15 Rudal Israel Gempur Wilayah Jalur Gaza

15 Rudal Israel Gempur Wilayah Jalur Gaza

NewsINH, Gaza – Tak puas menyerang Kamp pengungian di Jenin, Tepi Barat, Palestina yang menewaskan 9 warga sipil, militer Israel juga menggepur kawasan Jalur Gaza yang terkepung pada Jum’at (27/1/2023) dinihari waktu setempat.

Dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa, bahwa pesawat tempur Israel menembakkan sekitar 15 rudal ke sebuah lokasi di kamp pengungsi al-Maghazi yang berada di didaerah pantai tengah. Akibat serangan itu sejumlah bangunan luluh lanta rata dengan tanah.

“Kerusakan parah terjadi terhadap properti yang berada di dekatnya dan mengakibatkan pemadaman listrik yang membuat seluruh jalur tengah menjadi gelap gulita,” tulis lapotan tersebut.

Pesawat-pesawat tempur itu juga menghantam dua lokasi lain, yang terletak di sebelah tenggara kota Gaza dan di jalur utara, dengan beberapa rudal, menghancurkan dan menimbulkan gumpalan asap dan api yang membesar membakar sejumlah bangunan.

Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa tersebut, serangan ini terjadi seketika Israel melakukan penyerangan di kamp pengungsian di kota Jenin, Tepi Barat yang menewaskan 9 warga sipil Palestina pada Kamis, (26/1/2023) atau sehari sebelumnya.

Dalam serangan pasukan Israel di Kota Jenin telah membunuh sembilan warga Palestina, termasuk seorang wanita tua, dan melukai 20 orang lainnya. Serangan di kamp pengungsi Tepi Barat utara Jenin digambarkan sebagai salah satu hari paling mematikan di Tepi Barat yang diduduki sejak Israel.

Empat belas tahun setelah “pelepasan” Israel dari Gaza, Nampaknya Israel belum benar-benar melepaskan diri dari Gaza. Mereka masih mempertahankan kendali atas perbatasan baik darat, laut dan wilayah udara.

Dua juta lebih warga Palestina tinggal di Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran blokade Israel yang menghukum dan melumpuhkan selama 12 tahun dan serangan berulang yang telah merusak banyak infrastruktur dikawasan itu.

Jutaan penduduk Gaza tetap bertahan berada di bawah pendudukan “kendali jarak jauh” dan pengepungan yang super ketat, yang telah menghancurkan ekonomi lokal, mencekik mata pencaharian warga Palestina, menjerumuskan mereka ke tingkat pengangguran dan kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta terputus dari sisa wilayah Palestina yang diduduki dan dunia yang lebih luas.

Gaza tetap menjadi wilayah pendudukan, tidak memiliki kendali atas perbatasan, perairan teritorial, atau ruang udaranya. Sementara itu, Israel sangat sedikit menjunjung tinggi tanggung jawabnya sebagai kekuatan pendudukan, Israel gagal menyediakan kebutuhan dasar warga sipil Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.

Setiap dua dari tiga warga Palestina di Gaza adalah pengungsi dari tanah di wilayah yang sekarang disebut Israel. Pemerintah itu melarang mereka menggunakan hak mereka untuk kembali sebagaimana diabadikan dalam hukum internasional karena mereka bukan orang Yahudi.

 

Sumber: Wafa

#Donasi Palestina