nelayan-gaza
Aktivitas nelayan Palestina di Perairan Jalur Gaza. / ist

News INH, GAZA – Blokade yang dilakukan oleh Otoritas Israel di Jalur Gaza, Palestina tidak hanya diberlakukan dibagian daratan. Namun, bolkade juga diterapkan di semua sektor termasuk udara dan lautan. Akibatnya, warga yang berada di kawasan tersebut mengalami keterpurukan secara ekonomi.

Dilansir dari kantor berita MEMO, penutupan atas wilayah penangkapan ikan diperairan Gaza telah meningkatkan penderitaan para nelayan Palestina. Bahkan diperkirakan hingga 90 persen dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan.

“Sekitar 90 persen nelayan di Gaza hidup berada di garis kemiskinan,” kata Zakaria Bakr, kepala Komite Serikat Nelayan, kepada Radio Al Aqsa di Gaza, Kamis (29/4/2021) kemarin.

Menurutnya, penderitaan nelayan Palestina hingga saat belum teratasi bahan cenderung mengalami tran peningkatan. Terlebih Pada hari Senin, otoritas pendudukan Israel menutup akses ke laut untuk para nelayan Gaza. Sekitar 60.000 orang telah terpengaruh oleh tindakan sewenang-wenang Israel.

Baca: Usai Tarawih Polisi Israel Serang Warga Palestina

Zakaria Bakr menambahkan, penutupan tersebut bertepatan dengan musim penangkapan ikan yang penting, dan otoritas pendudukan Israel mengambil tindakan serupa pada awal setiap musim penangkapan ikan.

Israel, lanjutnya, sengaja menyasar sektor perikanan dengan membatasi wilayah penangkapan, menyerang nelayan dan perahunya saat melaut, serta mencegah impor alat tangkap.

Penutupan ini semakin memperburuk situasi yang sudah mencekik warga Palestina di Gaza yang terpaksa hidup di bawah kemiskinan akibat blokade darat, laut, dan udara Israel yang berlangsung selama 14 tahun.

Sumber : MEMO / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *