza, lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) terus berupaya untuk memberikan bantuan terbaik bagi ribuan pengungsi korban perang tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali turun ke lapangan untuk menyalurkan program bantuan kemanusiaan berupa air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga pengungsi yang ada di kawasan Khan Younis, Gaza bagian Selatan,” kata Muhammad Yasin Koordinator INH Gaza, Sabtu (17/2/2024).

Menurutnya di tempat penyaluran distribusi air besih siap minum ini terdapat ribuan tenda yang ditempati oleh ratusan ribu bahkan jutaan warga Gaza yang hidup serba kekurangan karena penyerangan Israel yang tek kunjung henti. Kebutuhan hidup mendasar seperti bahan makanan, listrik dan air sangat terbatas lantaran bantuan begitu minim yang masuk kewilayah tersebut.

“Negara ini kekurangan kebutuhan hidup yang paling mendasar, tidak ada listrik, makanan atau air. Oleh karena itu lembaga kemanusiaan INH memberikan dukungan kemanusiaan dan bantuan mendesak kepada para pengungsi,” kata Yasin.

Sementara itu, Ibnu Hafidz Manager Program INH menyatakan bantuan air bersih siap minum untuk para pengungsi ini akan terus didistribusikan oleh relawan INH yang berada di Gaza secara langsung ke titik-titik kantong pengungsi.

“Setiap harinya kami menyalurkan sekitar 33 ribu liter air bersih siap minum selama persediaan masih ada, kita berdoa bersama semoga kondisi di Jalur Gaza bisa segera membaik dan kondusif sehingga bantuan kemanusiaan yang disalurkan bisa lebih maksimal lagi,” katanya.

 

INH kata Ibnu hingga saat ini masih membuka open donasi untuk membantu warga Gaza yang terdampak dari perang genosida Israel. Ia pun mengajak kepada para dermawan dan donatur INH dimanapun berada agar tidak meninggalkan Gaza sendirian. (***)

Lagi, INH Distribusikan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Perang di Gaza

Lagi, INH Distribusikan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Perang di Gaza

NewsINH, Gaza – Memasuki hari ke 124 serangan Israel di Jalur Gaza, relawan kemanusiaan International Networking for Humanitar (INH) tak pernah lelah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk ribuan warga Gaza-Palestina yang menjadi korban kejahatan perang Zionis Israel. Bantuan kali ini yang disalurkan berupa sekerangjang sayuran untuk memenuhi nutrisi para pengungsi di wilayah Khan Younis, Gaza bagian selatan.

“Alhamdulillah, kami terus bekerja keras untuk dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan dari warga Indonesia yang dititipkan melalui lembaga INH, hari ini kami distribusikan sayuran yang dikemas dalam kranjang yang terbuat dari kardus untuk memenuhi nutrisi para pengungsi,” kata Muhamamd Yasin Koordinator INH di Gaza, Palestina, Selasa (6/2/2024) kemarin.

Yasin menjelaskan, dalam satu kranjang sayuran ini berisi berbagai macam jenis sayuran yang merupakan hasil panen petani lokal di Jalur Gaza seperti misalnya, tomat, cabe, mentimun, kentang dan terong.

“Distribusi keranjang sayur kepada keluarga pengungsi dan mereka yang kehilangan tempat tinggal. terkena dampak agresi Israel atau Zionis di Jalur Gaza merupakan lanjutan program kemanusiaan yang digagas oleh INH,” jelasnya.

Menurutnya, para relawan mendatangi tenda-tenda pengungsi secara langsung dan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk para keluarga yang mengungsi dan terdampak dari serangan, pihaknya berupaya membantu keluarga-keluarga tersebut, meski hanya dengan sebagian kecil dari kebutuhan sehari-hari berupa keranjang sayur-sayuran.

Baca Juga : Ribuan Warga Gaza Serbu Pembagian Air Bersih INH di Kamp Pengungisan Al Mawasi

“Dari sini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia, yang berupaya mendukung rakyat Palestina dan ketabahannya di tanah airnya. Terima kasih sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada  pengurus INH di Indonesia yang tak pernah bosan dan lelah membantu saudaranya di Palestina, semoga Tuhan memberkati Anda dan semoga Tuhan membalas Anda dengan semua yang terbaik,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Program INH, Ibnu Hafidz menyatakan bahwa distribusi saat ini merupakan rangkain progam kemanusiaan yang di galang eleh lembaganya. Sejak awal tahun ditengah kondisi serba terbatas ini, INH sudah menyalurkan beberapa paket bantuan kemanusiaan yang dilakukan secara langsung ke kantong-kantong pengungsian di Jalur Gaza selatan.

“Semua yang kami kirimkan merupakan hasil penggalangan donasi dari masyarakat Indonesia baik yang dikirim secara perindividu maupun lembaga-lembaga mitra, semoga kerjasama ini bisa terus berjalan hingga bantuan-bantuan kemanusiaan sampai ke penerima manfaat secara tepat sasaran,” jelasnya.

Saat ini, kata Ibnu pihaknya masih terus membuka penggalangan dana untuk warga Gaza yang terdampak korban perang. Oleh karena itu, Ia mengajak kepada para dermawan di Indonesia agar tidak meninggalkan Gaza. Pasalnya, serangan Israel diwilayah tersebut masih terus berlangsung bahkan belum ada tanda-tanda kapan perang akan berakhir.

“Silahkan bagi yang ingin ikut berpartisipasi bersama kami bisa menyalurkan bantuanya melalai website resmi INH di www.inh.or.id kami akan kami ucapkan terimasih kepad semua pihak yang tak pernah bosan membantu dan berdoa untuk keselamatan saudara-saudara kita di Jalur Gaza,” pungkasnya. (***)