Anggota Parlemen Palestina Seruhkan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

Anggota Parlemen Palestina Seruhkan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

NewsINH, Gaza – Huda Naim anggota parlemen Palestina di Jalur Gaza menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghukum pendudukan Israel atas kejahatan terhadap kaum perempuan. Pasalnya, perlakuan Israel dinilai sudah sangat melecekan dan melanggar hak asasi manusia.

“Masyarakat dan dunia internasional jangan bungkam dan tutup mata,” kata Huda dalam peringatan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, seperti dikutip dari Middleeastmonitor, Senin (28/11/2022).

Politisi wanita Hamas ini mengatakan, pelecehan dan kekerasan terhadap wanita Palestina tergolong pelanggaran berat yang harus dihentikan.

“Kejahatan dan kekerasan Israel terhadap perempuan Palestina diwakili dalam pembunuhan, penahanan, deportasi, pengepungan, penyiksaan dan kebejatan.” kata Huda Naim.

Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan diperingati setiap tahun pada tanggal 25 November dan didedikasikan untuk menyebarkan kesadaran tentang kekerasan terhadap perempuan.

Naim menyerukan organisasi internasional yang mempromosikan hak-hak perempuan untuk melindungi perempuan Palestina dari “praktik sistematis Israel terhadap mereka.”

Dia juga menyerukan untuk mengambil langkah-langkah praktis untuk menjamin kebebasan perempuan Palestina dan memastikan mereka mendapatkan hak-hak mereka sesuai dengan hukum dan konvensi internasional.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Jennan Alreqap Ketua Presidium Mulhimah sayap kewanitaan dari lembaga International Networking for Humanitarian. Menurutnya, apapun bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan harus dihentikan. Pasalnya, kekerasan dan penindasan itu menyalahi aturan dan melanggar banyak norma.

“Stop dan hentikan sekarang juga, kebebasan perempuan adalah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.

Naim menyerukan anggota parlemen di seluruh dunia untuk mengungkapkan kejahatan Israel terhadap perempuan Palestina dan bekerja untuk mengisolasi pendudukan di arena internasional.

Sumber: Middleeastmonitor