Penuhi Kebutuhan Air Bersih, INH Bangun Sumur Kebaikan di Kamp Pengungsian Gaza

Penuhi Kebutuhan Air Bersih, INH Bangun Sumur Kebaikan di Kamp Pengungsian Gaza

NewsINH, Gaza – Lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) tengah melaksanakan proyek pembangunan sumur kebaikan di kamp pengungsian, Khan Younis tekat Universital Al Aqsa, Gaza Selatan, Palestina.

Sumur kebaikan ini akan dimanfaatkan sekitar enam ribu pengungsi yang tinggal diwilayah tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Doakan kami semoga pembangunan sumur kebaikan untuk saudara-saudara kita di kamp pengungsian ini bisa segera selesai, target kami dua pekan air sudah bisa dimanfaatkan,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Rabu (10/7/2024).

Menurutnya, sejak terjadinya penyerangan militer zionis Israel ke wilayah Gaza, air bersih menjadi persoalan yang mendasar dan merupakan kebutuhan utama baik untuk bersuci, maupun kebutuhan sehari-hari.

“Krisis air bersih di Gaza sangat mencemaskan oleh karena itu pembangunan sumur kebaikan ini menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih di lokasi pengungsian,” jelasnya.

Dari data statistik resmi hari ke 270 genosida Israel yang dikeluarkan Media Kantor Pemerintahan di Gaza setidaknya 47, 925 jiwa telah menjadi korban kebrutalan zionis Israel. 10 ribu lebih masih tertimbun dan hilang sejak penyerangan pada 7 oktober 2023 silam. Korban Syahid didominasi oleh anak-anak dan wanita.

Tak hanya merenggut korban jiwa, aneksasi Israel di Gaza juga telah menghancurkan 195 kantor pusat pemerintahan, 113 sekolah dan kampus, sebanyak 608 masjid hancur dan 3 gereja juga menjadi sasaran kebiadaban tentara Israel.

Sementara itu,  150 ribu unit rumah warga hancur total, 453 ribu mengalami kerusakan. Penyerangan itu juga menyasar 34 rumah sakit rusak dan toidak bisa beroperasi dan 64 unit layanan kesehatan lainya baik klinik maupun puskesmas berhenti beroperasi.

Kerugian secara materi ditaksir mencapai 33 milyar dolar, dan untuk bisa kembali membangun Gaza diperkirakan membutuhkan waktu selama 16 tahun. (***)

INH Sumbang Kendaraan Kemanusiaan ke Pemkab Bogor

INH Sumbang Kendaraan Kemanusiaan ke Pemkab Bogor

NewsINH, Bogor – Sejak 2018, lembaga kemanusiaan Internationa Networking for Humanitarian (INH) aktif menerjunkan relawan dan bantuan kemanusiaan untuk bencana nasional di seluruh Indonesia.

Mulai dari bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Lombok, serta beberapa daerah terdampak bencana di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan sebagainya.

Bantuan untuk kebencanaan di tanah air menjadi salah satu prioritas gerak INH selain dengan bantuan kemanusiaan untuk belasan negara yang sudah dibantu INH dengan berbagai program yang berbeda.

Untuk meningkatkan peran dalam misi kemanusiaan dan penanganan bencana di tanah air, INH mengirimkan dua buah kendaraan kemanusiaan yakni Food Truck dan Logistic Truck kepada Pemda Bogor, sebagai pengabdian untuk rakyat terdekat di wilayah dimana kantor INH berdiri di bilangan Cileungsi, Bogor.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu yang berlangsung di Stadion Pakansari bertepatan dengan kegiatan akbar Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542, pada Sabtu (8/6/24).

“Alhamdulillah bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 kita berupaya memeriahkan dan memberikan kontribusi kepada Pemkab Bogor berupa bantuan dua mobil truk yang terdiri dari Food Truck dan Logistic Truck yang diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan apabila terjadi bencana di Kabupaten Bogor,” tutur Ketua INH Lukmanul Hakim.

