Sidang KTT ke-28 Uni Afrika di Kantor Pusat UA yang berada di Kota Addis Ababa, Ethiopia. Fotoist
Foto: Sidang KTT ke-28 Uni Afrika di Kantor Pusat UA yang berada di Kota Addis Ababa, Ethiopia. Foto/ist. (inh.or.id)

News INH – Media Aljazair dan internasional melaporkan, Aljazair secara resmi mulai membentuk blok Afrika untuk menolak keanggotaan Israel di Uni Afrika. Surat kabar daring Rai Al-Youm melaporkan Afrika Selatan, Tunisia, Eritrea, Senegal, Tanzania, Niger, Kepulauan Qamar, Gabon, Nigeria, Zimbabwe, Liberia, dan Seychelles semuanya telah menyetujui keputusan tersebut.

Dilansir dari antor berita Wafa News, Ahad (1/8/2021) kemarin, Rai Al-Youm menulis Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra diharapkan akan membahas masalah keanggotaan Israel di Uni Afrika. Isu itu yang akan diangkat dalam perjalanannya yang akan datang ke empat negara Afrika yaitu Tunisia, Ethiopia, Sudan, dan Mesir.

Baca Juga:

PBB Soroti Pembunuhan Bocah Palestina dan Desak Israel Untuk Bertanggung Jawab

Lamamra menekankan, langkah-langkah diplomatik ini sebenarnya merupakan reaksi terhadap keanggotaan Tel Aviv di Uni Afrika sebagai anggota pengamat, keanggotaan yang disebut sebagai perkembangan yang telah dikerjakan para diplomat Israel selama bertahun-tahun.

Lamamra mencatat, Israel sebelumnya memperoleh keanggotaan sebagai pengamat di Organisasi Persatuan Afrika. Namun, pada 2002, keanggotaan itu diambil kembali dari rezim ketika Uni Afrika menggantikan Organisasi Persatuan Afrika.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 22 Juli bahwa Adamsu Alali, Duta Besar Tel Aviv untuk Addis Ababa, telah menyerahkan kredensialnya sebagai anggota pengamat Uni Afrika.

Uni Afrika (AU) adalah sebuah perserikatan yang terdiri atas 54 negara Afrika. UA diumumkan dalam Deklarasi Sirte di Sirte, Libya, pada 9 September 1999. Organisasi ini didirikan pada 26 Mei 2001 di Addis Ababa, Ethiopia dan diluncurkan pada 9 Juli 2002 di Durban, Afrika Selatan.

Baca Juga:

Israel Siksa Tahanan Wanita Palestina di Penjara

 

Sumber : WN / Naqsyabandi Ahmad Revolusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *