Astaghfirullah, Sudah Hampir 10 Ribu Warga Palestina di Tahan oleh Israel

Astaghfirullah, Sudah Hampir 10 Ribu Warga Palestina di Tahan oleh Israel

NewsINH, Palestina – Laporan Institutsi hak-hak tahanan Palestina mengungkap jumlah warga Palestina yang ditahan oleh Israel sudah menembus lebih dari 9.500 orang. Data ini diungkap sekaligus untuk memperingati hari tahanan Palestina yang jatuh setiap 17 April kemarin.

Dalam laporan itu disebutkan di antara mereka yang ditahan adalah 80 perempuan dan lebih dari 200 anak-anak. Mereka di tahan di penjara Megiddo, Ofer dan Damon. Namun jumlah lebih dari 9.500 tahanan itu, belum termasuk tahanan yang ditangkap dari Jalur Gaza, yang menjadi subjek penghilangan.

Jumlah tahanan yang ditahan tanpa dakwaan naik menjadi lebih dari 3.660 orang sampai awal April 2024. Dari jumlah itu, 22 orang perempuan dan lebih dari 40 anak-anak.

Wartawan pun tak luput dari penahanan. Terhitung kuli tinta yang ditahan militer Israel mencapai 56 orang, dari jumlah itu 45 orang ditahan setelah serangan 7 Oktober 2023 dan hingga berita ini diturunkan masih dalam penahanan. Di antara yang ditahan itu ada empat wartawan perempuan.

Adapun jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Israel yang sakit dan luka-luka, jumlahnya mencapai ratusan orang. Jumlah warga Palestina yang ditahan jumlah terus bertambah setelah serangan 7 Oktober 2023 sebagai dampak kebijakan-kebijakan Israel. Sebagian besar warga Palestina yang ditahan itu mengalami penyiksaan dan kejahatan medis (sakit tapi tak boleh berobat).

Terhitung ada ratusan warga Palestina yang ditahan lebih dari 21 tahun, bahkan sebagian besar dipenjara seumur hidup. Data Prisoners’ Club mengungkap ada 600 tahanan yang divonis hukuman penjara seumur hidup oleh Israel, salah satunya Abdullah Barghouti yang divonis 67 tahun penjara. Prisoners’ Club juga menyebut ada 252 warga Palestina yang meninggal dalam tahanan terhitung sejak 1967. Dari jumlah tersebut, 16 tahanan meninggal setelah serangan 7 Oktober 2023.

 

Sumber: middleeastmonitor.com