Sementara itu, Asmawa Tosepu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran INH yang telah berkontribusi positif dengan memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendukung penanganan bencana di Kabupaten Bogor.

“Ini bukti nyata dari tema Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 yakni babarengan, akur dan makmur, kerjasama dan dukungan ini adalah salah satu implementasi bahwa dalam penanganan bencana harus dilakukan secara babarengan dengan semua pihak termasuk INH,” ujar Asmawa. (***)

Alhadulillah, Program Ramadan INH di 9 Negara Telah di Distribusikan

Alhadulillah, Program Ramadan INH di 9 Negara Telah di Distribusikan

NewsINH, Bogor – Ramadan 2024 telah berlalu, lembaga Kemanusiaan Internasional Netrowking for Humanitarian (INH) telah menyelsaikan semua rangkain program ramadan di 9 negara, yaitu Palestina, Yaman, Suria, Yordania, Kenya, Uganda, Nigeria, Sudan Selatan dan tentunya di negara Indonesia itu sendiri.

“Alhamdulillah semua rangkain program kemanusiaan kami di 9 Negara selama ramadan 2024 berjalan sesuai dengan rencana,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Rabu (17/4/2024).

Menurutnya, semua program yang telah dilakukan kurang lebih 1,5 bulan ini telah di realisasikan pada pekan terakhir sebelum Idul Fitri 1445 Hijriah berlangsung. Bantuan yang dilakukan di 9 negara tersebut diantaranya bantuan pangan atau logistik, kebutuhan untuk lebaran seperti baju dan kebutuhan mendasar lainya.

“Semua program ramadan yang kami realisasikan merupakan program bantuan untuk Ramadan dan menyambut Idul Fitri, jadi kebutuhanya tidak terlepas dari persoalan pangan dan sandang,” jelas Ibnu.

Pada tahun ini, kata Ibnu penggalangan donasinya lebih maksimal jika dibandingkan tahun sebelumnya. dan Jumlah negara penerima manfaatnya pun jauh lebih banyak jika dibandingkan pada tahun lalu.

“Alhamdulillah tahun ini, meski belum tercapai target di semua negara tetapi capaian ini sudah kami anggap maksilam. dan terutama proses eksekusi programnya semua serentak sepekan terakhir sebelum Idul Fitri berlangsung, sehingga para peneri manfaat bisa menggunakanya untuk keperluan berlebaran,” imbunya.

Berbeda dengan di Palestina khusunya Gaza, INH terus menyalurkan program ramadan hingga pasca Idul Fitri berlangsung bahkan selama hari pertama ramadan INH menyalurkan bantuan paket makanan siap saji khusunya untuk iftar dan menu sahur setiap hari selama puasa satu bulan penuh.

“Khusus di Palestina penyaluran bantuan kemanusiaan dilakukan setiap hari selama ramadan dan berlangsung hingga setelah lebaran, Insya Allah tahun depan kami akan terus mengembangkan sayap dan jangkauan negara-negara lebih banyak lagi,” katanya.

Ibnu juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua para donatur dan lembaga mitra yang telah ikut bekerjasama dalam mensukseskan program ramadan 2024, semoga semua amal kebaikan kita bersama diterima dan dilapat gadakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (***)

Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Baznas Bagikan Iftar Ramadan untuk Pengungsi Gaza

Kolaborasi Kemanusiaan, INH dan Baznas Bagikan Iftar Ramadan untuk Pengungsi Gaza

NewsINH, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama International Networking for Humanitarian (INH) mendistribusikan Hidangan Berkah Ramadan bagi warga Palestina yang berada di sejumlah kamp pengungsian di Jalur Gaza, Palestina.

“Alhamdulillah, BAZNAS kali ini bekerja sama dengan INH untuk mendistribusikan Hidangan Berkah Ramadan bagi warga Palestina yang berada di Kamp Jabalia (Gaza Utara), dan Kamp Pengungsi kawasan Mawasi (Gaza Selatan),” ujar Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/4/2024) kemarin.

Mo Mahdum mengatakan, sebanyak 5000 warga Palestina menikmati hidangan tersebut mulai dari anak kecil, hingga lansia yang berada di kamp-kamp pengungsi di wilayah Gaza, dan berlangsung hingga akhir Ramadan.

“Pendistribusian makanan untuk warga Palestina ini merupakan agenda tahunan BAZNAS di bulan suci Ramadan, dan merupakan salah satu program unggulan BAZNAS selama Ramadan,” ujar Mo Mahdum.

Pihaknya berharap, makanan yang didistribusikan BAZNAS yang bekerja sama dengan INH ini dapat meringankan beban warga Palestina dan membawa sedikit keceriaan di tengah kondisi sulit yang dihadapi.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat Palestina yang sedang mengalami kesulitan,” tambahnya.

Mo Mahdum menegaskan, BAZNAS RI memastikan penyaluran infak kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina ini dilakukan dengan menerapkan prinsip 3A yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI.

“Kegiatan kemanusiaan ini sejalan dengan misi BAZNAS RI untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan dan memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka. Semoga kita semua mendapat berkah dari Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menyatakan pada bulan keenam agresi Israel ke Jalur Gaza telah membuat lebih dari 33ribu nyawa syahid, hampir setengah diantaranya adalah anak-anak (14.500 anak) dan mayoritas korban lainnya adalah wanita. Lebih dari 75ribu luka-luka, ribuan menghilang, jutaan rakyat terkena penyakit infeksi serta mayoritas bangunan di Jalur Gaza dalam kondisi rusak parah.

Bantuan kemanusiaan yang diblokade dan sangat dibatasi baik dari selatan Rafah yang dijaga Mesir namun di bawah pengaruh kuat Israel serta perbatasan Erez di Bait Hanoun utara Gaza yang sempet ditutup permanen akibat protes dari pemukim ilegal Israel yang menuntut Gaza untuk dibuat kelaparan.

“Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa dibatasinya pasokan kebutuhan masuk ke Gaza adalah bagian dari upaya Israel untuk membuat warga Gaza kelaparan, agar supaya wilayah pesisir timur itu menjadi kosong, tidak peduli jika warga meninggal atau hengkang dari Gaza,” kata Luqman.

Kali ini, INH melakukan kolaborasi dengan BAZNAZ menyalurkan ribuan paket makanan berbuka puasa baik di Utara maupun Selatan Gaza merupakan ikhtiar kedua belah pihak untuk bisa terus membantu mereka memenuhi kebutuhan makannya.

“Kolaborasi antara INH dan Baznaz yang kesekian kalinya ini, sangat dinanti warga Gaza, yang jarang mendapatkan paket makanan hangat di tengah kondisi seperti saat ini, terutama warga Gaza utara yang sulit bergerak,” ujar Luqmanul Hakim.

Menurutnya, tim INH di Jalur Gaza terus berupaya menyalurkan bantuan di tengah segala tantangan yang dihadapi tim di lapangan hingga Ramadan selesai dan bisa beranjak ke program bantuan kemanusiaan lainya.

“Mereka berusaha menyalurkan amanah bantuan dari masyarakat Indonesia melalui Baznaz secepat mungkin dan walaupun di tengah kondisi peralatan yang terbatas setelah kondisi kantor INH di Jalur Gaza rusak parah, namun mereka selalu mengirimkan laporan secara profesional dan mengupdate informasi terbaru,” pungkasnya. (***)

INH Realisasikan Program Gerebek Sahur Di Sejumlah Kamp Pengungsian di Gaza

INH Realisasikan Program Gerebek Sahur Di Sejumlah Kamp Pengungsian di Gaza

NewsINH, Gaza –  Relawan International networking for Humanitarian (INH) tak pernah lelah untuk menyalurkan amanat dari masyarakat Indonesia. Tak hanya menyiapkan iftar atau buka puasa bagi pengungsi korban perang genosida Israel. Mereka juga melakukan kegiatan gerebek sahur untuk ribuan pengungsi di Jalur Gaza.

“Kegiatan gerebek sahur ramadan ini baru kami realisasikan pada sepuluh hari terakhir dan setiap harinya sebanyak 7 ribu porsi makanan untuk pengungsi di Gaza,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Jumat (5/4/2024).

Gerebek ramadan ini, lanjut Ibnu akan berakhir pada hari terakhir ramadan dan selanjutkan akan di lanjutkan dengan program pembagian THR bagi keluarga para syuhada.

“Mudah-mudahan semua bisa berjalan sesuai dengan yang telah di rencanakan,” harapnya.

Ibnu menjelaskan, penerima manfaat gerebek sahur ini tersebar di seluruh wilayah Jalur Gaza mulai distrik Jabalia di Gaza utara hingga kawasan Khan Younis di Gaza Selatan yang berbatasan secara langsung dengan gerbang Raffa di Mesir.

“Tim kami dilapangan sudah menyiapkan dari malam hari hingga waktunya menjelang sahur tiba, mereka mendatangi satu persatu tenda-tenda para pengungsi dan selanjutnya memberikan makanan siap saji yang akan dijadikan menu sahur para pengungsi,” jelasnya.

Meski DK PBB telah menyepakati untuk gencatan senjata,  namun fakta di lapangan Israel masih melakukan penyerangan baik udara maupun darat. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah mencapai lebih dari 32 ribu jiwa, lebih dari setengahnya merupakan perempuan dan anak-anak. (***)

INH Bangun Ratusan Tenda Pengungsian di Jalur Gaza

INH Bangun Ratusan Tenda Pengungsian di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Pusat Satelit PBB, INOSAT, mengeluarkan laporan baru-baru ini bahwa setidaknya 35% rumah di seluruh Jalur Gaza telah hancur sejak agresi Israel ke Jalur Gaza dimulai 7 Oktober 2023 hingga saat ini dimana agresi masih berlangsung. Persentase ini bisa terus meningkat seiring intensitas serangan terus meningkat, apalagi AS baru-baru ini menambah bantuan triliunan dollar senjata untuk membantu Israel menyerang Gaza.

Setidaknya 1,9 juta warga harus mencari perlindungan, meski tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza. Mayoritas warga mengungsi ke Gaza bagian selatan, Khan Younis dan Rafah walau kondisi di bagian wilayah itu termasuk tidak layak huni akibat tidak adanya sanitasi yang layak. Terlebih, daerah ini juga kerap menjadi sasaran serangan udara Israel berulang kali walau mereka mengklaim rakyat sipil bisa mengungsi kesana dan aman. Faktanya, tidak ada tempat yang aman di area pesisir laut yang sudah diblokade lebih dari satu dekade tersebut.

Di lokasi pengungsian pun, banyak rekaman video amatir menunjukan kondisi hidup warga yang seadanya, menambal tempat berlindung mereka dengan terpal, kain, plastik makanan, botol minuman, dan segara cara lainnya agar bisa memiliki atap untuk berlindung.

Lembaga Kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan berbagai kebutuhan urgen untuk rakyat Gaza sejak agresi terjadi 6 bulan lalu. Kebutuhan seperti pakaian, penghangat, selimut, kasur, makanan hangat, sayur-sayuran, bahkan voucher belanja telah disalurkan kepada rakyat Gaza korban agresi dari masyarakat Indonesia melalui tim INH di Jalur Gaza yang beroperasi secara resmi.

