60 Orang Tewas dalam Pertempuran 10 Hari Antar Faksi di Suriah

60 Orang Tewas dalam Pertempuran 10 Hari Antar Faksi di Suriah

NewsINH, Suriah – Lebih dari sepekan pertempuran antar-faksi di Suriah utara yang dikuasai Turki telah menewaskan 58 orang korban tewas sebagian besar merupakan seorang gerilyawan perang.

Gejolak ketegangan dikawasan ini meningkat disebabkan para gerilyawan yang terkait dengan al-Qaeda untuk menguasai wilayah tersebut, kata seorang pemantau perang, seperti di kutip dari Alarabiya, Rabu (19/10/2022).

Bentrokan sejak 8 Oktober, di daerah yang bergejolak di dekat perbatasan Turki, termasuk yang paling mematikan dalam beberapa tahun, menewaskan 48 pejuang ekstremis dan 10 warga sipil, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Di antara 48 pejuang yang tewas, 28 adalah anggota aliansi Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang dipimpin oleh mantan afiliasi al-Qaeda Suriah, menurut pemantau perang yang berbasis di Inggris, yang mengandalkan jaringan luas sumber di dalam Suriah.

Puluhan faksi yang menentang Presiden Bashar al-Assad terkurung di wilayah utara dan barat laut Suriah yang masih menghindari kendali pemerintah setelah lebih dari satu dekade perang berlangsung.

Pertempuran terakhir dimulai bulan ini antara dua kelompok ekstremis pro-Turki yang bersaing di kota Al-Bab di provinsi Aleppo sebelum menyebar ke daerah lain dan menarik faksi lain, termasuk HTS.

HTS secara luas dipandang sebagai faksi terkuat dan terorganisir yang mendominasi wilayah Idlib yang merupakan kubu oposisi besar terakhir Suriah.

Pekan lalu, kelompok itu merebut wilayah Afrin dari faksi-faksi saingan yang didukung Turki, maju di daerah itu untuk pertama kalinya sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011 silam.

Sementara itu, pihak Amerika Serikat mencemaskan keberadaan HTS yang dianggap membayakan bagi terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.

“Kami khawatir dengan serangan baru-baru ini dari HTS, sebuah organisasi teroris yang ditunjuk, ke Aleppo utara (provinsi). Pasukan HTS harus segera ditarik dari daerah itu,” kata kedutaan AS.

HTS telah memanfaatkan pertempuran terbaru untuk memperluas zona pengaruhnya, dalam sebuah langkah yang didukung oleh Turki, yang tidak pernah secara terbuka mendukungnya, kata Observatorium.

“Hayat Tahrir al-Sham tidak akan memasuki daerah itu tanpa persetujuan Turki,” kata kepala Observatorium Rami Abdul Rahman.

Sejak Senin, mereka telah maju menuju kota utama Azaz, dekat perbatasan Turki lebih jauh ke utara, karena pertempuran antar-faksi yang terus-menerus telah menggagalkan gencatan senjata yang sebentar mulai berlaku pada akhir pekan.

Sejak 2011, perang di Suriah telah menewaskan hampir setengah juta orang dan mengusir lebih dari setengah populasi negara tersebut. Mereka tersebar dibeberapa negara lainya seperti Lebanon dan negara-negara tetangga di kawasan timur tengah lainya.

 

Sumber: Alarabiya

Customer Support kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!