Buntut Pembunuhan Udai Tamimi oleh Militer Israel, Warga Palestina Turun ke Jalan

Buntut Pembunuhan Udai Tamimi oleh Militer Israel, Warga Palestina Turun ke Jalan

NewsINH, Ramallah – Warga Palestina menggelar aksi mogok massal di Tepi Barat yang diduduki sebagai langkah protes terhadap pembunuhan seorang pemuda Palestina bernama Udai Tamimi oleh serdadu zionis Israel. Udai Tamimi menghembuskan nafas terakhirnya setelah timah panas menembus dibagian tubuhnya.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, Jum’at (21/10/2022) Udai Tamimi adalah seorang penduduk kamp pengungsi Yerusalem Shuafat yang masih berusia 22 tahun. Dia menjadi buron selama lebih dari sepuluh hari setelah dituduh membunuh seorang tentara dan melukai yang lainnya dalam serangan penembakan di pos pemeriksaan Shufat pada 8 Oktober lalu.

Aksi mogok massal itu dilakukan selama satu hari sebagai bentuk ratapan mereka atas pembunuhan Udai Tamimi. Pembunuhan itu terjadi saat baku tembak dengan pasukan Israel di pintu masuk pemukiman kolonial Ma’ale Adumim, timur Yerusalem.

Kini setelah Tamimi tewas di tangan pasukan Israel, pusat bisnis, sekolah, universitas dan fasilitas-fasilitas lain memperlihatkan aksi pemogokan dan menutup pintu mereka di berbagai wilayah Tepi Barat dan Yerusalem. Bahkan aksi mogok juga meliputi sarana transportasi umum.

Faksi Palestina telah menyerukan pemogokan dan mendesak warga Palestina turun ke jalan untuk mengecam pembunuhan Tamimi dan pelanggaran Israel lainnya, termasuk pengepungan ketat yang sedang berlangsung di Nablus dan mengintensifkan serangan pemukim.

Sementara itu, otoritas pendudukan Israel terus memberlakukan operasinya selama sembilan hari di Nablus. Militer Israel selama sembilan hari itu menutup delapan pos pemeriksaan militer di sekitarnya untuk masuk dan keluar dari Nablus.

Hal itu membuat kehidupan sehari-hari di kota Tepi Barat yang diduduki terhenti dan menyebabkan dampak ekonomi yang menghancurkan pada penduduknya. Militer Israel juga telah mendirikan lusinan pos pemeriksaan terbang lagi.

Militer Israel telah menutup jaringan jalan samping di seluruh distrik, yang merupakan rumah bagi lebih dari 425 ribu orang yang tersebar di empat kamp pengungsi, 55 desa, dan satu kota.

Bahkan militer Israel melakukan serangan pada waktu malam hari secara besar-besaran di kota dan desa-desa sekitarnya. Pasukan Israel berdalih serangan ini dilakukan untuk mencari orang Palestina yang selama ini mereka cari.

Sumber: Wafa/Republika

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!