Pada bulan Ramadhan kali ini, INH juga membangun 200 tenda pengungsian untuk warga di Mawasi, Khan Younis, selatan Gaza. Tenda ini telah meringankan beban warga Gaza yang harus meninggalkan rumah mereka dalam kondisi hancur dan entah harus mengungsi kemana.

“Setidaknya 200 keluarga bisa merasakan bukti cinta kasih masyarakat Indonesia yang terus tiada henti menyalurkan dukungan untuk mereka di kondisi darurat seperti saat ini,” ujar Presiden Direktur  INH, Luqmanul Hakim, Senin (1/4/2024)

Menurutnya, semoga kemudian akan ada banyak tenda lagi yang dibangun, dan bisa memberikan keringanan untuk lebih banyak keluarga di Jalur Gaza. Meski hal ini tidak sebanding dengan ujian yang mereka lalui, setidaknya bantuan ini bisa melindungi mereka dari kedinginan, hujan, dan kepanasan.

“Kami akan terus mengupayakan agar bantuan secara maksimal dapat dirasakan saudara-saudara kita di Jalur Gaza, kami juga berterimakasih kepada para donatur yang tak pernah bosan menitipkan hartanya kepada lembaga kami, Insya Allah kami akan terus maksimalkan pengiriman bantuan itu,” jelasnya.

Tenda pengungsi ini nantinya akan di tempati satu tenda untuk satu keluarga, tak hanya menempati tenda INH juga rencananya akan memenuhi kehidupan dasar bagi pengungsi seperti makan, air bersih siap minum dan kebutuhan pokok lainya. (***)

INH Salurkan Ribuan Paket Iftar untuk Pengungsi di Jalur Gaza

INH Salurkan Ribuan Paket Iftar untuk Pengungsi di Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan seribu paket Iftar atau buka puasa setiap harinya selama ramadan untuk ribuan pengusi korban perangan genosida Israel di wilayah Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan.

“Bantuan paket iftar untuk saudara-saudara kita di Gaza ini merupakan hasil penggalangan donasi INH dari masyarakat Indonesia baik dari program agresi maupun program ramadan 2024,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Minggu (24/3/2024).

Menurutnya, untuk special ramadan 1445 hijriyah ini, pihaknya menyediakan paket iftar yang terus didistribusikan baik di titik pengungsian yang ada di wilayah Selatan Gaza maupun titik lainya seperti di wilayah Gaza Utara yang merupakan zona merah sejak terjadinya serangan militer Israel diwilayah tersebut.

“Untuk satu porsi menu iftar ini bisa dikonsumsi kurang lebih tiga orang, jadi jika setiap hari kami distribusi seribu paket itu artinya bisa mencukupi pangan kurang lebih sebanyak tiga ribu pengungsi setiap hari,” katanya.

Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menjelaskan sejak Oktober INH terus mengampanyekan bantuan darurat agresi melalui dua platform baik di website INH maupun melalui  Kitabisa. Per 21 Maret 2024, bantuan yang telah disalurkan dalam 5 bulan berkisar pada $418.146 (Rp6,5 miliar) dengan jumlah penerima manfaat 75,986 KK atau setidaknya 379.930 warga di sepanjang Jalur Gaza bekerja sama dengan berbagai komunitas kemanusiaan serta relawan lokal.

Untuk Ramadan, per 23 Maret 2024, INH menyalurkan 2000 Paket Makanan (Food Package) dan 2000 Set Pakaian (Clothes Set) untuk keluarga di Jalur Gaza utara dan selatan yang melingkupi, jabalia, bait lahia, bait hanoon, jabalia camp, shaikh radwan, shoja`yah, Rafah dan Khan Younis.

“Kedua bantuan ini merupakan salah satu kebutuhan yang paling urgen saat ini, terutama mereka yang meninggalkan rumah mereka dengan tidak membawa barang apapun bahkan pakaian, banyak warga yang berusaha kembali ke rumah mereka untuk mengambil pakaian. Namun, banyak juga yang tidak bisa karena seluruh barang-barang mereka tertimbun rata oleh reruntuhan,” Kata Luqman.

INH terus mengupayakan penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia melalui tim INH yang tersisa di Jalur Gaza walaupun dengan berbagai kesulitan dan duka yang dialami relawan kami di lapangan.

“Kami terus berkordinasi setiap hari dengan tim di lapangan, memastikan bantuan sampai dan cepat,” tambah Luqman.

Sementara itu, Shuaib Abu Daqqa Koordinator INH Gaza menyatakan banyak terimakasih kepada masyrakat Indonesia yang terus memberikan dukungan untuk masyarakat di Jalur Gaza. Menurutnya, puasa ramadan taun ini sangat kelam dan  mencengkam karena perang masih terus berlangsung.

“Kita berdiri dalam keadaan hormat dan syukur untuk Kitabisa dan rakyat Indonesia yang banyak membantu semoga menjadi berkah dan terus berdiri mendukung kami warga Jalur Gaza dalam perang ini terimakasih semoga Allah memberkahi kalian dan senantiasa diberikan kemudahan,” ucapnya.

Seperti diketahui bersama seningkatnya agresi di minggu kedua Ramadan di Jalur Gaza, Palestina membuat angka syahid mencapai 32.226 jiwa sejak 7 Oktober, serta melukai 74.598 jiwa, belum termasuk ribuan korban hilang yang terjebak di bawah reruntuhan. Rata-rata angka kematian 84 jiwa per hari.

Serangan terbaru menargetkan RS As Shifa secara intens dalam 7 hari membuat seluruh petugas kesehatan diculik, pasien dibunuh dan laporan jurnalis Gaza menyebutkan para petugas medis juga dibunuh oleh tentara Israel. Mereka juga teus menghancurkan bangunan rumah warga secara sistematis dimana pun mereka melewati area bangunan warga.

Pembahasan gencatan senjata yang hingga hari ini masih belum disepakati serta bantuan kemanusiaan yang belum bisa masuk akibat blokade, membuat keselamatan warga Gaza berpacu dengan waktu. Kelaparan dan malnutrisi menjadi musuh yang menunggu di pojok ruangan, pelan-pelan mendekat. Bagi warga di Gaza utara, hal itu lain ceritanya. Kelaparan sudah hampir merata, keselamatan warga tidak terjamin karena banyak rute jalan sudah dikuasai pasukan penjajah. (***)

INH Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Terisolir di Gaza Utara

INH Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Terisolir di Gaza Utara

NewsINH, Gaza –Setelah melalui proses panjang Lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) berhasil menyalurkan sejumlah paket bantuan kemanusiaan ke lokasi terisolasi di Jalur Gaza Utara tepatnya di kamp pengungsian Jabalia, Bait Lahia, Bait Hanoon, Shaikh Radwan dan Shojayah.

“Alhamdulillah setelah melalui proses panjang bantuan kemanusiaan INH yang merupakan hasil penggalangan dana dari masyarakat Indonesia kami salurkan ke titik-titik lokasi terparah sejak penyerangan tentara Israel ke Jalur Gaza,” kata Ibnu Hafidz Manager Program INH, Rabu (20/3/2024).

Menurutnya, bantuan kemanusiaan yang berhasil didistribusikan diantaranya, makanan hangat atau hot meal, bantuan musim dingin, uang tunai, air bersih siap minum, pakain untuk pengungsi dan paket sembako untuk keluarga korban perang dan genosida.

“Jalur Gaza bagian utara merupakan wilayah terparah, hampir semua bangunan yang ada di lokasi tersebut rata dengan tanah, sementara bantuan kemanusiaan sangat minim yang masuk ke wilayah utara Gaza,” katanya.

Saat ini, lanjut Ibnu bantuan lebih banyak masuk ke wilayah Gaza bagian selatan seperti di kawasan Raffa, Khan Younis dan daerah-daerah perbatasan Mesir. Sementara daerah lainya di Jalur Gaza utara sangat minim bantuan lantaran daerah tersebut telah hancur porak-poranda.

“Relawan kami terus bergerak cepat untuk bisa terus membantu pendistribusian makana dan logistik ke kamp-kamp pengungsian, seperti makanan siap saji yang kami masak dengan menggunakan kayu bakar karena minimnya bahan baku disana,” imbuhnya.

Pada ramadan ini juga, tambah Ibnu pihaknya terus mendistribusikan paket makanan siap saji untuk para pengungsi di wilayah tersebut. Semoga saja distribusinya bisa terus berjalan lancar dan saudara-saudara kita di Gaza bisa melaksanakan ibadah puasa dengan hikmat.

“Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah ikut serta dalam mensukseskan program bantuan kemanusiaan untuk Gaza, kami masih terus membuka open donasi hingga jalur Gaza aman dari peperangan,” tegasnya.

Sebelumnya, kantor kemanusiaan PBB sempat mengatakan mereka tidak dapat mengirimkan truk-truk bantuan ke utara Gaza. Lantaran perang di wilayah kantung yang terkepung tersebut berkecamuk. Bahkan PBB menyamakan Gaza Utara sebagai neraka dunia. (***)

 

Donasi Palestina

 

Hibur Anak-Anak Pengungsi di Gaza Relawan INH Gelar Trauma Healing

Hibur Anak-Anak Pengungsi di Gaza Relawan INH Gelar Trauma Healing

NewsINH, Gaza – Genosida dan serangan militer zionis Israel ke Jalur Gaza, Palestina hingga saat ini belum juga berhenti. Puluhan ribu warga sipil baik ana-anak, wanita maupun orang dewasa telah syahid sejak serangan yang berlangsung pada 7 Oktober 2023 silam. 

Tak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, obat-obatan, kupon belanja dan air bersih, relawan kemansuiaan Internasional Networking for Humanitarian atau INH memberikan pelayanan trauma heiling kepada ratusan anak-anak pengungsi Palestina di Jalur Gaza tepatnya di Kamp Pengungsi Raffa, Jalur Gaza Selatan.

Dengan mementaskan sesosok manusia badut, para relawan memberikan edukasi, bercerita dan menghibur anak-anak untuk menghilangkan rasa kecemasan yang melanda mereka selama ini. 

“Trauma healing dapat menjadi langka rehabilitasi yang tepat bagi para korban bencana untuk menyembuhkan dari tragedi memilukan pasca bencana baik bencana alam maupun bencana perang seperti di Jalur Gaza,” kata Muhammad Qodduro, Direktur Program Internasional INH, Kamis (14/3/2024).

Menurutnya, peran utama trauma healing adalah mampu mengalihkan pikiran buruk terhadap bencana agar warga tidak berlarut-larut dalam kesedihan serta bisa mengambil hikmahnya. Terlebih, bencana peperang di Jalur Gaza sangat mengancam kejiwaan dan rasa trauma yang luar biasa bagi anak-anak.

“Hampir setiap hari rasa takut dan was-was anak-anak di Gaza sangat mencemaskan, mereka sangat trauma terutama mendengarkan suara-suara ledakan bom yang dijatuhkan secara bertubi-tubi, dan mereka menyaksikan secara langsung,” jelasnya.

Tak hanya itu, kehilangan sanak keluarga, bahkan kerabat dekat seperti orang tua, saudara kakak maupun adiknya juga menjadi faktor utama penyumbang gangguan kejiwaan dan trauma bagi anak-anak di Gaza.  Kemudian banyaknya jasad bergelimpangan dimana-mana dijalanan, di balik reruntuhan gedung dan rumah juga membuat mental mereka terganggu.

“Alhamdululillah relawan kami menghibur untuk mereka bisa tersenyum, semoga langkah ini bisa mengobati kecemasan yang sangat luar biasa bagi anak-anak di jalur Gaza,” jelas Qodduro.

Bagi relawan kemanusiaan kata Qodduro, memberikan sesuatu untuk mereka bisa tersenyum dan menghilangkan rasa takut juga merupakan hal yang sangat penting dibutuhkan saat ini. Terlebih, suasana ramadan sekarang kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sekarang sangat mencekam dan berbicara keselamatan jiwa serba tidak menentu. Pasalnya, sudah tidak ada lagi tempat yang aman di Jalur Gaza.

“Informasi yang kami peroleh dari data Kementrian Kesehatan Gaza sudah lebih dari 35 ribu jiwa warga sipil di Gaza yang syahid, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, kita berdoa semoga genosida ini segera berlalu dan warga Gaza bisa hidup kembali dalam kedamaian,” harapnya. (***)

Jelang Ramadan, INH Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Miskin di Yaman

Jelang Ramadan, INH Salurkan Bantuan Pangan untuk Keluarga Miskin di Yaman

NewsINH, Yaman – Krisis pangan di Yaman masih menjadi problematika serius dan belum teratasi, sejak terjadinya perang saudara tahun 2016 silam angka kematian akibat kekurangan gizi di negara paling selatan jazirah arab ini tercatat masih cukup tinggi.

Indeks Kelaparan Global 2019 mencatat Yaman mempunyai skor kelaparan tertinggi kedua di dunia, setelah Republik Afrika Tengah dengan skor kelaparan yang sedikit memburuk sejak tahun 2000.

Guna membantu mengurangi krisis kelaparan, lembaga kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) menyalurkan bantuan pangan untuk keluarga miskin di Yaman tepatnya di distrik Hafidz Banatsir, Hajr, Hadramaut, Yaman.

“Alhamdulillah bantuan pangan dari masyarakat Indonesia melalui kami untuk saudara-saudara kita di Yaman sudah kita distribusikan ke ratusan penerima manfaat,” kata Manager Program INH Ibnu Hafidz, Sabtu (9/3/2024).

Menurutnya bantuan yang didisstrubusikan secara langsung ke lokasi-lokasi perkampungan miskin di Yaman ini merupakan kerjasama dengan Muassasah Ibnu Abbas yang diketuai oleh Syekh Marie Thalib Masjari lembaga mitra lokal INH yang ada di Yaman. Bantuan pangan berupa kebutuhan pokok ini juga merupakan kepedulian kami terhadap warga Yaman menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah.

“Semua bantuan merupakan logistik keperluan sehari-hari yang bisa digunakan untuk menyambut bulan puasa besok, seperti beras, tepung gandum, gula, minyak goreng, kacang kedelai, spageti dan garam,” jelasnya.

Program bantuan pangan untuk Yaman ini, kata Ibnu masih terus dibuka. Pasalnya, krisis pangan di Yaman masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan, beberapa lembaga dunia telah menyatakan bahwa Yaman merupakan negara paling miskin di kawasan Asia.

“Negara yaman yang di nobatkan sebagai negara paling miskin se-Asia menyebabkan konflik perang saudara masih mengalami krisis pangan sampai sekarang. INH akan terus membuka program bantuan pangan untuk saudara-saudara kita di Yaman,” imbuhnya.

Dengan geografis gurun bebatuan, lanjut Ibnu membuat yaman menjadi negara yang sulit mendistribusikan bantuan sampai ke pelosok pelosok desa. Akan tetapi dengan kegigihan dan kerja keras mitra kami mendistribusikan bantuan pangan bisa terealisasi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua donatur yang telah ikut serta dalam program bantuan pangan untuk Yaman, semoga harta yang telah dititipkan kepada lembaga kami menjadi ladang amal dan pemberat timbangan kebaikan kita di hari perhitungan,” tutupnya. (***)

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!